BILANGAN 11:1-6
Tuhan mengerahkan kedahsyatanNya supaya bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Tetapi di tengah perjalanan menuju tanah Kanaan, bangsa Israel bersungut-sungut kepada Tuhan.
Salah satu perilaku anak Tuhan yang paling dibenci Tuhan adalah persungutan. Itu sebabnya banyak ayat firman Tuhan yang menganjurkan kita untuk selalu bersyukur dalam segala hal, meskipun dalam percobaan. Ada kuasa yang besar dalam ucapan syukur. Ibadah kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan (I Timotius 6:6).
Dosa bersungut-sungut sangat berbahaya. Kenapa? Bilangan 11:1. Waktu Tuhan mendengar omelan orang-orang Israel, bangkitlah murka Tuhan dan mengirimkan api untuk membinasakan orang-orang yang bersungut-sungut. Seringkali kita menganggap bahwa dosa-dosa besar dan berbahaya itu adalah seperti perzinahan, korupsi, dll. Ternyata bersungut-sungut, yang seringkali bisa berada dalam perasaan kita dan keluar di mulut kita adalah sesuatu yang Tuhan tidak senangi. Akibat bersungut-sungut dibakar = “tabera” (bhs Ibrani). Bilangan 11:3. Karena itu dalam Filipi 2:14 dikatakan “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.”
Bilangan 11:4-6. Orang-orang bajingan dalam bahasa Ibrani menggunakan kata 'arab' artinya yang berbeda dicampur bersama. Dalam Alkitab NJKV disebut 'mixed people' artinya orang-orang campuran, sedangkan dalam NIV disebut 'rabble' yaitu orang-orang yang tidak bisa diatur. Jadi ada orang-orang di antara bangsa Israel yang bukan orang Israel tetapi kemudian ikut rombongan Israel. Keluaran 12:38. Kemungkinan besar mereka adalah orang-orang yang terpesona oleh mujizat Tuhan di Mesir, atau juga mereka menikah dengan orang-orang Israel sehingga mereka ikut. Kita juga tidak bisa menjadi anak-anak Tuhan campuran ; separuh anak Tuhan, separuh anak dunia. Tuhan tidak mau mempunyai anak-anak yang tidak bisa diatur. Kita memang masih hidup di dunia, masih bekerja di dunia, masih sekolah di dunia, tetapi kita bukan milik dunia ini. Di dalam Yesus kita adalah orang-orang surgawi, anak-anak Tuhan.
Bilangan 11:5 “Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.” Orang-orang Israel sudah keluar dari tanah Mesir tetapi hati mereka masih di Mesir, selera mereka masih selera Mesir. Mereka ingin kembali ke Mesir, padahal di Mesir mereka adalah budak-budak, miskin dan melarat. Ini yang saya maksudkan jebakan. Iblis membuat jebakan-jebakan bagi anak-anak Tuhan yang sedang menuju kepada kesempurnaan, kepada keselamatan yang kekal supaya kembali ke perbudakan dosa.
Bilangan 11:6. Orang-orang Israel teringat Mesir dan menghina Tuhan dengan mengecilkan roti dari sorga yaitu manna. Juga katanya mereka kurus kering padahal dalam kitab Ulangan 29:5 dijelaskan bahwa selama di padang gurun mereka tidak pernah sakit, pakaian dan sepatu mereka tidak rusak. Tuhan memberikan kesehatan kepada mereka.
Orang-orang Israel teringat kepada Mesir karena mereka ingin makan daging. Teringat itu ada hubungannya dengan keinginan. Keinginan itu sampai dalam tingkat tertentu akan menjadi nafsu. Hati-hati dengan keinginan dunia. Baca I Yohanes 2:15-17. Keinginan bisa berubah menjadi nafsu. Keinginan dunia bisa membuat kita terhalang untuk memperoleh keselamatan. Kita masih di dalam dunia tetapi kita bukan milik dunia lagi. Yohanes 15:18-19. Pada saat kita terima Yesus, saat itulah kita menjadi anak-anak Tuhan.
Sangat berbahaya kalau teringat Mesir atau dunia. Bilangan 11:31-34. Karena mereka menangis minta daging, Tuhan berikan mereka daging. Mereka begitu rakus, belum sempat dikunyah sudah dimasukkan lagi ke mulutnya, sehingga sampai keluar di hidung dan telinga. Akibatnya Tuhan marah dan mendatangkan tulah, penyakit. Dengan tulah itu matilah semua orang yang bernafsu rakus dan dikuburkan di 'Kibrot-Taawa' artinya kuburan orang-orang bernafsu. Menyedihkan. Janganlah kita dilanda nafsu duniawi.
Bagaimana supaya kita anak-anak Tuhan tidak terpengaruh oleh dunia dan keinginannya? Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Cara kita supaya tidak teringat atau terpengaruh kepada dunia ini adalah melalui pembaharuan pikiran kita. Efesus 4:23. Roh dan pikiran kita harus selalu dibaharui. Dan cara pembaharuan itu adalah dengan mencari perkara yang di atas. Kolose 3:1-5 “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.” Kita musti mencari perkara-perkara yang di atas di mana Kristus ada. Bd. Matius 6:33. Itu sebabnya saya selalu anjurkan supaya para orang tua membawa anak-anak kepada Tuhan, mendoakan mereka, sehingga hati dan pikiran mereka mengasihi Tuhan. Jangan sibuk cari dunia saja, tetapi utamakan perkara yang di atas. Sediakan waktu Anda untuk baca Alkitab, berdoa, menyembah Tuhan dan beribadah. Sebab pikiran ini didominasi oleh segala macam kepentingan-kepentingan duniawi. Tetapi kalau kita latih pikiran kita untuk memikirkan perkara-perkara di atas, maka Tuhan akan baharui pikiran kita melalui FirmanNya, melalui pekerjaan Roh Kudus.
Kalau Tuhan bekerja dalam pikiran kita, maka kita tidak mudah terjebak oleh godaan-godaan duniawi. Kita bukan kembali ke Mesir tetapi terus berjalan maju ke tanah Perjanjian yang kekal. Haleluyah
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 14 Februari 2010 (Ibadah Raya I)
| BACA JUGA INI : |