Yohanes 19:30
“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”
Peristiwa kayu salib adalah karya nyata Yesus Kristus untuk kehidupan manusia yang lebih baik. Ada tiga pokok penting yang diselesaikan Yesus di salib : Pertama, pemulihan hubungan Allah dengan manusia yang terputus karena dosa. Hal ini berakibat fatal kepada keadaan manusia, yakni dari hidup yang senang menjadi menderita. Adam dn Hawa diusir dari taman Eden. Kedua, memperbaiki hubungan manusia dengan manusia, sebab sebenarnya di antara manusia dengan manusia terjadi permusuhan, iri hati, cemburu. Tuhan memperbaikinya dengan Kasih. Ketiga, menyelesaikan permusuhan manusia dengan Iblis. Di salib, Iblis dikalahkan dan dosa tidak berkuasa lagi bagi orang yang percaya.
Galatia 3:13,14. Dalam suratan Galatia ini kita membaca bagaimana kematian Yesus di salib dihubungkan dengan berkat Abraham. Kenapa? Kepada Abraham, Tuhan berjanji bahwa keturunanmu akan seperti pasir di laut dan bintang-bintang di langit. Janji ini adalah dua bentuk berkat Tuhan kepada kita yaitu berkat jasmani dan berkat rohani. Salib Yesus bertujuan memulihkan kesejahteraan manusia. Berbicara tentang Abraham berarti kita berbicara tentang orang yang beriman, sebab Abraham adalah bapa orang yang percaya, bapa orang beriman. (Roma 4:17,18). Apa kelebihan Abraham dibandingkan dengan tokoh-tokoh Alkitab lainnya ? Alkitab mencatat bahwa walaupun tubuh Abraham sudah lemah tetapi terhadap janji Allah ia tidak pernah bimbang, malah memperkuat imannya dan memuliakan Allah.
Ada dua titik iman Abraham yang luar biasa dan diperhitungkan Allah sebagai kebenaran, yaitu :
Percaya bahwa Allah sanggup menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada (Rm 4:17). Abraham percaya bahwa Tuhan tidak bisa dipengaruhi oleh situasi dan kondisi dalam memberkati umatNya. Bandingkan Kejadian 1:1. Kata “menjadikan” atau “menciptakan” dalam bahasa Ibrani disebut “bara” artinya dari yang tidak ada menjadi ada.
Percaya bahwa yang sudah mati sekalipun bisa bangkit Tuhan. Ibrani 11:19.
Jadi, kematian Yesus menyelesaikan segala persoalan yang mengikat manusia selama ini. Yang membuat manusia tidak hidup sejahtera. Di kayu salib, Yesus selesaikan semuanya, supaya berkat Abraham diterima semua bangsa-bangsa termasuk kita. Adam yang pertama membawa manusia jatuh dalam dosa dan hidup terpuruk karena dosa, tetapi Yesus yang adalah Adam yang kedua membawa kita kembali kepada taman Eden, kepada kesejahteraan. Itu sebabnya Yesus mengundang semua orang yang yang berbeban berat agar datang kepadaNya dan menerima kelegaan. Matius 11:28. Pada hakekatnya semua manusia mempunyai beban berat yaitu dosa. Tetapi dosa telah dipikul Yesus di kayu salib (Yohanes 1:29).
Abraham pantas menjadi teladan hidup orang percaya. Kejadian 14:17-19. Ketika Abraham menang melawan raja-raja, ia memberikan kewajibannya kepada Tuhan. Sebagai orang percaya kita mempunyai hak yaitu menerima berkat-berkat Allah yang kita terima melalui tubuh dan darah Yesus, yang berkuasa menyembuhkan, memulihkan dan menolong kita. Abraham juga menerima roti dan anggur dari imam Melkisedek. Melkisedek adalah Yesus yang menjelma menjadi manusia. Ibrani 7:1-3. Melakukan Perjamuan Kudus penting sekali. Jangan pernah menolak perjamuan kudus. Yohanes 6:23 mencatat bahwa tubuh dan darah Kristus memberikan keselamatan kepada kita. Memberikan damai sejahtera (Yohanes 14:27). Damai sejahtera Kristus tidak seperti damai sejahtera dunia ini. Damai sejahtera dunia ini hanya sementara tetapi damai sejahtera yang bersumber dari Kristus sifatnya kekal. Karena itu jangan pernah meninggalkan kebaktian hanya untuk liburan semata, atau hanya untuk refreshing. Di dalam Yesus ada jaminan damai sejahtera, kesehatan, dlsb.
Kalau kita sudah menerima hak dari Tuhan yaitu berkat-berkat, lalu apa yang menjadi kewajiban kita? Kejadian 14:20. Kita berhak untuk menerima berkat dari Tuhan tetapi jangan lupa untuk memberikan kewajiban kita yaitu persepuluhan. Kitab Maleakhi dengan gamblang berkata bahwa kunci berkat Tuhan adalah memberikan persepuluhan. Maleakhi 3:10. Firman Tuhan mengenai persepuluhan bukan saja di Perjanjian Lama tetapi juga dalam Perjanjian Baru. Matius 23:23. Yesus menegaskan bahwa perpuluhan tidak bisa kita abaikan.
Yakobus 2:17. Kita semua tentu mau diberkati Tuhan. Tetapi kadang-kadang kita lupa bahkan tidak mau memberikan kewajiban kepada Tuhan. Yesus sudah berkorban di salib untuk memulihkan hubungan kita dengan Tuhan, memulihkan hubungan manusia dengan manusia dan melepaskan kita dari dosa, supaya berkat Abraham sampai kepada kita semua. Karena itu kita perlu berbuah, kita perlu memberikan kewajiban kita sehingga berkat Abraham turun kepada kita. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. Matius Podiaro (Tangerang), Minggu 19 Juli 2009 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |