MATIUS 13:44-46
Dalam Kisah Para Rasul 1:3 diberitahukan bahwa selama 40 hari dari kebangkitanNya, Yesus berulangkali menampakkan diri kepada murid-murid dan berberbicara tentang Kerajaan Allah. Kerajaan Allah dalam ayat pokok di atas diumpamakan seperti harta karun dan mutiara yang terpendam. Artinya hal Kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang biasa-biasa atau murahan, melainkan sesuatu yang sangat mahal dan sangat tinggi nilainya. Kekristenan adalah penebusan Allah atas manusia melalui karya Yesus di kayu salib. Allah menebus manusia dengan harga yang mahal sekali.
Sejak dahulu, Allah ingin membangun Kerajaan Allah di bumi ini, yakni bagaimana supaya sifat-sifat Allah, karakter Allah menguasai bumi. Tetapi maksud itu gagal karena Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa.
Tetapi sekarang, Gereja mempunyai mandat yang dibaharui yaitu : “...kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8). Karena itulah gereja-gereja Pentakosta dan Kharismatik, gereja-gereja yang percaya akan kuasa Roh Kudus, mengalami perkembangan yang pesat sekali. Gerakan Pantekosta lahir kembali tahun 1906 di Azusa Street, Amerika. Kemudian menyebar ke negara-negara di dunia. Gerakan Roh Kudus ini masuk ke Indonesia tahun 1921 melalui dua hamba Tuhan dari gereja Betel Temple, Seattle, Amerika. Tetapi informasi terkini menyebutkan bahwa sekarang ini sudah ada sekitar 1 milyar penduduk dunia penuh Roh Kudus. Kenapa peristiwa luar biasa ini bisa terjadi ? Karena Roh Kudus yang sudah dicurahkan ke bumi bertujuan untuk membangun Kerajaan Allah di bumi. Roh Kudus bekerja dengan luar biasa kepada gerejaNya.
Yesus bukan hanya memberi kuasa kepada gerejaNya, tetapi juga memberikan visi dan misi yang jelas yaitu menjadi SAKSI di tengah dunia. Inilah tugas utama gereja khususnya yang sudah mengalami kepenuhan Roh Kudus. Kepenuhan Roh Kudus bukanlah sebagai 'koleksi' Kristiani. Orang yang sudah dipenuhkan Roh Kudus harus siap untuk mengemban tugas yang Tuhan berikan. Sebab hidup kita ini adalah sebuah penugasan sementara di dunia ini.
Sebagai orang percaya kita harus tahu apa tugas dan tujuan kita. Sangat disayangkan kalau ada orang Kristen yang tidak tahu tujuan hidupnya. Janganlah punya mentalitas pengemis, yakni datang kepada Tuhan hanya butuh sesuatu. Janganlah datang kepada Tuhan hanya untuk meminta sesuatu. Kalau anda diberikan talenta atau berkat-berkat rohani lainnya, gunakanlah dengan maksimal untuk tujuan Tuhan. Periksa hati kita, apakah selalu ada dorongan untuk mencapai tujuan Tuhan dalam hidup ini? Apa dan bagaimana hidup anda sesudah dipenuhkan Roh Kudus.
Dalam perumpamaan di atas dijelaskan, bahwa orang yang menemukan harta karun itu menjual segala miliknya demi mendapatkan harta terindah itu. Ia sangat bersukacita karena memperoleh harta itu. Dalam hidup ini kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Pilihan yang menyangkut moral dan kehidupan rohani kita. Dan seringkali hidup kita terpengaruh oleh panca indra kita. Kita lebih mengutamakan hal-hal yang kelihatan. Adam dan Hawa ketika memilih jalan dosa, mereka ditinggalkan Roh Allah. Mereka mati rohani. Sebelumnya hidup mereka dipimpin oleh Roh, tetapi sekarang dipimpin daging. Seluruh jalan hidupnya ditentukan daging.
Karena itulah Yesus datang ke dunia untuk memulihkan sesuatu yang hilang dari manusia, yaitu kuasa Roh Kudus. Tanpa disadari, semua manusia di dunia ini sebenarnya sedang mencari kuasa. Mengumpulkan harta banyak supaya mendapat kuasa yang besar. Sekolah tinggi-tinggi supaya kelak mendapat kuasa. Yesus datang ke dunia untuk memberikan kuasa yang sejati kepada orang yang percaya kepadaNya. Yohanes 1:12 – “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”. Namun 'kuasa' di sini adalah 'exousia' artinya hak, wewenang. Belum kuasa seperti yang diberikan kepada Adam dan Hawa. Karena itulah sebelum Yesus naik ke surga, Ia menjanjikan kuasa (dunamis) yang akan diterima melalui Roh Kudus.
Simon Petrus, sebelum penuh dengan Roh Kudus adalah seorang penakut. Petrus berani menyangkal Yesus sebanyak tiga kali ketika Yesus ditangkap dan dianiaya. Padahal Petrus hidup dan melayani dengan Yesus selama 3½ tahun. Namun dalam Kisah Para Rasul pasal dua kita baca, bahwa setelah dipenuhkan Roh Kudus, Petrus menjadi seorang pemberani. Dengan berani ia menyampaikan berita keselamatan di hadapan ribuan orang. Petrus mengalami perubahan setelah penuh Roh Kudus. Itu sebabnya, Roh Kudus merupakan harta berharga yang diberikan Tuhan kepada gereja Tuhan.
Saya yakin ketika anda mendengar satu janji Tuhan dalam Kisah 1:8 dan menerimanya dengan tanggungjawab maka anda akan mengalami perubahan hidup. Efesus 5:18. Kepenuhan Roh adalah perintah bagi gereja, bukanlah tawaran. Kepenuhan Roh adalah satu keharusan.
Umumnya janji Tuhan dinyatakan ketika tekanan, masalah atau percobaan datang. Kenapa? Sebab biasanya dalam percobaanlah kita sungguh-sungguh mencari Tuhan. Karena itu, kalau anda ingin dipenuhkan Roh Kudus, mintalah dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Roh Kudus adalah oknum atau pribadi, maka untuk dipenuhkan Roh Kudus, harus ada kehausan atau kerinduan akan Roh Kudus. Ketika kita merindukan Roh Kudus, maka Ia akan memenuhi hidup kita. Kita harus menghargai kehadiran Roh Kudus dan menuruti segala tuntunan Roh Kudus. Hormatilah Roh Kudus, maka Ia akan diam dalam hidup kita.
Pernahkah anda bayangkan bahwa Roh Kudus itu begitu berharga seperti harta karun dan mutiara yang tinggi nilainya. Roh Kudus adalah pribadi yang sanggup melakukan kuasa yang besar dalam hidup kita. (Efesus 1:19-20).
Kerajaan berarti berbicara tentang kuasa. Di dunia ini semua orang berburu kuasa ; mengumpulkan harta banyak-banyak supaya mendapat kuasa yang besar. sekolah tinggi-tinggi supaya kelak memiliki kuasa, dlsb. Tetapi KUASA yang sebenarnya hanya ada di dalam Roh Kudus. Kalau kita memiliki Roh Kudus kita memiliki kuasa yang sejati. Kuasa yang membuat kita menang di atas dosa. Kuasa yang membuat kita sampai kepada kekekalan. Karena itu mintalah Roh Kudus dan hiduplah sebagai SAKSI Kristus. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. Paul F. Wakkary, Minggu 16 Mei 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |