Efesus 4:7-10
Dalam ayat-ayat ini kita belajar tentang makna yang signifikan tentang mengapa Yesus harus naik ke sorga dan apa yang dikerjakan-Nya di sorga.
“Ia membawa tawanan-tawanan..” Kematian dan kebangkitan Yesus memberikan kebebasan kepada manusia yang tertawan oleh dosa. Melalui korban Yesus, terbuka jalan bagi manusia untuk masuk ke sorga. Yesus menjadi perintis bagi anak Tuhan untuk masuk sorga.
“Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia”. Ini adalah alasan yag menggembirakan kita, kenapa Yesus kembali ke sorga, yaitu untuk memberikan pemberian-pemberian, hadiah-hadiah kepada orang percaya. Tanpa kenaikan Yesus ke surga, segala berkat yang Tuhan sediakan di surga tidak bisa diberikan kepada gereja Tuhan di bumi ini. Pemberian-pemberian itu adalah anugerah, bukan karena usaha kita. Pemberian itu banyak sekali jumlahnya, tetapi pemberian yang terbesar yang dikaruniakan kepada manusia adalah keselamatan (Efesus 2:8), lalu Roh Kudus, sang Penolong, Penghibur (Yohanes 16:7). Keselamatan bukanlah karena manusia berbuat sesuatu yang baik atau amal, bukan juga karena melakukan syarat-syarat, tetapi suatu pemberian, itu adalah anugerah kepada siapa saja yang mau percaya kepada Yesus. Keselamatan kita peroleh bukan karena perbuatan amal kita. Keselamatan tidak bisa dibayar dengan kalau manusia berbuat baik, tetapi sebagai pemberian Tuhan yang adalah cuma-cuma. Dan Yesus telah naik ke sorga untuk memberikan pemberian-pemberian bagi kita.
Setiap pemberian diberikan menurut ukuran Kristus (Efesus 4:7). Sebagaimana orang tua mempunyai otoritas untuk memberikan hadiah-hadiah kepada anak-anaknya, demikian juga Tuhan mempunyai otoritas untuk memberikan pemberian-pemberian kepada orang percaya. Tuhan memberikan pemberian sesuai dengan keperluan kita. Tuhan tidak akan memberikan sesuatu sebelum kita mampu mengelolanya.
Namun, ukuran Kristus selalu sesuai dengan ukuran iman kita (Roma 12:3). Kalau iman kita besar, tentu pemberian Kristus juga pasti besar. Iman adalah akses untuk menerima pemberian-pemberian Tuhan. Karena itu, kita semua perlu mengalami pertumbuhan iman. Sebab iman yang besar bisa menarik lebih banyak karunia-karunia Tuhan.
Ibrani 8:1, Ibrani 4:14-16. Di surga kita mempunyai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Imam Besar itu adalah Yesus. Yesus bertugas sebagai imam besar bagi kita di surga. Fungsi imam besar adalah sebagai perantara antara Allah dan manusia. Yesus mewakili kita, dalam segala masalah kita, kepada Allah Bapa di surga. Lebih istimewa lagi, Yesus pernah hidup sebagai manusia, jadi Ia tahu kelemahan manusia, Ia tahu apa yang kita butuhkan. Dan tahta Yesus di sorga adalah Tahta Kasih Karunia. Kasih karunia artinya anugerah atau pemberian. Dari tahtanya yang besar di sorga ia memberikan pemberian-pemberian kepada kita anak-anakNya. Ibrani 7:25.
Di dunia ada Roh Kudus yang menyertai kita, menolong kita, tetapi juga di surga, ada Yesus sebagai pengantara kita kepada Allah. Dari sorga ia mendengar seluruh permohonan kita yang dinaikkan dalam Nama Yesus. Dan doa-doa kita itu diteruskan kepada Allah Bapa dan Ia memberikan pertolongannya tepat pada waktunya (Ibrani 4:16). Dari sorga Ia bisa monitor hidup semua anak Tuhan di dunia ini. Ia tahu apa masalahmu, I tahu masalah keluargamu, sebab Ia adalah Tuhan yang mahatahu. Itulah sebabnya Tuhan naik ke sorga, supaaya kita bisa minta berkat-berkat dalam nama-Nya. Hanya Yesus satu-satunya Pengantara bagi kita di sorga.
Roma 8:32 “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”
Di dalam Yesus kita bisa mendapat segala sesuatu. Allah akan memenuhi segala sesuatu keperluan kita. Segala sesuatu disediakan bagi orang percaya bersama-sama dengan Yesus. Jadi jangan bosan-bosan berdoa dalam Nama Yesus. Dan serahkan seluruh doamu ke dalam kehendak Tuhan. Jangan berdoa dengan menggunakan syarat-syarat kepada Tuhan. Biarkan Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan waktu-Nya Tuhan. Tuhan memberkati
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Kamis 21 Mei 2009 (Ibadah Raya II Peringatan Kenaikan Yesus)
| BACA JUGA INI : |