Ulangan 1:36
Dalam Alkitab kita baca, dalam generasi tertentu terjadi ada orang-orang yang diselamatkan dan ada yang dibinasakan. Contohnya generasi Nuh, hanya Nuh dan keluarganya berjumlah 8 orang yang selamat, selebihnya dari generasi itu dibinasakan Tuhan dengan air bah. Dari penduduk Sodom dan Gomora hanya Lot dan dua putrinya yang selamat, selebihnya dibinasakan Tuhan dengan api belerang. Dalam pelayanan Yesus, ribuan orang yang mengikuti dan mendengar setiap pengajaran Yesus, tetapi kitab Kisah Para Rasul mencatat bahwa hanya 120 orang yang saja yang taat dan menantikan turunnya Roh Kudus di kamar loteng Yerusalem sebagaimana Yesus pesankan.
Bangsa Israel, ketika keluar dari Mesir ditaksir berjumlah 3 juta orang. Tetapi dalam ayat di atas kita membaca bahwa dari generasi itu hanya Kaleb dan Yosua yang berhasil masuk tanah Kanaan. Selebihnya mati di padang gurun.
Ini merupakan satu tantangan bagi kita yang hidup di zaman ini. Apakah kita menjadi generasi yang berhasil masuk ke tanah perjanjian yaitu sorga yang kekal atau berhenti di tengah jalan dan binasa. Tentu kita mau menjadi generasi yang diselamatkan. Untuk bisa sampai ke tanah perjanjian memang bukanlah hal yang mudah. Beberapa teman hamba Tuhan di Poso terpaksa meninggalkan pelayanan karena situasi dan kondisi pelayanan yang sangat berat di Poso. Tetapi kita percaya, bahwa di mana saja kita berada Tuhan pasti menyertai dan sanggup menolong.
Apa keistimewaan yang dimiliki Kaleb, sehingga ia menjadi salah satu dari generasinya yang memasuki tanah Kanaan :
1. Sepenuh hati mengikuti Tuhan (Ulangan 1:36).
Banyak orang Israel mati di padang gurun hanya karena mereka tidak sepenuh hati mengikuti Tuhan. Mereka mengomel, menggerutu dan memberontak kepada Tuhan. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi orang yang tidak sepenuh hati alias munafik. Di Poso, saya selalu berusaha melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Kalau mengingat bahaya yang mengancam hidup kami, mungkin sudah dari dulu kami tinggalkan Poso. Gereja yang saya layani dua kali dibakar oleh kelompok tertentu. Tetapi kami tidak mengomel atau menggerutu kepada Tuhan. Bagi kami peristiwa ini adalah proses supaya iman kami murni dan kokoh. Itu sebabnya, setiap kali gereja dibakar, kami langsung dirikan lagi bangunan gereja. Kami pernah diserang sekitar jam 2 malam. Saya dan istri yang sedang hamil 8 bulan harus lari sekuat tenaga ke arah pegunungan untuk menghindari tembakan senjata mesin. Istri saya jatuh ke sungai tetapi Tuhan menolong dan melindunginya. Waktu anak kami sudah lahir, juga pernah mengalami serangan. Kami hanya bisa bersembunyi di balik tiang listrik supaya terhindar dari rentetan peluru. Masih banyak lagi peristiwa-peristiwa mengerikan tetapi ajaib yang kami alami di tempat pelayanan di Poso. Namun kami tidak menjadi lemah melayani Tuhan. Kami tetap sepenuh hati melayani Dia. Jangan pernah setengah hati mengikut Tuhan hanya karena kecewa, hanya karena sakit hati atau karena beratnya tekanan hidup. Kalau kita mau menduduki tanah perjanjian, kita harus sepenuh hati mengikuti Tuhan.
2. Setia ikut Tuhan. Yosua 14:10-11.
Kaleb berkata bahwa kekuatannya, kemampuannya, semangatnya sama seperti 45 tahun lalu ketika Tuhan menetapkannya untuk masuk tanah Kanaan. Sudah berapa tahun Anda ikut Tuhan. Apakah semangat Anda mengiring Tuhan loyo ataukah masih menyala-nyala seperti dahulu? Kaleb, walaupun umurnya sudah 85 tahun, tetapi semangatnya sama seperti 45 tahun lalu. Ia tetap setia walaupun usia sudah lanjut. Apakah semangat dan kesetiaan Anda pudar seiring dengan usia yang semakin tua? Kita harus setia kepada Tuhan. Perhatikan Matius 24:13 ; ‘Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.’ Hanya orang yang setia yang berhak menerima keselamatan. Beberapa kali saya diajak untuk pindah pelayanan dari Poso. Tetapi saya tahu bahwa panggilan pelayanan saya adalah di Poso. Jadi meskipun saya mengalami banyak tantangan dan tekanan, saya mau belajar setia melayani Tuhan. Sebab Tuhan menghendaki orang-orang yang setia. Kalau setia dalam perkara kecil maka Tuhan akan percayakan hal-hal yang besar.
3. Berani. Yosua 14:12.
Tuhan membutuhkan orang-orang yang berani, bukan pengecut atau penakut. Dalam Wahyu 21:8 dicatat bahwa penakut akan masuk neraka. Jangan menjadi orang yang takut ; takut mengakui Yesus sebagai Tuhan, takut mengaku sebagai orang Kristen, takut bersaksi tentang Yesus kepada orang lain.
Suatu kali, ketika kerusuhan terjadi razia KTP di Poso, ada pendeta yang menyangkal imannya dengan mengaku bukan Kristen. Memang orang itu lolos dan dibiarkan hidup. Namun lebih berharga mati karena iman kepada Yesus daripada hidup tetapi akhirnya mengalami kebinasaan kekal.
Saya dan keluarga berulangkali diteror. Di depan rumah saya pernah dipertontonkan, kepala seorang hamba Tuhan yang mati dipenggal ditaruh di atas kap mobil sedangkan tubuhnya ada di dalam mobil. Juga pernah terjadi, dimana satu kepala dari tiga siswi yang mati dipenggal di Poso, yang pernah santer diberitakan di media elektronik, diletakkan di belakang dapur saya. Saya tidak takut sama sekali sebab ada Roh Kudus yang selalu memberikan kekuatan dan keberanian untuk menghadapi segala bentuk teror. Kalau kita berani menghadapi setiap resiko dan tantangan, maka kita pasti masuk tanah perjanjian.
Kaleb berhasil masuk tanah Kanaan serta berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dan mendapatkan satu pegunungan yang luas, tanah yang subur, karena ia seorang yang setia, sepenuh hati dan tidak takut terhadap musuh-musuh. Demikian juga dengan kita, apabila kita sepenuh hati mengikuti Tuhan, setia dan berani karena Roh Kudus ada dalam hidup kita, maka berkat-berkat Tuhan yang besar pasti dilimpahkan dalam hidup kita dan nanti kita masuk ke tanah perjanjian yaitu sorga yang kekal. Tuhan Yesus memberkati.
Ringkasan Khotbah Pdt. Stephen Dayoh (Poso, Sulteng), Minggu 21 Maret 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |