Matius 6:22-23
Dalam ayat di atas Yesus menyampaikan bahwa jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Mata berbicara tentang sudut pandang atau perspektif. Mata jasmani kita merupakan pancaran dari mata hati kita. Pandangan mata jasmani ini dibentuk/dijadikan dari nilai-nilai yang ada di hati kita.
Efesus 1:18 berbunyi : “....supaya Ia menjadikan mata hatimu terang....” Sudut pandang kita akan menentukan bagaimana dan seberapa jauh anda melangkah. Karena itu jangan mempunyai sudut pandang yang sempit atau picik. Yesus berkata kalau mata kita baik maka tubuh kita penuh dengan terang. Mata yang baik adalah mata yang tertuju kepada Yesus, kepada perkara-perkara rohani.
Yakobus 1:18. Orang yang mendua hati adalah orang yang selalu bimbang dan tidak mempunyai sudut pandang yang fokus. Seorang komentator Alkitab berkata bahwa orang yang mendua hati adalah orang yang mempunyai dua roh, yang selalu berubah-ubah pendapat dan tujuan hidupnya. Gereja harus mempunyai mata rohani yang fokus kepada Tuhan.
Beberapa penghalang untuk mempunyai sudut pandang yang baik ;
1. Tidak menghormati Firman Tuhan. Kita akan kehilangan sudut pandang yang benar ketika Firman Tuhan tidak lagi menjadi prioritas. Markus 7:9-13. Sebagian orang menjadikan tradisi lebih tinggi nilainya dari Firman Tuhan. Tradisi bisa membatasi kuasa Firman Tuhan. Apabila tradisi lebih tinggi dari Firman Tuhan maka anda akan kehilangan sudut pandang yang baik. Tradisi anda berpadanan dengan Firman Tuhan.
2. Lelah. Untuk menjalani hidup yang seimbang, pastikan hidup anda sedang menantikan Allah. Sebab orang yang menantikan Allah mendapat kekuatan baru ; berlari tidak menjadi lesu dan berjalan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:31. ). Kalau tidak, anda akan kehilangan sudut pandangmu.
3. Mandul. 2 Samuel 6:16-23. Mikha, menganggap rendah Daud, ketika Daud menari-nari di hadapan tabut Allah. Alkitab jelaskan ia mandul dan tidak mempunyai anak. Ternyata kemandulan juga bisa membuat kita kehilangan sudut pandang yang baik. Buah itu tidak datang dengan tiba-tiba tetapi harus ada benih positif yang ditabur.
4. Depresi. Jangan pernah memandang remeh akan sesuatu yang sudah anda lakukan. Apabila anda tidak bisa menghargai diri sendiri, bagaimana mungkin orang lain bisa menghormati anda. Hal itu akan membuat anda semakin tertekan. Jangan pernah mengatakan yang negatif tentang dirimu, tetapi perkatakanlah iman.
Bangsa Israel tidak bisa mendengar Firman Tuhan yang disampaikan Musa karena mereka putus asa. Keluaran 6:9. Depresi atau putus asa membuat telinga rohani kita tidak bisa mendengar kehendak Tuhan. Solusinya adalah memuji-muji Tuhan di tengah depresi. (Mazmur 63:1). Di dalam Yehuda Allah dikenal. Yehuda adalah pujian. Ketika kita memuji Tuhan maka kita akan mengenal Allah. Pujian sanggup mengembalikan sudut pandang yang benar.
5. Bereaksi terus tentang masa lalu. Matius 18:21-35 mencatat perumpamaan tentang seorang pelayan yang berhutang sepuluh ribu dinar. Karena ia tidak sanggup membayarnya, ia memohon belas kasihan raja, sehingga hutangnya dihapuskan. Tetapi ketika ia keluar dan bertemu dengan seorang yang mempunyai hutang 100 dinar kepadanya, ia mencekiknya dan memaksanya untuk membayarnya.
Kalau engkau hidup di masa lalu, tanpa pertobatan, maka engkau tidak akan mengerti pengampunan. Kita tidak bisa hidup dengan masa lalu. Yusuf, memiliki masa lalu yang begitu sukar. Ia pernah dijebloskan ke penjara tanpa kesalahan. Namun Yusuf mempunyai sudut pandang yang luar biasa. Salah seorang anaknya diberi nama Manasye, artinya Allah membuat aku lupa masa laluku. Ia melupakan masa lalunya dan memandang kepada pengharapan yang Tuhan sediakan di depan.
6. Marah. Pengkhotbah 7:9. Kemarahan itu berdiam di lubuk hati orang fasik. Musa diperintahkan Allah untuk berbicara saja kepada batu karang supaya keluar air. Tetapi karena marah, Musa memukul gunung batu dengan tongkatnya. Di Mesir, karena marah, Musa pernah membunuh seorang Mesir. Akibatnya, Musa hanya bisa melihat dari jauh tanah Kanaan, tetapi tidak bisa memasukinya. Ketika engkau marah engkau akan kehilangan sudut pandangmu.
7. Roh yang independen / menyendiri. Surat III Yohanes adalah sebuah surat yang singkat sekali. Tetapi isinya menyinggung tentang Diotrefes yang sering membuat masalah dalam gereja karena mempunyai sikap menyendiri atau menang sendiri. Dalam pekerjaan Tuhan kebersamaan sangat diperlukan. Orang yang suka menyendiri selalu mencari keinginan sendiri (Amsal 18:1). Sangat sukar untuk mengikuti orang yang suka menyendiri, karena mereka tidak punya sudut pandang yang baik. Kehidupan ini selalu tentang dirinya sendiri, bukan tentang Yesus.
8. Membangun tanpa hamba Tuhan. I Tesalonika 5:12,13. Paulus menulis kepada jemaat Tesalonika bahwa jemaat harus menghormati para hamba Tuhan atau gembala. Sebab Gembala adalah pemberian Allah kepada jemaat-jemaat. Efesus 4:11. Anda akan kehilangan sudut pandang apabila anda tidak menghargai hamba Tuhan.
9. Membangun tanpa melihatkan istri atau suami. Alkitab katakan bahwa suami dan istri adalah satu daging alias satu tim. Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa memberitahu suami atau istrimu. Bekerjasamalah dengan istri anda. Para istri juga harus bekerjasama dengan suami, sehingga pernikahanmu sehat.
10. Motivasi yang salah. Arti sederhana dari hikmat adalah melakukan hal yang benar dengan cara yang benar untuk alasan yang benar.
11. Melayani tanpa pengurapan. Zakharia 4:6 – “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.” Kalau anda ingin hadirat Tuhan terjadi di ibadah jemsel-jemsel anda, mintalah pengurapan Tuhan. Kita tidak cukup memiliki pengetahuan Firman yang baik, tetapi juga pengurapan Roh Kudus.
12. Mencengkeram tangan. Kalau tanganmu tercengkeram kuat alias pelit, Allah tidak bisa berikan yang lebih banyak kepada anda. Tetapi kalau engkau hidup dengan tangan terbuka maka Allah akan mencurahkan banyak berkat. Buka tanganmu dan buka hatimu maka Allah akan memberikan yang lebih banyak. Yesus berkata, ukuran yang engkau gunakan untuk memberi akan diukurkan kembali kepadamu. Orang yang kikir akan kehilangan sudut pandangnya yang baik.
Mintalah pengudusan dari Tuhan untuk sudut pandang yang baik, sehingga seluruh tubuhmu terang, tidak dikuasai kegelapan. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. Rudy Furlong (Adelaide, Australia), Minggu 25 April 2010
| BACA JUGA INI : |