Mazmur 31:20
“Alangkah limpahnya kebaikan-Mu (oh how great is Your goodness - NKJV) yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau....”
Kebaikan-kebaikan Tuhan itu berlimpah. Alkitab terjemahan NKJV berbunyi : betapa besarnya kebaikan-Mu. Kebaikan Tuhan itu berlimpah dan disimpan bagi orang yang takut akan Tuhan. Kita selalu menghendaki kebaikan, mengharapkan kebaikan dan menyambut kebaikan. Setiap kebaikan yang kita terima dari seseorang selalu kita ceritakan kepada orang lain. Tetapi perlu kita tahu bahwa Allah menyimpan kebaikan yang berlimpah-limpah, yang sangat besar. Kebaikan itu masih tersimpan di surga dan akan diperuntukkan hanya bagi orang-orang yang takut akan Tuhan.
Kita sudah sering mendengar khotbah tentang takut akan Tuhan. Tetapi bagaimana sebenarnya sikap takut akan Tuhan yang perlu kita kembangkan dan tumbuhkan dalam kehidupan kerohanian kita? Takut akan Tuhan sering dikonotasikan dengan malapetaka atau murka Tuhan ; kalau tidak takut kepada Tuhan akan mengalami penderitaan, akan masuk neraka, akan mendapat percobaan, dlsb. Ini adalah paradigma yang keliru. Sebab kalau demikian takut akan Tuhan maka kita tidak akan ada sukacita mengikuti Tuhan, dan tidak menikmati indahnya hidup bersama dengan Tuhan. Takut akan Tuhan selalu berhubungan dengan kebaikan Tuhan, bukan dengan murka Tuhan.
Takut akan Tuhan mempunyai tiga makna :
Hormat kepada Tuhan/muliakan Tuhan. Alkitab mengajar kita untuk menghormati, antara lain menghormati pemerintah, menghormati orang yang lebih tua, menghormati hamba Tuhan, dll. Jadi, jika orang yang di dunia ini saja kita harus hormati, apalagi TUHAN yang selalu memberkati kita. Setiap hari kita ingin ditolong oleh Tuhan, maka tiap hari juga kita harus hormat kepada Tuhan.
Beribadah kepada Tuhan. Ibadah adalah satu manifestasi daripada takut akan Tuhan. Orang yang beribadah adalah orang yang takut akan Tuhan. Orang yang takut kepada Tuhan musti beribadah senantiasa.
Taat kepada Tuhan/Firman-Nya. Di dunia ini kita harus taat kepada peraturan-peraturan, taat kepada rambu-rambu. Jadi, kalau kita di dunia perlu mentaati peraturan, apalagi sebagai orang percaya, sebagai anak Tuhan, kita harus taat kepada peraturan Bapa kita di surga.
Tiga golongan orang percaya yang akan menerima kebaikan Tuhan apabila hidup takut akan Tuhan :
Anak-anak muda yang sedang belajar menuntut ilmu. Amsal 1:7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan......” Orang-orang muda biasanya gemar pengetahuan dan teknologi. Melalui komputer orang muda bisa dengan bebasnya mendapat informasi, menambah pengetahuan dan mengetahui teknologi. Tetapi fondasi dari semua ilmu-ilmu yang ada di dunia ini adalah ilmu takut akan Tuhan. Anda bisa berhasil dalam studi, karir, profesi, bahkan memiliki kecakapan, kepandaian dan pengetahuan, tetapi tidak akan ada gunanya apabila Anda tidak mendasarkan pengetahuan yang Anda miliki kepada pengetahuan yang paling utama yaitu takut akan Tuhan.
Amsal 9:10,11 “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.”
Kalau anda hidup takut akan Tuhan, maka kebaikan-kebaikan Tuhan akan Saudara terima. Memang sekarang kita hidup di zaman yang sulit ; banyak anak muda yang ketagihan narkoba, terikat dengan minuman keras, terjangkit virus HIV-AIDS, dllsb, tetapi ini saatnya bagi anak-anak muda untuk kembali kepada Firman Tuhan yaitu hidup takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan adalah awal dari seluruh pengetahuan (knowledge) dan hikmat (wisdom). Karena itu, para orang tua harus mendidik anak-anaknya untuk takut akan Tuhan. Sebab apabila anak-anak muda takut akan Tuhan maka studimu, karirmu, profesimu, usahamu akan berhasil.
Kaum Pria, Suami / Kepala Keluarga. Mazmur 128:1-6 “....Istrimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu, anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu....”
Anggur adalah gambaran dari sukacita dan cinta-kasih. Istri-istri akan menjadi pohon anggur yang subur apabila suami-suami atau kepala keluarga takut akan Tuhan. Kalau ada istri yang suka mengomel, kemungkinan besar suami belum takut kepada Tuhan. Sebab apabila suami takut akan Tuhan maka istrinya akan Tuhan pulihkan menjadi pohon anggur yang subur, yang selalu mempunyai sukacita.
Minyak zaitun digunakan untuk mengurapi dan juga untuk obat. Bagi bapak-bapak yang takut akan Tuhan, anak-anaknya menjadi sesuatu yang istimewa, yang bisa mengobati dan mengurapi. Anak-anak adalah tunas pohon zaitun yaitu potensi masa depan. Karena itu anak-anak harus dididik dalam Tuhan karena anak-anak merupakan penunjang berkat Tuhan bagi keluarga orang percaya.
“Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu!”(ayat 5). Di Sion ada Yerusalem, di Yerusalem ada Bait Allah, dan di Bait Allah ada hadirat Tuhan. Tuhan akan membukakan berkat kepada kaum pria, kaum bapak dengan berkat hadirat Tuhan, berkat yang di atas segala berkat. Juga akan diberkati dengan berkat tiga generasi ; engkau akan melihat anakmu dan anak dari anakmu (cucu).
Jadi suami / kaum pria yang takut akan Tuhan merupakan satu chanel yang luar biasa untuk mendatangkan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam rumah tangga.
Kaum Ibu / Istri / Kaum Wanita. Amsal 31:30. “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji.”
Kecantikan perempuan adalah sementara, tergantung pada usinya. Kalau usianya sudah tua, untuk bisa cantik harus dibantu dengan berbagai macam kosmetik. Kecantikan itu sesuatu yang sangat-sangat sementara. Tetapi pada istri yang takut akan Tuhan ada satu kecantikan dari Tuhan yaitu kecantikan batiniah, yang tidak dilihat dari segi fisik tetapi muncul dari dalam di mana orang bisa rasakan. Orang yang bersamanya diberkati. Istri yang demikian adalah istri yan takut akan Tuhan. Istri yang takut akan Tuhan mendapat puji-pujian. Dipuji-puji karena hidupnya yang takut akan Tuhan. Secara fisik mungkin bisa termakan oleh usia, tetapi kebaikan-kebaikan Tuhan yang disimpan di sorga dibukakan bagi ibu-ibu yang takut akan Tuhan. Kalau anda mau menjadi istri yang cakap dan menerima aliran kebaikan Tuhan, baca Amsal pasal 31. Ada sekitar 37 kriteria menjadi istri yang cakap, istri dengan “noble character”.
Apa tujuannya kalau kita takut akan Tuhan? Kisah 9:31. “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”
Zaman sekarang banyak sekali pelajaran-pelajaran tentang pertumbuhan gereja. Tetapi Firman Tuhan memberitahukan bahwa jemaat yang kuat, jemaat yang bertumbuh, jemaat yang selalu menerima pertolongan dan lawatan Roh Kudus adalah jemaat yang takut akan Tuhan. Jangan takut kepada gembala, hormat iya. Dan kalau saudara takut akan Tuan, saudara juga pasti akan menghormati gembala. Ingat, jemaat yang berkembang, yang menjadi besar, dan menerima pertolongan Roh Kudus haruslah jemaat yang takut akan Tuhan. Sebab takut akan Tuhan membuka segala kebaikan Tuhan yang tersimpan di surga bagi kita sekalian. Puji Tuhan!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 7 Juni 2009 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |