Banner

Apa Sebenarnya TUJUAN HIDUP Kita

Amsal 16:4 “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.” (NKJV --> The Lord has made all for Him self = Tuhan telah membuat semuanya untuk diriNya. NIV --> The Lord works out everything for his own ends = Tuhan melakukan segalanya untuk tujuannya sendiri).

Dari semua ciptaan Tuhan, yang paling spesial, paling berharga dan sempurna adalah manusia. Terbukti dalam kalimat terakhir ayat di atas, disebutkan bahwa orang fasik dibuat untuk hari malapetaka. Ternyata frasa “segala sesuatu” ditujukan terutama pada orang, pada manusia. Walaupun seseorang kaya raya, tetapi kalau ia adalah orang fasik maka akhirnya adalah malapetaka. Seperti apa yang terjadi beberapa hari lalu : seorang selebritis terkenal yang dijuluki King of Pop bernama Michael Jackson meninggal dunia karena jantungnya berhenti, bukan oleh penyakit/serangan jantung. Tahun 80an ia sangat dipuja-puja, kaya raya dari hasil penjualan piringan hitam lagu-lagunya yang laku puluhan juta copy. Tetapi waktu kemarin ia menghembuskan nafas terakir, ia meninggalkan utang sekitar 5 trilyun rupiah. Karena itu, sebelum kita meninggal, kita harus tahu tujuan hidup kita. Alkitab berkata bahwa bukan kita yang menentukan tujuan hidup kita. Orang-orang muda biasanya punya cita-cita. Tidak salah mempunyai cita-cita ataupun mimpi-mimpi, tetapi bukan itu menjadi tujuan kita. Seorang ibu bercita-cita menjadi ibu rumah tangga yang baik, mempunyai anak-anak, lalu membesarkan anak-anak, menikmati hari tua, dan setelah itu apa? Apa tujuan akhir dari segala hidup kita. Apakah tujuan kita hanya untuk populer, mempunyai karir bagus, atau hebat dilihat orang, atau memperoleh banyak sekali uang? Lalu, what next?

Semua tujuan akhir dari hidup orang percaya adalah untuk kepentingan diri Tuhan. Tujuan hidup orang fasik sudah jelas yaitu malapetaka dan kebinasaan.

Saya bersyukur kepada Tuhan kalau tgl 22 Juni 2009 yang lalu saya genap berusia 66 tahun. Usia 66 tahun termasuk usia senja. Namun walaupun sudah memasuki usia senja, saya tidak lantas tenang-tenang saja, tidur-tiduran di rumah, atau menikmati kesenangan-kesenangan karena tinggal menunggu waktu dipanggil oleh Tuhan. Tidak! Sebab walaupun usia sudah senja, tetapi hidup kita diperlukan oleh Tuhan untuk alat kemuliaanNya.

Mengapa manusia diciptakan menurut tujuan yang digariskan oleh Tuhan?
Kejadian 1:26-27 "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita...” Allah menjadi model dari perencanaan penciptaan manusia. Hal ini perlu kita ketahui sebab banyak orang yang ingin meniru model seseorang.  Misalnya dalam memberi nama anak. Ada orang memberi nama anaknya Michael Jackson karena ingin anaknya seperti Michael Jakson yang terkenal dan kaya raya.  Tahukah Anda, bahwa kita semua dibuat dan diciptakan menurut gambar Allah dan tujuan Allah. Pada awalnya manusia diciptakan sempurna, ganteng, cantik, tetapi karena dosa maka gambar Allah berubah menjadi  sebuah karikatur. Karikatur berarti tidak sesuai dengan aslinya. Manusia sekarang tidak sama lagi dengan gambar Allah. Tetapi untuk itulah Yesus menebus kita. Manusia yang tergadai kepada dosa ditebus kembali dengan darahNya sendiri. Darah Yesus mengembalikan status kita dari orang berdosa menjadi anak Tuhan. Apabila kita percaya kepada Yesus dan FirmanNya maka oleh kuasa Roh Kudus, kita bisa serupa dengan Yesus.

Iblis suka memanipulasi firman Tuhan menjadi pesan yang menyesatkan. Baca Kejadian 3:4-5. Iblis dengan licik berusaha menggagalkan tujuan Tuhan. Karena itu dunia ini penuh dengan tipuan. Dunia sekarang adalah dunia yang menawarkan kenikmatan segala sesuatu, tetapi akhirnya kebinasaan, malepataka. Namun Tuhan sayang kepada kita. Tuhan mengembalikan kita kepada status yang semula, karena itu kita juga harus kembali kepada tujuan yang semula. Allah memiliki rencana jangka panjang  demi tujuanNya tetap berjalan

Apa tujuan hidup kita yang UTAMA ?

Untuk kemuliaan Tuhan. Yesaya 43:7,4 “semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Tuhan menjadikan manusia untuk kemuliaan-Nya. Apakah semua harus jadi pendeta? Tidak. Anda bisa jadi pengusaha, pekerja, pegawai negeri, tetapi di tempat kerja Anda harus menjadi alat kemuliaan bagi Tuhan. Orang bisa mengenal anda sebagai anak Tuhan, orang yang percaya kepada Yesus. Sebagai pedagang, anda juga bisa dilihat orang bukan seorang pedagang penipu, tetapi seorang anak Tuhan yang jujur. Di lingkungan pekerjaan kita harus bisa menjadi alat kemuliaan bagi nama Tuhan. Tujuan hidup kita adalah menjadi kemuliaan Tuhan. Orang bisa lihat kita berbeda dari yang lain karena hidup yang dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Yesaya 43:4 “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.”

Kalau tujuan hidup kita selalu memuliakan Tuhan, maka hidup kita sangat berharga di mata Tuhan. Karena itu kita perlu selalu koreksi diri, apakah seluruh hidup kita mencerminkan sebagai anak Tuhan. Apakah masih memuliakan Tuhan dalam turut kata dan tingkah laku kita.

Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Nafas yang kita hirup, jantung yang masih berdetak, pikiran yang masih berjalan, panca indera yang masih bekerja, bahkan selera makan yang masih ada, semua bersumber dari Tuhan. Seluruh kekuatan serta kemampuan berpikir kita datangnya dari Tuhan dan oleh Tuhan. Karena itu bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Anda sudah ditolong oleh Tuhan, sudah dicukupkan keperluan kita, karena itu jangan ambil bagianNya Tuhan; semua korban, perpuluhan harus diberikan kepada Tuhan untuk kemuliaanNya.

Filipi 1:20-22 “...Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, maupun oleh matiku........tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah...

Karena itu biarlah kehidupan kita menjadi kehidupan yang berguna bagi Tuhan dan pekerjaannya. Dan saya percaya bahwa memuliakan Tuhan selalu berhubungan dengan anugerah berkat dari Tuhan, dan kehidupan berbuah-buah.

Efesus 3:20-21 “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya.” Amin.

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 28 Juni 2009 (Ibadah Raya II)

BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...