Roma 1:2-4
Injil adalah Kabar Kesukaan, Kabar Keselamatan, Barita Nauli, Good News. Injil tentang apa? Tentang anakNya, Yesus Kristus (ay. 2). Injil sudah dinubuatkan di dalam 39 kitab Perjanjian Lama. Dalam setiap kitab Perjanjian Lama terdapat nubuatan-nubuatan tentang Yesus Kristus yang akan turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Setelah Yesus datang ke dunia maka tergenapilah Injil yang bersentral kepada Yesus Kristus, Penyelamat Umat manusia.
Demi keselamatan manusia, Yesus harus lahir sebagai manusia. (ayat 3). Sebagai manusia Yesus diperanakkan secara daging dan darah melalui perawan Maria ; dikandung selama 9 bulan, lahir dan tumbuh sebagai anak manusia seratus persen, hanya Yesus tidak berdosa.
Kenapa Yesus harus menjelma menjadi anak manusia demi menyelamatkan manusia? Bukankah Yesus adalah Allah Mahakuasa yang sanggup mengubah hati manusia untuk percaya kepada Tuhan dan menerima keselamatan? Manusia diciptakan bukan seperti robot atau komputer, tetapi sebagai insan sempurna dengan kebebasan melakukan apa yang dikehendakinya. Manusia mempunyai akal budi, pikiran, dan jiwa yang dikendalikan oleh dirinya. Karena kebebasannya memilih, manusia telah jatuh dalam dosa. Hidup manusia telah tergadai kepada dosa, dan akibat dosa ialah maut. Yesus menjadi manusia untuk menebus manusia yang terjual, tergadai kepada dosa dan kematian. Karena jiwa manusia telah memilih dosa, maka jiwa harus ditebus oleh jiwa. Jiwa mengalir dalam darah, itu sebabnya hanya darah Yesus yang tidak berdosa dapat melakukan penebusan. Dalam zaman Perjanjian Lama, darah binatang ; bisa domba, bisa kambing ataupun tekukur bisa menutup dosa. Darah binatang yang dikorbankan hanya mampu menutup dosa orang yang bersalah di hadapan Allah. Tetapi darah Yesus yang tertumpah di Golgota berkuasa menebus dan menghapus dosa semua manusia. Di salib Golgota, darah Yesus tercurah mulai dari batok kepala sampai telapak kaki Yesus demi memikul dosa umat manusia. I Petrus 2:24. Darah binatang hanya bisa menutup dosa, tetapi Yesus dengan darahNya mengampuni dosa dan memakukannya di kayu salib. Ibrani 9:27, Kolose 2:14.
Jadi sebagai anak manusia, darahNya tercurah sebagai korban dan akhirnya Yesus berkata : “Sudah selesai”. Pada kematiannya sebagai anak manusia Yesus telah melakukan penebusan. Sebagai anak manusia Yesus bisa mati, karena semua manusia akan mati. Dan Yesus mati demi karya keselamatan manusia, sebab sebagai anak manusia Ia memiliki darah suci untuk dikorbankan.
Tetapi kemudian dalam ayat 4 ditulis ; “dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.” Selain sebagai manusia, Yesus juga adalah Anak Allah. Allah tidak dapat mati. Allah tidak memiliki darah dan daging. Allah kekal dan Roh adanya. Itu sebabnya, hanya tiga hari tiga malam saja Yesus dapat berada di kubur. Pada hari yang ketiga kekuatan Roh Allah membangkitan Yesus untuk membuktikan bahwa Yesus bukan saja anak manusia tetapi juga Anak Allah. Allah itu kekal dan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Jadi Injil adalah tentang Yesus anak manusia yang telah menebus dosa seluruh manusia tetapi juga Anak Allah yang telah bangkit dan hidup sampai selama-lamanya. Inilah kabar yang luar biasa dari Injil yang bersentral kepada Yesus Kristus yang mati dan bangkit. I Korintus 15:2-4.
Roma 4:24,25. Karena dosa seharusnya kita dihukum, dan upah dosa adalah maut. Tetapi oleh kematian Yesus Kristus, kita beroleh pengampunan. Dan oleh kebangkitan Yesus, kita bukan saja dibebaskan dari hukuman tetapi juga dibenarkan. Dibenarkan berarti dikembalikan kepada kedudukan semula yaitu sebagai anak-anak Allah.
Roma 5:1. Sekarang kita berdamai dengan Allah. Kita memanggil Tuhan dengan sebutan Bapa.
Roma 5:2. Sekarang kita memiliki akses jalan masuk bukan saja kepada Allah Bapa tetapi juga kepada Kasih Karunia (grace, charis) yakni pemberian-pemberian. Kalau kita sudah dibenarkan oleh kematian dan kebangkitan Yesus maka kita beroleh jalan masuk untuk menerima anugerah, menerima pemberian-pemberian Tuhan yaitu berkat-berkat.
Namun dalam Roma 5:1,2 kita menemukan kata kunci “oleh iman”. Dengan iman kita dapat berjalan dengan Allah, bermegah dalam pengharapan dan menghampiri kasih karunia. Dan di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan bermegah dalam pengharapan menerima Kemuliaan Allah.
Efesus 1:19-20. Kuasa Roh Kudus yang telah membangkitkan Yesus dari kematian bahkan mengangkat Yesus naik ke surga. Kekuatan atau kuasa inilah juga yang diberikan kepada orang percaya. Kuasa yang membangkitkan Yesus adalah kuasa yang bisa kita miliki. Saya berharap kita semua dapat menikmati kuasa ini sebab ini adalah janji Tuhan yang bisa kita miliki bersama. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 12 April 2009 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |