Maleakhi 2:14-16
Ayat-ayat di atas adalah ayat tentang hubungan suami istri. Tetapi sebenarnya Tuhan sedang membicarakan tentang hubunganNya dengan umat Israel. Hubungan Tuhan dengan umatNya seperti hubungan suami-istri. Dalam Efesus 5:22-23 dijelaskan tentang aturan suami-istri. Menarik, hubungan suami istri ini diumpamakan sebagai hubungan Kristus dengan jemaat. Kristus sebagai mempelai laki-laki dan gerejaNya sebagai mempelai perempuan. Darisini kita melihat bahwa persatuan suami istri adalah basis kesatuan jemaat.
Dalam setiap pernikahan selalu diucapkan janji (covenant) pernikahan yaitu satu pernyataan kepada Tuhan yang tidak bisa dilanggar apalagi dipermainkan. Hubungan pernikahan adalah mulia, kudus, abadi, tidak bisa diceraikan apapun kecuali maut. Gereja yang kuat terdiri dari keluarga yang utuh.
“Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh?” Maleakhi 2:15. Dalam Alkitab Bahasa Inggris terjemahan NIV berbunyi : “Has not the Lord made them one in flesh and spirit....” artinya bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka satu dalam daging dan roh. Tuhan menghendaki setiap rumah tangga bersatu. Kenapa suami istri musti bersatu? Supaya lahir keturunan Illahi (godly). Umumnya semua rumah tangga menginginkan keturunan. Dan Tuhan menghendaki supaya keturunan itu adalah keturunan Illahi. Jadi harus kita ingat, bahwa anak-anak kita adalah keturunan Illahi. Jadi persatuan suami istri membuahkan hasil yaitu keturunan Illahi.
“Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!” (Maleakhi 2:16). Dewasa ini berita perceraian banyak diekspos oleh media cetak dan elektronik. Namun Alkitab dengan tegas berkata bahwa Tuhan membenci perceraian. Tuhan sangat membenci berita-berita perceraian yang banyak ditayangkan di televisi ataupun dalam sinetron-sinetron. Iblis menyesatkan banyak keluarga muda dan kaum selebritis dengan melakukan perceraian.
Ada pepatah berkata “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Tetapi Alkitab jauh sebelumnya sudah menulis bahwa setiap kerajaan yang terpecah akan binasa dan setiap rumah tangga yang terpecah akan runtuh. Lukas 11:17. Kalau rumah tangga tidak bersatu pasti runtuh. Jika keluarga-keluarga Kristen pecah, bercerai, maka akan mengalami kegagalan dan kehilangan berkat. Orang tua berkewajiban untuk membangun hubungan yang harmonis dalam rumah tangga demi masa depan anak-anak dan seluruh keluarga.
Yohanes 17:20-23. Yesus berdoa supaya sama seperti Bapa dan AnakNya satu, demikian juga kita anak Tuhan bersatu. Di samping kita sesama jemaat bersatu, kita juga harus bersatu dengan Tuhan. Kesatuan merupakan penginjilan besar bagi banyak orang. Orang yang melihat kesatuan suami-istri, kesatuan keluarga di dalam Yesus, akan percaya kepada Yesus. Tanpa kita bersaksi orang percaya kepada Yesus.
Itu sebabnya keluarga-keluarga anak Tuhan seringkali menjadi incaran Iblis. Iblis mau supaya banyak keluarga retak, ribut, dan bercerai. Ini merupakan strategi Iblis melemahkan gereja. Gereja bisa pecah oleh karena cemburu, gosip, dllsb. Sebab itu jangan beri tempat kepada Iblis dalam soal memecah belah jemaat. Karena itu bina dan jagalah selalu kesatuan jemaat dan keluarga-keluarga.
Jemaat yang tidak bersatu sangat berbahaya. Baca I Korintus 11:17-18 – Perkumpulan jemaat bukan menjadi kebaikan tetapi menjadi keburukan, bukan mendatangkan berkat tetapi kutuk. Berkumpul tetapi perpecahan ada di tengah-tengah mereka ; mungkin yang satu menjelekkan yang lain, yang satu menonjolkan diri dengan yang lain. Ingat, kalau terjadi perpecahan di tengah jemaat maka berkat di jemaat itu akan berkurang.
Kalau demikian, bagaimana kalau ada satu atau sebagian anggota keluarga kita belum satu iman dalam Tuhan. Baca I Korintus 7:14. Anggota keluarga yang belum percaya kepada Tuhan akan dikuduskan oleh orang yang sudah terlebih dahulu percaya. . Suami atau istri yang tidak beriman dikuduskan yang sudah beriman. Kita jangan memisahkan atau menceraikan mereka tetapi mempertahankannya menjadi satu. Satu orang yang diselamatkan dalam satu keluarga menjadi benih yang baik untuk keselamatan seluruh keluarga itu.
Efesus 4:3-6. Kesatuan roh adalah peranan Roh Kudus. Kita harus berusaha memelihara kesatuan roh. Gereja Tuha harus satu Tubuh, satu Roh, satu Pengharapan, satu Tuhan, satu Iman, satu Baptisan, satu Allah Bapa. Berusahalah untuk menjadi satu.
“Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!” Maleakhi 2:16. Tuhan membenci orang yang melakukan kekerasan. Tuhan membenci kekerasan sama seperti membenci perpecahan. Jadi, seandainya ada orang terlibat dalam suatu usaha-usaha memecah-belah jemaat, mungkin melalui perkataan, emosi, dlsb, Tuhan anggap itu sama dengan perbuatan kekerasan. Orang yang buat perpecahan dan kekerasan sama di hadapan Tuhan. Karena itulah kita harus banyak berdoa untuk Indonesia, sebab akhir-akhir ini begitu banyak kekerasan terjadi di negara kita, misalnya serangan teroris di Mapolsek Hamparan perak, perampokan di CIMB Niaga Medan, bentrokan antar kelompok di Jakarta Selatan, kerusuhan di Tarakan, Kalimantan Timur, dan masih banyak lagi.
Jangan sampai ada perpecahan, tetapi erat bersatu. I Korintus 1:10-11. Pesan penting ini disampaikan Paulus demi Nama Yesus, sebab di jemaat Korintus terjadi perpecahan. Di jemaat itu ada blok-blok ; ada golongan Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas dan golongan Kristus. Paulus sangat prihatin, sehingga dengan serius ia mengingatkan jemaat supaya jangan ada perpecahan. Kalau terjadi perpecahan berarti berkat hilang dan digantikan kutuk.
Kita musti sehati sepikir. Kalau ada benih perpecahan, tolak dalam nama Yesus. Kita butuh persatuan. Jemaat yang bersatu, ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat. Mazmur 133:1-3. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 3 Oktober 2010 (Ibadah Raya I)
| BACA JUGA INI : |