Kisah Para Rasul 13:22,36
“.... Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya.......”
Sebenarnya buku Kisah Para Rasul yang ditulis oleh dokter Lukas memuat tentang pertumbuhan gereja mula-mula. Tetapi dalam dua ayat di atas muncul nama Daud, seorang raja yang hidup dalam Perjanjian Lama.
Daud adalah raja Israel yang menggantikan raja Saul. Tuhan yang mengangkat Saul menjadi raja, tetapi kemudian Saul disingkirkan Tuhan karena tidak taat kepada Tuhan. Tuhan sanggup memberi tetapi juga berkuasa mencabut pemberiannya.
Kenapa sosok Daud diangkat kembali dalam buku Kisah Para Rasul, buku yang mengisahkan pekerjaan Roh Kudus yang hebat dan pertobatan jiwa-jiwa? Apa hubungan raja Daud dengan gereja ? Wahyu 1:6. Semua orang percaya adalah warga Kerajaan Allah. Artinya kita semua adalah raja-raja dan imam-imam. Daud adalah seorang raja yang hidup sesuai hati Allah dan melakukan kehendak Tuhan pada zamannya / generasinya.
Zaman ini adalah zaman yang luar biasa. Kita sedang hidup dalam generasi yang serba wah. Tuhan bekerja pada zaman ini dan memanggil orang-orang di generasi ini. Minggu lalu saya melayani di kota Luwuk, Sulawesi Tengah bagian Timur. Pada tahun 1980 saya sudah diundang untuk melayani di kota ini, tetapi karena alasan transportasi yang masih sulit, sehingga waktu itu tidak jadi. Tetapi minggu lalu saya naik pesawat ke kota itu. Kita hidup di zaman yang serba canggih. Dan Tuhan mau memberkati dan memakai kita pada zaman ini.
Kenapa Daud berkenan dan menyenangkan hati Tuhan? Ada beberapa keistimewaan Daud sehingga diangkat lagi dalam kitab Kisah Para Rasul.
Pertama, RAJIN. Isai mempunyai 7 orang anak laki-laki. Enam di antaranya tinggal di rumah bersama ayahnya. Perawakan mereka tinggi dan tegap. Samuel menganggap bahwa salah satu dari mereka cocok menjadi raja Israel menggantikan Saul. Tetapi tidak satu orang pun dari antara mereka yang dikehendaki Tuhan. Akhirnya dipanggil Daud, anak bungsu Isai yang bertugas menggembalakan domba ayahnya. Ketika Daud datang, Tuhan langsung menyuruh Samuel untuk melantik sebagai raja dan mengurapinya dengan minyak.
Keenam saudara Daud selalu berada di rumah. Tetapi Daud bekerja menggembalakan domba milik ayahnya. Tuhan akan pakai kita kalau kita rajin. Tuhan selalu orang-orang yang sedang bekerja. Baca Amsal 6:6,9, 2 Tesalonika 3:10. Pemalas sangat ditentang Alkitab. Paulus dengan tegas berkata, kalau tidak bekerja jangan makan. Kalau mau diberkati Tuhan, tidak boleh malas. Seorang yang sehat pasti bisa bekerja dan banyak tersedia lowongan pekerjaan. Apalagi di ladang Tuhan, sangat banyak lowongan pekerjaan. Yesus pernah berkata, tuaian banyak tetapi pekerja sedikit. (Matius 9:37). Kita tidak boleh malas, harus bekerja. Kalau kita bekerja dengan rajin, Tuhan pasti memberkati kita luar biasa. Kita juga tidak boleh hanya rajin mencari nafkah, tetapi juga harus rajin bekerja untuk Tuhan. Kalau rajin bekerja, berkatnya pasti berlipat ganda.
Kedua, DIURAPI. Minyak yang mengurapi Daud adalah gambaran Roh Suci. Kita semua perlu diurapi Roh Tuhan. Kalau mau jadi saksi dan tidak gampang tergoda oleh dunia, milikilah urapan Roh Kudus.
Ketiga, TAHAN MENGHADAPI PERCOBAAN. Ternyata setelah dilantik jadi raja, Daud kembali menggembalakan kambing domba dan harus menunggu 13 tahun kemudian supaya betul-betul menjadi raja. Ini satu pelajaran penting bagi orang-orang yang hidup di zaman sekarang ini. Sebab sekarang ini semua orang mau serba instan/cepat.
Setelah Daud diurapi dengan minyak, saat itu juga Roh Tuhan berkuasa atas Daud. Sehingga ketika ada singa dan beruang yang menyerang kambing domba gembalaannya, ia memegang janggut singa itu, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. (I Samuel 17:33 -37). Bagaimana mungkin seorang anak muda berumur 17 tahun sanggup mengalahkan singa dan beruang. Sangat mungkin terjadi karena Daud sudah diurapi dan Roh Tuhan menyertainya. Jangan pernah takut menghadapi percobaan apapun di generasi ini. Urapan minyak oleh Samuel membuat Daud memiliki kemampuan yang luar biasa. Kalau anda diurapi Tuhan, kemampuan anda pasti berbeda dengan yang lain. Kalau Tuhan menyertai anda, hasil kerja anda pasti berbeda.
Jadi dengan urapan Tuhan Daud menghadapi singa, beruang, bahkan mengalahkan raksasa Goliath dan semua musuh-musuhnya. Dengan urapan Roh Kudus kita akan lihat perkara-perkara besar yang tidak pernah kita pikirkan. Namun jangan lupa, kita harus berani menghadapi segala percobaan. Jangan pernah cengeng atau bersungut-sungut kalau percobaan sudah datang. Tidak ada orang yang naik kelas sebelum melewati ujian. Kita selalu ingin meningkat, tetapi seringkali kita takut menghadapi percobaan. Kita harus menang dalam segala percobaan. Memang percobaan sepertinya menakutkan tetapi kalau Tuhan beserta kita pasti menang.
Apa keistimewaan Daud pada zamannya? 1 Samuel 18:6-7 – “...dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." Satu laksa samadengan sepuluh ribu. Saul mengalahkan beribu-ribu, tetapi Daud mengalahkan berpuluh-puluh ribu. Karena Daud melakukan kehendak Tuhan pada zamannya maka berkat Daud sepuluh kali lipat dibandingkan Saul. Generasi sekarang tantangannya besar sekali. Tetapi jangan takut, Tuhan menyediakan berkat sepuluh kali lipat bagi generasi saat ini. Daniel 1:17,20. Daniel, Hananya, Misael, Asarya, semuanya adalah anak-anak Tuhan. Ternyata kecerdasan mereka sepuluh kali lipat dibandingkan orang-orang Babel. Generasi sekarang ini adalah generasi yang luar biasa, generasi yang diberkati berlipatganda.
I Samuel 18:14 – “Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.” Di akhir zaman ini Tuhan akan memberkati gerejanya dalam segala hal ; rohani, jiwani, jasmani. Tuhan akan membuat kita berhasil dalam seluruh perjalanan hidup kita. Penyertaan Tuhan dalam hidup kita membuat kita berhasil dalam segala hal. Tetapi jangan lupa, kunci Daud menerima keberhasilan dan berkat sepuluh kali lipat adalah karena ia memiliki hati Tuhan, rajin, mendapat urapan, dan tidak mengomel waktu menghadapi percobaan.
Anak-anak Tuhan generasi ini akan diubahkan Tuhan dari yang bodoh menjadi pandai, yang pandai jadi lebih pandai, bahkan sepuluh kali lebih cerdas. Karena itu sosok Daud muncul dalam Kisah 13:22,36, juga muncul dalam pemberitaan Firman Tuhan ini, supaya kita semua belajar dan mencontohi kehidupan Daud, yang hatinya melekat kepada Tuhan. Tuhan memberkati.
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 29 Agustus 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |