KEJADIAN 17:7
“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.”
Dalam bahasa Inggris kita menemukan dua kata yang berbeda tentang JANJI atau PERJANJIAN. Pertama adalah ‘promise’ dan yang kedua adalah ‘covenant’. Janji (promise) adalah perjanjian yang dibuat antara manusia dengan manusia. Perjanjian ini berlaku dalam kurun waktu yang terbatas. Sedangkan perjanjian (covenant) adalah perjanjian Allah dengan manusia. Perjanjian ini sifatnya kekal.
Kita seringkali membuat banyak janji tetapi kerapkali janji itu kita langgar atau tidak ditepati. Satu-satunya janji yang kekal dan selalu ditepati adalah janji Allah. Firman Tuhan tidak pernah kembali dengan sia-sia tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendaki Tuhan (Yesaya 55:11).
Dalam ayat di atas (Kejadian 17:7), Allah mengikat perjanjian dengan Abraham. Perjanjian itu bukan hanya kepada Abraham tetapi juga untuk seluruh keturunan Abraham sepanjang masa. Setiap kali Allah mengadakan perjanjian, selalu diteguhkan dengan tanda darah. (Baca Kejadian 12:3). Allah meminta supaya Abraham mempersembahkan Ishak anaknya sebagai korban sembelihan kepada Tuhan. Tentu ini sesuatu yang berat bagi Abram, sebab Ishak adalah anak yang diterima Abraham ketika usianya sudah lanjut. Tetapi Abraham percaya dan taat kepada Allah. Namun ketika Abraham hendak menyembelih Ishak, Tuhan menghalanginya dan memberikan gantinya seekor domba. Di sini kita mengetahui bahwa setiap kali Tuhan mengikatkan perjanjian selalu ada darah yang tercurah.
Tuhan berkata ; “....Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:2-3). Perjanjian ini adalah perjanjian kekal. Tuhan juga berjanji bahwa keturunan Abraham akan seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut. Apakah Allah setia dengan perjanjianNya? Ya, terbukti sampai saat ini hampir 3 milyar penduduk dunia adalah keturunan Abraham, yakni orang-orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan.
Dalam Kejadian 9:13 Tuhan berjanji kepada Nuh bahwa bumi tidak akan dimusnahkan lagi dengan air bah. Perjanjian kekal itu ditandai dengan pelangi. Setiap kali pelangi muncul, kita mengingat perjanjian Tuhan bahwa dunia ini tidak akan dihancurkan dengan air bah. Tahun 2004 beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia dilanda tsunami, tetapi bencana ini tidaklah melenyapkan seluruh bumi ini. Allah tetap mengingat perjanjian dengan umatNya.
Tradisi pada zaman dahulu, kalau dua orang membuat perjanjian, masing-masing mereka akan mengiris bagian tubuh mereka sampai darah keluar. Tubuh yang terluka itu kemudian disatukan sehingga darah keduanya bercampur. Perjanjian itu sangat sangat mengikat mereka. Perjanjian merupakan sebuah pertukaran. Misalnya perjanjian dalam perkawinan ; Kalau ada pemuda kaya menikahi pemudi yang miskin, maka pemudi miskin itu tidak miskin lagi sebab ia sudah sama dengan suaminya.
Dalam kitab Suci kepercayaan terbesar di negeri saya, India, disebutkan bahwa harus ada darah yang murni yang tercurah untuk umat manusia supaya manusia diselamatkan. Tetapi sayang mereka tidakpercaya bahwa satu-satunya darah yang murni hanya ada di dalam Yesus Kristus.
Imamat 17:11. Zaman Perjanjian Lama, orang-orang Israel hidup dalam Hukum Taurat. Dan kitab-kitab Perjanjian Lama menulis bahwa Seseorang akan datang mencurahkan darahnya untuk pendamaian dosa manusia. Bahkan Yesaya dengan gamblang berkata bahwa namaNya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Orang Yahudi menanti-nantikannyakan sampai kitab Maleakhi. Tetapi karena tidak datang-datang, mereka lelah menantikan janji itu. Bahkan terjadi kekelaman selama 400 tahun, yaitu antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Orang Yahudi hidup dengan cara masing-masing dan tidak peduli lagi kedatangan Sang Penebus itu. Tetapi 400 tahun kemudian, malaikat Gabriel membawa kabar baik bahwa Yesus akan lahir dari rahim Maria dan akan lahir sebagai manusia yang tidak berdosa. Dan Injil Markus 14:24 berkata "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.” Yesus mencurahkan darahNya dan membuat perjanjian dengan semua manusia.
Sebelum percaya dan menerima Yesus, hidup kita penuh dosa dan tidak ada harapan. Saya pernah tiga kali meminum racun supaya mati karena saya merasa tidak ada harapan dalam hidup saya. Tetapi Tuhan Yesus sangat besar melindungi saya dan kemudian saya tahu bahwa Ia sudah menebus saya dan memberikan pengharapan. Siapakah kita sehingga Tuhan meninggalkan kemuliaanNya dan menyelamatkan kita. Siapakah kita sehingga Dia rela mencurahkan darah dan mengikatkan perjanjian dengan kita. Di India ada kasta-kasta atau golongan. Yang paling tinggi dan dihormati adalah kasta Brahmana dan yang paling rendah adalah Sudra. Kasta Brahmana tidak mau bergaul dengan kasta Sudra. Kasta Brahmana menganggap bahwa kasta Sudra adalah orang najis yang penuh dengan kekotoran. Padahal Alkitab berkata bahwa semua orang telah kehilangan kemuliaan Allah. (Roma 3:23). Artinya semua orang di dunia ini memerlukan darah Kristus untuk menguduskannya. Kita tidak bisa kudus dengan perbuatan baik kita, tidak bisa benar dengan hanya rajin beribadah dan berkorban. Hanya darah Yesus yang tercurah di kayu salib mampu menyucikan manusia. Karena itu setiap kali kita melihat kayu salib, kita mengingat perjanjian yang Tuhan adakan bagi kita. Di dalam Yesus kita bukan orang biasa-biasa lagi. Kita adalah anak-anak laki-laki dan anak perempuan dari Allah Bapa. Sebelumnya kita memang kotor dan melarat. Tetapi setelah menerima Yesus kita menjadi milik Kristus.
Berkat pertukaran dari perjanjian Allah di dalam darah Yesus adalah kita menerima kemuliaan, keselamatan, damai sejahtera, sukacita Kristus ganti dosa-dosa kita, kegagalan kita, penderitaan kita, kehidupan kita yang kurang berhasil. Karena itu jangan lupa akan Perjanjian Kekal ini. Ingat selalu bahwa sekutu kita adalah Yesus Kritus. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Ps. Dhaiva Spandana (India), Minggu 20 JUni 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |