2 Raja-raja 4:8-13.
Dalam kisah ini kita membaca tentang seorang perempuan yang kaya, percaya kepada Tuhan, dan menghargai hamba Tuhan, yang membuat sebuah kamar lengkap dengan fasilitasnya untuk tempat penginapan abdi Allah Elisa. Langkah yang dilakukan ibu ini sangat baik sekali. Ia tahu berkat dari Tuhan dan persembahkan kepada Tuhan melalui pekerjaan Tuhan.
Dalam ayat 13, Elisa menyuruh Gehazi hambanya untuk bertanya kepada ibu itu, katanya : “......Adakah yang dapat kubicarakan tentang engkau kepada raja atau tentara?” Elisa merasa ada sesuatu yang kurang dalam rumah itu, dan ia ingin menolongnya. Elisa mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan raja dan panglima tentara, sehingga jikalau perempuan itu memerlukan sesuatu bantuan Elisa, dengan pengaruh yang besar pada pemerintah zaman itu, menawarkan bantuan. Tetapi ibu itu tidak punya masalah dengan pemerintah ataupun dengan otoritas keamanan. Hanya, bahwa ia tidak mempunyai anak. Kalau tidak punya anak, tentu harus minta kepada Pemberi kehidupan yaitu Tuhan yang sanggup mengaruniakan anak kepada keluarga-keluarga orang percaya.
Namun, saya ingin membicarakan tentang bagaimana kita orang Kristen di Indonesia memerlukan orang-orang seperti Elisa, yang bisa menyampaikan keluhan-keluhan orang Kristen kepada pemerintah. Di negara kita ada badan-badan yang menyuarakan kepentingan rakyat yaitu DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Orang Kristen perlu ada di pemerintahan, DPR, DPD dan DPRD. Roma 13:1 menjelaskan bahwa pemerintah adalah lembaga yang Tuhan berikan kepada kita manusia yang masih hidup di dunia ini. Pemerintah adalah hamba-hamba Allah.
Karena itu, sebagai warga negara Indonesia kita harus menggunakan hak kita. Perhatikan bagaimana rasul Paulus menggunakan hak kewarganegaraannya. Kisah 22:25-29. Ketika Paulus hendak disesah/disiksa dengan cara dicambuk oleh tentara Romawi, Paulus berteriak : “Saya warga negara Roma”. Paulus menjadi warga negara Roma karena kelahiran. Sebab Paulus lahir di satu daerah yang merupakan kawasan Roma. Dan sebagai warga negara Roma tidak bisa sembarangan dihukum kecuali sudah diputuskan pengadilan. Sedangkan pada zaman dulu yang mengadili adalah raja atau kaisar. Jadi Paulus luput dari penderitaan karena ia menggunakan hak kewarganegaraannya. Kemudian kita tahu sejarahnya, Paulus akhirnya dibawa ke Roma untuk diadili yang proses pengadilannya bertahun-tahun lamanya. Di Roma Paulus berhasil memenangkan ribuan jiwa bagi Yesus.
Hal ini penting sekali kita mengerti sebab beberapa survey PILKADA yang baru lalu membuktikan bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang tidak memilih alias golput sangat besar bilangannya. Contohnya PILKADA Sumatera Utara tahun lalu. Ada 40.9% dari sekitar 7 juta penduduk Sumatera Utara yang punya hak pilih, tidak ikut memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Dan beberapa sumber, ternyata bahwa kalangan yang paling banyak tidak mau memilih itu adalah : 1) Orang-orang Kristen, 2) Orang-orang Kristen Katolik, 3) Orang-orang Tionghoa, 4) Orang-orang kaya. Jadi banyak orang-orang Kristen yang tidak menghargai hak kewarganegaraannya dengan tidak ikut memilih. Paulus tidak demikian, ia menggunakan haknya sebagai warga negara Roma. Tuhan juga menghendaki supaya kita menghargai kewarganegaraan kita sebagai warga negara Indonesia.
Pada zaman Presiden Soekarno, orang Kristen pernah menjadi wakil perdana menteri yaitu Dr. Leimena. Bahkan Dr. Leimena pernah tujuh kali menjabat sebagai Penjabat Presiden. Kenapa orang Kristen bisa duduk di pemerintahan? Karena orang-orang Kristen tahu menggunakan hak kewarganegaraannya.
Matius 22:17-21. Setiap ibadah kita mendengar Firman Tuhan tentang apa yang wajib kita berikan kepada Tuhan supaya hidup kita diberkati Tuhan. Tetapi juga Firman Tuhan memerintahkan kita untuk memberikan kepada pemerintah apa yang wajib kita berikan. Banyak orang Kristen tidak mau memilih karena mereka lupa bahwa hak dan kewajiban kewarganegara itu adalah pesan Tuhan. Kalau Tuhan berfirman berarti kehidupan, berkat, kesembuhan, pemulihan. Sebagai warga negara Indonesia kita harus melakukan kewajiban kita sebab itu adalah perintah Tuhan. Termasuk hak memilih dalam pemilihan umum.
Dalam Pemilu 2009 ini memang banyak sekali parpol-parpol yang jumlah keseluruhannya adalah 38 parpol. Tetapi sebagai orang Kristen kita harus memilih partai-partai yang menyuarakan kepentingan Kristen. Ada dua partai yang bernuansa Kristiani yaitu PKDI dan PDS, dan 25 partai yang berpaham kebangsaan, misalnya PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura, PPRN, PDP, Partai Buruh, Barnas, PIS, PIB, dll. Parpol-parpol inilah yang bisa membawa suara kita orang Kristen.
Memang ada anggota DPR yang korupsi, tetapi masih banyak yang tidak. Mungkin ada Caleg yang tidak benar kerjanya tetapi masih ada yang benar. Jadi jangan hanya karena yang tidak benar lalu kita apatis. Sebagai warga negara Indonesia kita harus menggunakan hak kita. Jika tidak, kita sudah meniadakan pesan Firman Tuhan.
Roma 13:1-7. Kalau kita tidak menghargai kewajiban sebagai warga negara maka akan mendatangkan hukuman. Ada dua alasan kenapa kita harus menghormati pemerintah : pertama, Karena Allah tidak senang kalau anda menjadi warga negara yang tidak baik. Kedua, karena suara hati kita memberitahukan kepada kita. Misalnya, kalau ada polisi di jalan lengkap dengan atribut pilisi maka kalau dia katakan berhenti maka kita musti berhenti sebab hati nurani kita berkata harus taat sebab itu adalah sebuah aturan.
Beberapa pendeta bertanya kepada saya tentang NPWP bagi hamba Tuhan. Saya jawab : tidak harus, tetapi yang harus itu adalah mematuhi Roma 13. Jadi kalau pemerintah meminta warganya memiliki NPWP, dan Firman berkata warganegara harus bayar pajak, kita musti taati, kita musti miliki NPWP.
Firman Tuhan juga mengajar kita untuk menghormati pemerintah. Kita harus memberi hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Nah, tgl 9 April kita akan memilih anggota legislatif yaitu anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten. Kita semua musti berdoa dan memilih caleg-caleg yang takut akan Tuhan. Kita mau supaya kota di mana kita tinggal, ada damai sejahtera. Dan Tuhan pasti menjawab doa-doa kita, karena begitulah firmanNya. (Yeremia 29:7).
Sekali lagi, berikanlah kepada negara apa yang wajib kita berikan, dan berikan kepada Tuhan apa yang wajib kita berikan. Matius 22:21. Kalau kita mentaati Firman Tuhan maka kita pasti akan diberkati luar biasa.
Gunakanlah HAK PILIH kita tgl. 9 April 2009. Kalau anda bingung atau bimbang untuk memilih apa dan siapa, berdoalah dahulu sebelum memilih, atau berkonsultasi dengan Bpk Gembala Sidang, dan tetap bersukacita.
Apapun hasil Pemilu, Tuhan Yesus memegang kendali kuasa-kuasa di dunia ini, termasuk di negeri kita, Indonesia. Puji Tuhan.
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 29 Maret 2009 (Ibadah I)
| BACA JUGA INI : |