Yohanes 4:3-4
Dari ayat 3 dan 4 kita melihat bahwa Tuhan mempunyai rencana untuk bertemu seseorang, sehingga harus melintasi daerah Samaria. Seseorang itu adalah perempuan Samaria. (ayat 13-14). Wanita ini secara rutin setiap hari menimba air di sumur Yakub. Sumur Yakub menggambarkan aktivitas kehidupan kita yang biasa-biasa saja. Tentu kita masing-masing mempunyai rutinitas. Dan seringkali keadaan hidup kita hanyalah rutinitas belaka, tidak ada pergerakan atau perubahan. Namun, Yesus ingin merubah keadaan hidup kita, seperti Yesus telah perduli dengan hidup wanita Samaria ini.
Dilihat dari latar-belakang hidupnya, perempuan Samaria ini adalah seorang yang ingin selalu mencari kepuasan. Terbukti bahwa ia pernah bersuami sebanyak lima kali. Bahkan sekarang ia kumpul-kebo dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya. Yesus ingin memuaskan jiwa perempuan Samaria ini. Lalu Yesus berbicara tentang Air Hidup yang bisa memberikan kepuasan kekal.
Perlu kita ketahui bahwa apabila kita menyampaikan Injil kepada orang lain, di dalam hati orang yang mendengarnya itu, akan timbul rasa ingin tahu atau rasa dahaga yang besar. Satu kerinduan untuk mengetahui sesuatu yang baru. Sama seperti orang yang makan garam pasti mencari air. Itu sebabnya Alkitab berkata bahwa kita adalah garam. Kita perlu bersaksi kepada orang lain, dan mereka dipuaskan. Paulus berkata : “Kerjakanlah keselamatanmu....” Artinya keselamatan yang kita terima harus dibagikan kepada orang lain. Begitu banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan Tuhan Yesus. Banyak orang tidak mempunyai pengharapan. Banyak orang mencari-cari kedamaian. Tuhan mengurapi anak-anak Tuhan untuk membuka belenggu-belenggu si jahat. Bd. Kisah 10:38. Setiap waktu Iblis berusaha mengikat kita supaya jangan mengalami yang indah dari Tuhan. Namun Firman Tuhan selalu memerdekakan kita.
Waktu perempuan Samaria itu berdialog dengan Yesus, ia melihat bahwa Yesus memiliki sesuatu yang bisa memuaskan kehausannya selama ini. Perempuan itu berkata : “berikanlah aku air itu...”. Tuhan selalu ingin membawa kita dari kehidupan yang rendah kepada tingkat kehidupan yang lebih tinggi. Membawa kita dari hidup yang biasa-biasa kepada kehidupan yang penuh berkat. Namun, wanita ini ingin sesuatu yang baru tetapi masih teringat dengan hal-hal lahiriah dengan berkata : “...Adakah Engkau lebih besar dari bapa kami Yakub....” (ayat 12). Kita juga seringkali seperti perempuan ini ; kita mau sesuatu yang besar tetapi kita tidak mau melepaskan tradisi lama. Misalnya, ketakutan, dosa, dan kebiasaan-kebiasaan lama. Kita harus rela memberikan seluruh ruang hidup kita untuk dipenuhi oleh Tuhan. Saya melihat banyak anak Tuhan ingin berkat yang besar tetapi tidak mau menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan. Akibatnya hidup kita begitu-begitu saja.
Lawatan Allah selalu dimulai dari dalam atau dari roh kita. Allah bertahta di dalam kita. Bd. I Yohanes 4:4.
Ketika Yesus mengungkapkan dan menjelaskan masa lalu perempuan Samaria itu, ia berkata : “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.” (ayat 19). Tadinya ia mengenal Yesus hanya sebagai manusia biasa saja. Tetapi ketika ia bercakap-cakap dengan Yesus, semakin banyak ia menerima penyataan Allah. Yesus mengetahui keadaan hidup kita di masa yang lampau tetapi juga berkuasa untuk merubah masa depan kita. Sekarang pandangan perempuan ini berubah. Ia melihat Yesus sebagai pribadi yang dapat memuaskan dahaga jiwanya.
Pertemuan perempuan Samaria dengan Yesus merubah hidupnya. Itu sebabnya kita semua musti merindukan campur tangan Tuhan. Pertemuan dengan Tuhan mengerjakan pembaharuan. Hanya Kristus yang bisa membuat hidup kita berubah.
Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." (ayat 25). Perempuan ini tahu akan Mesias, tetapi tidak mengenal Mesias, padahal sudah berdiri di depannya. Selama ini ia hanya tahu menimba air dari sumur Yakub dengan ember yang sama. Selama ini kehidupannya biasa-biasa saja. Tetapi waktu ia bertemu dengan Yesus, ia tinggalkan ember itu. Ia tinggalkan cara hidupnya yang lama. Ia berhenti percaya kepada hal-hal yang alamiah.
Ketika perempuan ini mengalami perubahan dari Tuhan, ia mulai bersaksi kepada penduduk kota Samaria. Tuhan mengubah seorang wanita biasa menjadi penginjil yang diurapi. Perempuan Samaria ini menjadi saksi dari kebaikan-kebaikan Tuhan. Perempuan Samaria, yang tadinya hidupnya tidak benar, sekarang menggoncang kota Samaria dan membawa orang-orang bertemu Yesus dan memuliakan Allah.
Tuhan mempunya rencana yang indah dalam hidup kita masing-masing. Karena itu mari kesampingkan segala sesuatu yang duniawi supaya yang baru dari Tuhan masuk dalam hidup kita. Jangan pernah membuang-buang tenaga anda mencari air dunia yang tidak pernah dapat memuaskan anda dan tidak bisa menjamin hidup anda. Datanglah kepada Yesus. Yesus berkuasa merubah hidup anda, melepaskan dari ikatan-ikatan duniawi kepada ikatan kasih Illahi. Tuhan berjanji memberikan kepada kita Air Kehidupan yang dapat memuaskan dahaga kita. Kalau anda belum puas dengan kekristenan anda, inginkanlah sesuatu lawatan yang spesial dari Tuhan. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pastor Gordon Labauve (Amerika), Minggu 18 Oktober 2009 (Ibadah Raya II
| BACA JUGA INI : |