Wahyu 3:7-13
Surat ini dikirim oleh Tuhan Yesus melalui rasul Yohanes untuk disampaikan kepada malaikat jemaat Filadelfia. Filadelfia (phileo) artinya kasih persaudaraan. Dalam kitab Wahyu pasal 2 dan pasal 3 kita baca tentang 7 surat yang Tuhan kirimkan kepada 7 jemaat mula-mula. Wahyu 3:20. 7 kaki dian adalah 7 jemaat. Tujuh bintang adalah tujuh malaikat Tuhan yaitu gembala-gembala sidang. Isi surat itu berupa peringatan, tegoran dan pesan-pesan yang aktual kepada gereja mula-mula tetapi juga kepada gereja Tuhan di zaman akhir ini. Pesan yang sangat krusial ini disampaikan melalui malaikat jemaat Filadelfia, yaitu gembala jemaat Filadelfia. Gembala sidang memang adalah manusia tetapi Alkitab menulis bahwa gembala adalah malaikat Tuhan, utusan Tuhan.
Surat ini diawali dengan kalimat “Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar..”. Yesus adalah Firman. Yohanes 1:12. Wahyu 1:12-16 –Yesus Kristus disebut Anak Manusia, Imam Besar Agung yang selalu berposisi sebagai pusat atau Kepala Gereja. Ibrani 4:12 - Firman itu adalah Firman Yesus, Yang Kudus, Yang Benar. Yohanes 17:17.
“...yang memegang kunci Daud..”. Daud adalah raja. Yesus pemegang kunci Daud, berarti Yesus pemegang kunci Kerajaan. Baca Lukas 1:31-33. Kunci itu adalah kunci kerajaan yang kekal. Karena itu, setiap orang yang percaya kepada Yesus akan memperoleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).
Semua kerajaan dan pemerintahan di dunia ini selalu mengupayakan kesejahteraan rakyatnya. Apalagi Kerajaan Allah, berfungsi mengupayakan keselamatan, kemenangan/keberhasilan dan kemakmuran orang-orang percaya. Pada Yesus ada kunci kesejahteraan, kunci keberhasilan, kunci kemakmuran, dlsb. Karena itu tidak benar kalau ada orang berkata bahwa di dunia ini kita menderita dan baru nanti di sorga kita bersenang-senang. Alkitab berkata bahwa barangsiapa percaya kepada Yesus akan beroleh keselamatan, kesejahteraan. Keselamatan dan kesejahteraan dari Tuhan bukanlah keselamatan yang periodik tetapi kekal selama-lamanya.
“apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” Kunci Daud berkuasa untuk menutup dan membuka. Tuhan selalu membuka pintu bagi kita semua.
“aku tahu segala pekerjaanmu”. Gereja Filadelfia adalah gereja yang proaktif. Gereja Tuhan tidak boleh pasif tetapi harus terus hidup dan bergerak. Kemungkinan besar gembala atau para pemimpin pelayanan tidak mengetahui aktivitas serta korban anda buat Tuhan. Tetapi segala sesuatu yang kita perbuat bagi Tuhan dan pekerjaannya Tuhan tahu semuanya. Dan sebaliknya, kalau kita belum berbuat atau tidak melakukan apa-apa, Tuhan juga tahu dan menutup pintu berkat kita.
“Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun.” Ini janji yang luar biasa bagi gereja yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Segala pintu kesejahteraan, pintu kemakmuran, pintu pemulihan, pintu pertolongan selalu terbuka bagi kita. Mungkin Anda merasa pintu seolah-olah tertutup, tetapi Alkitab berkata pintu telah terbuka untuk gerejaNya.
“Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” Kata kekuatan dalam bahasa Yunani digunakan kata 'dunamis' artinya kuasa atau kemampuan (ability). (Baca Kisah PR 1:8). Kuasa yang dimiliki jemaat Filadelfia tidak seberapa, tetapi mereka gunakan sepenuhnya untuk melayani Tuhan. Kuasa untuk bersaksi melalui perbuatan dan ucapan kita. Jemaat Filadelfia juga menuruti Firman Tuhan. (Wahyu 3:8,10). Mungkin kita tidak sulit mendengar Firman Tuhan, tetapi bagaimana dalam melakukan Firman Tuhan? Untuk beribadah saja kita sering punya banyak alasan mangkir. Tetapi kalau kita mau pintu berkat dibukakan, kita harus belajar menuruti Firman Tuhan. Selain itu, jemaat Filadelfia tidak menyangkal nama Tuhan. Hari Senin yang lalu saya menghadiri sekaligus memberikan ceramah pada Konsultasi Nasional para Pimpinan dan Tokoh Gereja di Hotel Santika, Jakarta. Nuansa pertemuan itu dipengaruhi oleh peristiwa penganiayaan dan penutupan gereja di kota Bekasi dan kabupaten Bogor. Hati kita seringkali terbakar oleh tindakan semena-mena yang dilakukan kepada gereja. Tetapi kalau kita lihat sejarah gereja, di waktu penindasanlah gereja justru berkembang luas. Rasul Petrus mati digantung di salib dengan kepalanya di bawah. Rasul Paulus yang mempunyai banyak karunia Tuhan sahid.
Selama 400 tahun gereja dikejar-kejar dan dianiaya oleh kekaisaran Roma. Baru setelah kaisar Roma yang terkenal bernama Konstantine Agung beserta istrinya mengenal Yesus, orang Kristen yang tadinya dianiaya sekarang mendapat kebebasan. Seluruh penduduk Roma dan negara-negara jajahannya diperintahkan untuk memeluk agama Kristen. Jadi apa yang kita hadapi di Indonesia belum apa-apa, bahkan bisa terjadi lebih berat lagi. Tetapi kita bersyukur sebab dalam kesulitan beribadah di beberapa tempat di Indonesia tidak ada orang Kristen yang menyangkal Yesus. Tetapi jangan lupa, seringkali kita menyangkal Yesus dari sikap kita sehari-hari. Berdoa makan saja kita enggan kalau di tempat-tempat umum. Namun di mana kita bekerja, beraktivitas, jangan kita malu menyatakan bahwa kita pengikut Kristus sebab di dalam Yesus pintu selalu terbuka.
Kemarin di Channel Life, saya bersama istri menyaksikan wawancara khusus dengan mantan penyanyi terkenal era 80an bernama Mus Mujiono. Dia adalah seorang anak Tuhan yang kemudian karena sakit gula menjadi buta. Waktu dia buta, muncul suara-suara Iblis yang membisikkan bahwa hidupnya sudah gagal, tidak berarti lagi, tidak ada harapan lagi, dlsb, dan sekarang lebih baik bunuh diri saja. Memang ketika kita merasa menemukan jalan buntu, Iblis menyerang kita dengan pikiran-pikiran negatif. Tetapi kemudian Mus Mujiono mencoba untuk mandiri seperti makan sendiri, mandi sendiri dan semuanya ternyata bisa. Akhirnya dia sadar bahwa hidupnya belum kiamat. Ia bersukacita dan masih percaya bahwa suatu kali Tuhan akan menyatakan mujizat kesembuhan baginya. Waktu kita sedang menghadapi jalan tertutup, ingat bahwa Tuhan sudah membuka pintu.
Wahyu 3:20 –“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya .......” Sebelum Tuhan membuka pintu bagi kita, kita perlu membuka hati kepada Tuhan. Dilihat dari konteksnya, ayat ini diberikan kepada jemaat di Laodikia artinya bukan kepada orang yang tidak percaya. Kenapa gereja disuruh untuk membuka pintu hati. Bukankah ketika kita baru bertobat, kita sudah membuka hati dan menerima Yesus? Baca Wahyu 3:15 – Ternyata gereja Laodikia adalah gereja yang suam, tidak dingin atau panas. Memang mereka aktif, tetapi hanya sebagai rutinitas. Sebaiknya mereka dingin supaya dipanasi, atau panas supaya semakin berapi-api dalam Tuhan. Mungkin kita sudah menjadi anak Tuhan, tetapi bagaimana dengan grafik kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Apakah naik-turun, atau terus meningkat.
Yesus telah membuka pintu, apakah anda sudah membuka pintu hatimu bagi Yesus! Kita perlu membuka pintu hati kepada Tuhan supaya pintu kesejahteraan, pintu kemakmuran, pintu keberhasilan terbuka bagi kita. Kalau pintu hati Anda tertutup untuk beribadah, beribadahlah sekarang. Kalau belum pernah membaca Alkitab dengan rutin, baca dan taatilah Firman Tuhan mulai sekarang. Puji Tuhan!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 26 September 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |