Sebagai orang beriman, kita pasti pernah mengalami ujian menunggu. Mungkin menunggu suatu mujizat, menunggu jawaban doa, menantikan kebangunan rohani terjadi, dlsb. Bahkan Yesus juga menunggu saat yang tepat untuk melayani. Umur 12 tahun Dia sudah tahu kehendak Bapa. Tetapi baru 18 tahun kemudian Yesus melayani secara penuh. Dalam Alkitab juga banyak kita temui kisah orang-orang benar yang harus menunggu. Kadang melewati hari, minggu, bulan bahkan bertahun-tahun. Dalam menunggu seringkali kita tidak sabar. Sepertinya Tuhan bekerja lebih lambat dari yang kita harapkan. Namun jawaban Tuhan selalu tepat waktu dan lebih besar dari apa yang kita doakan dan pikirkan. Kita bisa terperangah melihat kehebatan kuasa Tuhan menjawab doa kita.
Ada enam prinsip penting yang harus kita perbuat dalam menunggu janji Tuhan :
1. Percaya kepada Tuhan.
Sebagai anak Tuhan, jangan pernah mencoba melakukan sesuatu dengan kekuatan sendiri. Abraham pernah melakukan kesalahan dalam menantikan janji Tuhan. kepadanya Tuhan sudah menjanjikan seorang anak laki-laki. Tetapi setelah bertahun-tahun menunggu, janji itu tidak kunjung datang. Abraham kemudian menghampiri Hagar gundiknya, lalu lahirlah Ismael. Abraham seolah-olah ingin menolong Tuhan dengan menuruti perkataan Sarah untuk menghapiri Hagar. Tetapi ternyata Ismael bukanlah anak perjanjian. 25 tahun kemudian barulah Ishak lahir, seorang anak perjanjian. Abraham dan Sarah sudah sangat tua, tetapi justru dalam keadan yang demikian, terjadi mujizat Tuhan.
Dalam menunggu kita harus belajar untuk percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Jangan coba-coba membantu Tuhan dengan melakukan ini dan itu. Kita harus menunggu dengan iman. Krisis terbesar di akhir zaman adalah krisis iman. Orang yang tidak sabar menunggu akan melakukan kesalahan-kesalahan.
2. Bertahan.
Kalau anda berdoa untuk sesuatu hal, anda harus punya tekad untuk tidak menyerah sampai mujizat terjadi. Karena itu, dalam menantikan jawaban Tuhan, jangan lihat ke belakang, jangan lihat kegagalan-kegagalan atau kekecewaan di masa lampau.
Kisah 14:1-2. Di kota Ikonium Paulus dan Barnabas melayani dengan luar biasa. Tetapi ternyata di samping kebangunan rohani besar itu ada oposisi besar mengancam. Namun walaupun menghadapi tantangan, Paulus dan Barnabas tidak menyerah dan mundur. Mereka teruskan memberitakan Injil. Jangan pernah menyerah dalam kesulitan.
Ibrani 10:36 berkata bahwa kalau kita melakukan kehendak Allah maka kita akan menerima janji Tuhan. Roma 10:11 – orang percaya tidak akan dipermalukan. Tuhan itu setia dan melakukan janjiNya. Galatia 6:9 – kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu kita harus terus bertahan, sampai mujizat terjadi.
3. Setia.
Melalui mimpi, Yusuf mendapat panggilan yang luar biasa dari Tuhan; kelak menjadi seorang pemimpin besar. (Kejadian 37:5-11). Tetapi 30 tahun setelah ia bermimpi, Yusuf menjadi seorang budak di rumah Potifar. Tetapi sekalipun seorang budak, Yusuf sangat terkenal sebab apa saja yang diperbuat ia lakukan dengan setia dan berhasil. Kemudian ia menjadi narapidana, tetapi di penjara pun ia terkenal baik.
Dalam proses menunggu suatu janji Tuhan, kita harus setia bekerja. Kalau anda seorang pegawai bekerjalah dengan setia. Kalau anda seorang istri, jadilah istri yang baik. Kalau anda seorang pelayan, jadilah pelayan yang sungguh-sungguh. Kesetiaan dalam perkara kecil adalah kunci untuk meraih perkara yang besar.
Akhirnya, Yusuf diangkat menjadi orang kedua di pemerintahan Mesir. Darimana Yusuf belajar untuk mengelola negara? Di mana ia belajar menjadi seorang pemimpin besar? Di rumah Potifar-lah Yusuf belajar mengurus rumah-tangga. Rumah-tangga Potifar menjadi dasar Yusuf untuk mengurus negara. Ia setia dalam perkara yang kecil maka Tuhan percayakan perkara yang lebih besar.
Kolose 3:23,24 - Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Apa saja yang anda lakukan, kerjakanlah dengan segenap hati. Anda bekerja bukanlah untuk bos atau majikan di dunia ini tetapi Tuhan Yesus di sorga.
4. Lulus Ujian.
Daud berkata : “Ujilah aku, ya Tuhan...” (Mazmur 26:2). Bangsa Israel juga diuji oleh Tuhan. Yesus juga melalui proses ujian. (Yohanes 4:1-11). Kenapa orang percaya harus melalui ujian? Sebab waktu ujian itu Tuhan melakukan sesuatu dalam hidup kita. Kehidupan Kristiani sama seperti bersekolah ; kalau naik ke level yang lebih tinggi harus melalui ujian. Anda mau dipakai luar biasa? Alami dulu ujian.
Orang Israel melalui banyak ujian di padang gurun. Dalam setiap ujian Allah menyediakan perkara-perkara yang besar. Namun sayangnya, orang Israel meresponi setiap ujian dengan sungut-sungut. Ketika tidak ada air mereka mengomel kepada Tuhan. Tetapi saya pikir, ketika mereka kehabisan air, dan mereka berdoa dan mengingat kehebatan Tuhan yang sudah terjadi sebelumnya di Mesir, maka Tuhan pasti akan berikan yang lebih baik lagi, lebih baik dari air minum. Setiap ujian adalah kesempatan memperoleh berkat. Sebelum kita mengalami mujizat, Tuhan menantikan perubahan hati kita.
Orang yang gagal melewati ujian sama seperti bangsa Israel yang akhir berputar-putar, tidak ada tujuan. Tuhan mau supaya kita lolos melewati ujian. Yakobus berkata, anggaplah sebagai sukacita apabila ujian datang. (Yakobus 1:2).
5. Memiliki Pengakuan yang Benar.
Salah satu penyebab bangsa Israel berputar-putar di padang gurun adalah karena mulut mereka tidak benar; gampang mengomel, bersungut-sungut, mengatakan hal-hal yang negatif. Banyak orang Kristen harus menunggu lama akan pertolongan Tuhan karena perkataannya selalu negatif. Kita harus memperkatakan kata-kata iman, sesuatu yang positif, membangun dan menguatkan.
Rasul Petrus berkata, siapa yang ingin melihat hari-hari baik, masa depan yang cerah, harus menjaga mulutnya dari perkataan-perkataan yang jahat. (I Petrus 3:10). Salomo juga berkata bahwa hidup dan mati dikuasai lidah. (Amsal 18:21)
Kalau anda ingin melihat pemulihan terjadi di rumah tanggamu, jangan mengeluarkan kata-kata negatif akan suamimu, istrimu dan juga anak-anakmu. Perkatakanlah perkataan yang baik tentang gerejamu, gembalamu, pekerjaanmu, bisnismu. Mari berlatih untuk mengucapkan kata-kata iman yang penuh berkat.
6. Bersukacita.
Paulus berkata : “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4). Tuhan ingin supaya kita selalu bersukacita. Pujian dan sukacita adalah tindakan iman. (Baca Habakuk 3:17-19). Sekalipun dalam keadaan yang sangat sulit kita musti bersorak-sorai. Memang dalam menghadapi percobaan atau ujian kita lebih gampang menangis, minta dikasihani, tetapi Tuhan ingin supaya kita bangkit dan bersukacita serta memuliakan Tuhan. Ketika Paulus dalam penjara, ia tidak menangis melainkan bersukacita dengan memuji memuliakan Tuhan. Waktu Paulus menyanyi, saat itu mujizat terjadi, pintu-pintu penjara terbuka lebar.
Seringkali kita tidak mengerti apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, tetapi Alkitab berkata bahwa semua bekerja bersama untuk kebaikan kita. (Roma 8:28).
Karena itu dalam menunggu janji Tuhan, kita tidak bisa menjadi lemah. Roma 4:19. Abraham walaupun fisiknya sudah sangat lemah, tetapi ia tetap yakin bahwa Allah berkuasa untuk melakukan janjiNya. Mungkin sekarang anda sedang menanti-nantikan janji Tuhan, tetapi kalau Anda percaya kepada Tuhan, bertahan, setia, lulus ujian, memiliki pengakuan yang benar serta tetap bersukacita maka saya yakin perkara yang besar pasti terjadi dalam hidup Anda. Tuhan Yesus memberkati.
Ringkasan Khotbah Ps. Dave van den Berg (Moskow, Rusia), Minggu 25 Juli 2010 (Ibadah Raya I)
| BACA JUGA INI : |