Keluaran 19:5,6, 1 Petrus 2:9
Dalam Keluaran 19:5,6 Musa menyampaikan pesan profetik kepada bangsa Israel. Yaitu, jika bangsa Israel sungguh-sungguh mendengarkan dan berpegang kepada Firman Tuhan maka mereka menjadi harta kesayangan Tuhan, menjadi bangsa yang terpilih/umat milik Tuhan/bangsa yang kudus, dan menjadi kerajaan imam. Namun, nubuatan ini gagal dimiliki bangsa Israel karena mereka sering memberontak dan tidak dengar-dengaran kepada Tuhan. Bangsa Israel kemudian diserakkan Tuhan ; sepuluh suku ditawan ke Asyria dan dua suku ditawan ke Babelonia.
Karena itu, dalam I Petrus 2:9, Tuhan memperbaharui perjanjiannya. Bukan lagi ditujukan kepada satu bangsa atau Israel, tetapi ditujukan kepada semua orang percaya yaitu Gereja Tuhan.
Harta kesayangan Tuhan.
Apabila kita berada dalam keadaan yang sulit, tertekan, dan kacau, seringkali kita menganggap bahwa kita adalah orang yang gagal dan tidak berguna. Ini adalah pemahaman yang sangat keliru. Iblis memang selalu menusuk pikiran kita dengan berbagai tuduhan dan tekanan. Iblis berusaha membalikkan segala-galanya di benak kita. Tetapi Tuhan berkata bahwa kita adalah milik kepunyaan Allah, harta kesayangan Tuhan. Satu status yang sangat luar biasa dan di atas segala-galanya. Kita suka berdiri di cermin dan memperhatikan diri kita yang semakin semakin bertambah usia, semakin tua, rambut semakin menipis, wajah semakin keriput, dsb. Tetapi kalau anda bercermin kepada Firman Tuhan, maka anda akan mendapati diri kita sebagai orang yang spesial dan berharga di mata Tuhan. Seringkali kita mengeluh, menggerutu tentang hidup ini, karena kita tidak tahu, atau tidak menyadari posisi kita sebagai harta kesayangan Tuhan.
Bangsa yang terpilih, umat milik Tuhan, bangsa yang kudus.
Di dunia ini kita adalah bangsa Indonesia. Tetapi di samping itu, kita mempunyai kebangsaan di atas segala kebangsaan yaitu kebangsaan sorgawi, bangsa yang terpilih, umat milik Tuhan. Kita bukanlah bangsa yang sembarangan. Kita dipilih dari 7 milyar penduduk dunia, dipilih dari antara 235 juta penduduk Indonesia. Kita dipilih dari berbagai bangsa menjadi satu bangsa yang spesial, bukan untuk satu-dua tahun, bukan juga untuk satu-dua dasawara tetapi untuk selama-lamanya. Sebagai bangsa yang dipilih, kita harus menjadi bangsa yang kudus, artinya yang mau diatur oleh Firman Tuhan. Tidak hidup semaunya, melainkan tunduk kepada Firman Tuhan.
Kerajaan imam. Dalam I Petrus 2:9 disebutkan Imamat yang Rajani. Imamat yang rajani ataupun kerajaan imam terdiri dari dua akar kata yaitu raja dan imam. Wahyu 1:6. Kita adalah satu kerajaan, berarti ada Rajanya yaitu Yesus Kristus. Kita adalah satu kerajaan untuk tugas istimewa yaitu melayani Allah. Seringkali kita mempunyai pandangan bahwa hanya para hamba Tuhan-lah yang disebut imam, sedangkan anggota jemaat adalah orang awam dan bukan imam. Tetapi Alkitab menyatakan bahwa semua orang percaya adalah imam karena kita semua harus berfungsi melayani. Memang pada zaman dulu, yang bisa melayani di Tabernakel Musa hanyalah imam yaitu suku Lewi, salah satu dari dua belas suku Israel. Dari suku Lewi, hanya keturunan Harun yang bisa melayani di tabernakel dan bait Allah, selebihnya harus di luar. Dan yang bisa masuk ke ruang maha kudus hanya satu orang yaitu imam besar. Tetapi waktu Yesus di salib, tirai yang memisahkan ruang kudus dan ruang maha kudus robek dari atas ke bawah sehingga semua orang tanpa terkecuali bisa melihat langsung ke ruang maha kudus. Tidak ada lagi pembatas.
Karena itu, sesudah Yesus, semua orang percaya bisa menjadi imam yakni melayani Tuhan. Dan kita semua adalah kerajaan yang melayani. Tidak ada anggota gereja yang non-aktif atau kristen biasa-biasa. Semua jemaat harus ikut melayani Tuhan. Kita mempunyai tugas istimewa, untuk melayani Tuhan. Kalau kita melayani, berkat-berkat spesial juga menjadi milik kita.
Apakah tujuan Tuhan membuat kita menjadi harta kesayanganNya, memilih kita menjadi bangsa yang kudus dan menjadikan imamat yang rajani? Tujuan dari semuanya ini adalah supaya kita memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia. I Petrus 2:9. Semua aktivitas kita harus bermuara untuk kemuliaan Tuhan. Kita harus ceritakan kepada semua orang bahwa Tuhan itu besar. Keadaan kita, sifat kita, karakter kita harus menyaksikan bahwa Tuhan itu besar dan ajaib. Mungkin menurut status sosial atau profesi kita orang yang sederhana, tetapi orang bisa melihat bahwa di dalam kita ada Yesus yang besar dan luar biasa. Kita, orang-orang istimewa. Di mana dan kapan saja, kita maklumkan bahwa Tuhan kita maha besar. Haleluyah
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 3 Mei 2009 (Ibadah Raya II| BACA JUGA INI : |