EFESUS 1:7-8.
“Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.”
Kekayaan Kasih Karunia Tuhan dalam Pertobatan. Filipi 3:7-8.
Saya berharap dalam ibadah kita bukan sekedar bernyanyi dan mendengar Firman Tuhan, tetapi harus mengalami perubahan hidup. Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen, pemain organ di gereja, peserta koor, tetapi saya harus akui bahwa saya bukanlah seorang Kristen sejati. Saya bisa menyanyikan lagu pujian dengan baik, tetapi hati saya tidak berubah. Hidup saya sama dengan orang-orang yang tidak percaya ; suka berbohong, tidak pernah baca Alkitab, tidak taat kepada Firman Tuhan, dlsb. Saya mencoba mencari segala macam kesenangan duniawi tetapi itu tidak bisa memuaskan hati saya. Hidup saya malah semakin hampa dan tidak berarti. Puji Tuhan, tahun 1969 saya mendengar satu kesaksian dalam sebuah KKR di Manila, yang menuntun saya mendapat kepastian di dalam Yesus. Sejak itu, saya membaca Alkitab setiap hari. Hidup saya berubah. Yang tadinya pemarah dan egois sekarang menjadi penyabar. Saya yakin, kalau Anda benar-benar lahir baru, sikap dan karakter anda pasti berubah. Adik perempuan saya menyerahkan hidupnya kepada Kristus setelah melihat perubahan dalam diri saya. Karena itu, apakah Yesus segala-galanya dan yang utama dalam hidupmu? Hiduplah menurut kehendakNya.
Kekayaan Kasih Karunia Tuhan tidak boleh dianggap sembarangan. Efesus 3:14-17
Banyak di antara kita yang sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun di dalam Tuhan, tetapi jarang membaca Alkitab. Seringkali kebiasaan-kebiasaan buruk lebih menguasai hidup kita dibandingkan Firman Tuhan. Kita menganggap remeh kasih karunia Allah bagi kita.
Suatu waktu saya diundang untuk mengadakan konser pujian pada pertemuan wanita Gereja Presbyterian, California, Amerika. Ketika saya berlatih, mendadak suara saya hilang tanpa sebab. Kemudian Tuhan menuntun saya membaca Mazmur pasal 145 “..Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya..”. Saya minta ampun kepada Tuhan, dan memohon pemulihan suara saya. Allah mau supaya saya mempersembahkan talenta saya sepenuhnya kepada Tuhan. Sebab bisa saja kita menyanyi tetapi hati kita tidak sungguh-sungguh menyembah Allah. Kalau Anda mempunyai suara yang bagus, pakailah untuk kemuliaan Allah. Semua talenta yang kita miliki datang dari Allah. Dan kapan saja Tuhan bisa mengambilnya kalau Ia mau. Saya mengajak Anda untuk membawa kasih karunia dalam diri kita untuk memuliakan Allah saja. Jangan pernah punya hasrat untuk membesarkan diri kita dengan kasih karunia Allah yang kita miliki. Ayah saya seorang penyanyi di gereja di Manila. Tetapi ia meninggalkan pelayanan itu demi bekerja di Guam. Dan ketika ia mengalami kanker paru, ia sangat menyesal karena tidak melayani Tuhan padahal dia memiliki suara yang baik.
Kekayaan kasih karunia Tuhan sebagai Misionari. Yesaya 43:1-5.
Tahun 1992 saya mengunjungi India dan bertemu dengan Mother Theresa. Kemudian Tuhan memanggil saya sebagai misionari di India. Negara India dan Afrika sebenarnya tidak saya sukai, sebab saya alergi debu. Sehingga pada awal pelayanan di sana, saya menemukan beberapa kendala. Tetapi kemudian Tuhan menolong dan menguatkan saya. Selama pelayanan di India, begitu banyak mujizat dan pertolongan Tuhan yang kami terima.
Suatu kali kami harus terbang dari Calcutta ke satu daerah bernama Misram untuk mengunjungi sebuah Sekolah Alkitab. Menunggu counter check-in penerbangan dibuka, saya meletakkan tas di sebuah troli. Tas ini berisikan dana misi kami dari Singapore sebesar SGD 3000 yang sudah dikonversikan ke Rupee, mata uang India. Ketika counter check-in dibuka, ternyata tas saya sudah raib. Lalu saya lapor ke petugas bandara dan mereka mengajak saya untuk melihat kembali posisi saya sebelumnya melalui CCTV. Tetapi karena monitor kamera itu sudah tua, maka hasilnya tidak jelas dan tas saya tidak kelihatan di monitor. Petugas bandara tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya kami pergi ke Misram tanpa membawa dana pelayanan missi. Namun ketika kami sudah tiba di Sekolah Alkitab di Misram, pimpinan sekolah menyambut kami dan berkata bahwa petugas bandara Calcutta menelepon dan memberitahukan bahwa tas kami sudah ditemukan. Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Ada tiga mujizat yang terjadi dalam peristiwa ini :
Allah pasti selalu menyertai dan melindungi kita, asalkan hati kita melekat kepada-Nya. Mazmur 91:14,15. Banyak orang Kristen menginginkan perlidungan Tuhan, meminta kesembuhan, menginginkan berkat besar dari Tuhan tetapi hatinya tidak melekat kepada Tuhan. Firman Allah katakan bahwa untuk mengasihi Tuhan kita musti mentaati Firman Tuhan. Hanya dengan demikian kita bisa menantikan perlindungan Tuhan.
Bagaimana Respon kita kepada kasih Karunia Tuhan? Efesus 3:17-19.
Kalau kita sudah menerima seluruh kepenuhan Allah, maka kita harus lakukan segala yang terbaik dalam hidup kita bagi Allah. Para orangtua harus memberikan yang terbaik untuk mendidik anak-anak di dalam takut akan Tuhan. Orang-orang muda harus melakukan yang terbaik dalam hidupnya untuk Tuhan. Para pekerja harus memberikan yang terbaik dalam pekerjaan, sehingga orang lain melihat dan memuliakan Allah. Puji Tuhan.
Ringkasan Khotbah Mrs. Simon Chan (Singapore), Minggu 7 Februari 2010 (Ibadah Raya I)
| BACA JUGA INI : |