Matius 5:13
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”
Gereja adalah garam dunia, yang mempengaruhi orang-orang dengan kebenaran Tuhan. Garam adalah suatu hal yang sangat penting. Banyak ayat-ayat di Alkitab tentang garam.
Imamat 2:13 “Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.” Korban sajian pada zaman Torat harus dibubuhi garam.
Keluaran 30:35 “Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus.” Semua persembahan ukupan harus pakai garam.
Bilangan 18:19 “Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu." Perjanjian garam Allah, perjanjian yang kekal.
Dalam istilah ilmiah, garam disebut Sodium Klorida atau Natrium Klorida (NACL). Garam adalah molekul stabil, abadi. Garam dimakan, menjadi keringat atau dicampur dengan elemen lain, tetap NACL. Artinya garam tetap garam. Karena itulah Yesus berkata bahwa gereja adalah garam dunia, yang mempengaruhi bukan dipengaruhi dan substansinya permanen.
Ayub 6:6 “Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam...” Makanan tanpa garam akan hambar alias tidak ada rasa. Tetapi kalau garam ditaruh, maka yang hambar berubah menjadi sedap. Yang busuk menjadi bertahan. Jadi, di samping sebagai molekul abadi, garam juga selalu mentransformasi, mengubah citarasa.
Sebagian orang Kristen hidupnya selalu mengeluh. Tidak bisa menjadi pengaruh atau berkat bagi orang lain. Karena itu kita perlu evaluasi, apakah kita bisa mempengaruhi orang lain untuk yang benar?
Lalu kita mempengaruhi siapa ?
Pribadi ke pribadi. Yohanes 1:40-48. Yohanes mempengaruhi Andreas, Andreas mempengaruhi Simon Petrus. Melalui pengaruh pribadi ke pribadi, orang-orang di bawa kepada Yesus. Kemudian Filipus mempengaruhi Natanael dan membawanya kepada Yesus. Kita kebanyakan belum bisa mempengaruhi orang lain sehingga berkatnya juga tersendat-sendat. Tetapi masing-masing kita harus mempengaruhi orang lain kepada kebenaran. Kita harus bangkit menjadi gereja yang berpengaruh, menjadi terang, kepada pribadi pribadi orang lain.
Komunitasnya. Kisah 9:19b-22. Pengaruh kita adalah untuk membuktikan bahwa Yesus hebat, Yesus dahsyat. Sebelumnya Paulus adalah orang yang sangat membenci Kekristenan. Bd. Kisah 7:58. Saulus adalah seorang Farisi dan fanatik agama Yahudi. Tetapi setelah ia percaya Yesus, dengan pengaruhnya yang besar, ia bersaksi tentang Kristus kepada orang-orang Yahudi, komunitasnya.
Bagaimana pengaruh kita sebagai orang Kristen di suku kita, di lingkungan kita, di kompleks kita, di pekerjaan kita, di bisnis kita. Adakah kita mempengaruhi? Ingat Yesus berkata, anak Tuhan yang tidak bisa menjadi garam tidak ada gunanya, yang akan dibuang, lalu diinjak-injak. Matius 5:13.
Keluarga/rumah. Kisah 10:2. Sebagian orang Kristen gagal dalam membawa keluarganya kepada Kristus. Anak-anaknya tidak terdidik dalam Firman Tuhan, terlibat dalam minuman keras, narkoba, dll. Tetapi sebagai anak Tuhan kita harus bisa mempengaruhi keluarga kita. Pengaruhi anak-anak kita dengan teladan hidup dan Firman Tuhan. Desak mereka untuk aktif dalam ibadah-ibadah, seminar dan KKR. Kornelius adalah komandan kompi atau batalion yang memimpin 100 bahkan 500 prajurit (centurion). Tetapi Alkitab mencatat bahwa Kornelius seorang yang saleh. Ia bukan pemimpin yang galak, kejam, sebagaimana kesan umum seorang kepala pasukan. Ia seorang yang takut akan Tuhan, bahkan berhasil memimpin keluarganya untuk takut akan Tuhan dan berdoa.
Kisah 16:31, Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Kepala penjara Filipi percaya kepada Yesus, dan membawa seluruh keluarganya memberi diri dibaptis. Kisah 16:33.
Karena itu biarlah kita menjadi garam dunia yang bisa mempengaruhi orang lain untuk datang kepada Tuhan. Oleh kuasa Roh Kudus kita sanggup untuk mempengaruhi orang lain. Tuhan Yesus Kristus memberkati
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 16 Agustus 2009 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |