2 Petrus 3:1-15
Rasul Petrus menulis dua surat kepada anak-anak Tuhan yang tersebar di berbagai kawasan, berbentuk peringatan untuk menghidupkan pengertian tentang kedatangan Yesus keduakalinya. Sebab ada anak-anak Tuhan yang pura-pura tidak mengerti atau kurang mengerti bahkan tidak mengerti sama sekali tentang hal ini. Biasanya manusia gampang lupa, apalagi kalau usianya makin tua. Orang-orang muda juga bisa lupa karena sikap acuh tak acuh. Untuk itulah Petrus dalam suratnya menghidupkan pengertian tentang akhir zaman, berbentuk peringatan, supaya kita jangan lupa.
Yang dimaksud dengan zaman akhir adalah sekitar 2000 tahun setelah kedatangan Yesus yang pertama. Di zaman ini banyak muncul pengejek-pengejek yang mengejek kita tentang berita kedatangan Yesus keduakali. Mereka beranggapan bahwa berita kedatangan Yesus kembali adalah berita mengadaada. Sebab sudah sejak lama kabar tentang kedatangan Yesus ke-2 kali tetapi Yesus belum datang juga. Karena itu kita sering disebut sebagai orang Kristen ekstrim, ortodoks dan konservatif. Pengejek-pengejek itu adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya, tetap hidup dalam dosa dan berpikiran duniawi.
Juga banyak orang sengaja tidak mau tahu bahwa Firman Tuhan yang telah menciptakan dan membentuk dunia ini. (2 Petrus 3:5). Dalam Kejadian 1:1-2 kita baca bahwa pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi. Kemudian bumi kacau balau, belum berbentuk, kosong dan air samudera raya menutupinya. Berfirmanlah Tuhan, jadilah terang maka terang itu jadi. Allah memisahkan laut dengan daratan. Diciptakan hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan dan pada akhirnya manusia. Tetapi manusia jatuh ke dalam dosa, hidup dalam kekerasan dan menuruti hawa nafsunya yang jahat. Maka Allah menugaskan Nuh berkhotbah selama 120 tahun, namun tidak seorang pun bertobat. Tuhan memerintahkan Nuh membangun sebuah bahtera besar sebab bumi akan dibinasakan dengan air bah. Orang-orang mengejek Nuh bahkan menyebutnya gila. Tetapi kemudian Tuhan curahkan hujan lebat dan air bah menutupi seluruh bumi. Semua isi dunia binasa kecuali yang ada dalam bahtera Nuh. Peristiwa ini terjadi sekitar 2400 sebelum Yesus Kristus. Setelah itu kehidupan bangkit kembali melalui Nuh beserta istri dan 3 anak serta menantunya dan sepasang binatang dari segala macam jenis yang selamat dalam bahtera.
Peristiwa bumi dibinasakan dengan air bah sudah lama sekali berlalu, sekitar 4400 tahun silam. Dan Tuhan berjanji kepada Nuh tidak akan terjadi lagi kebinasaan bumi oleh air bah. Tetapi kenapa masih ada tsunami yang menewaskan ratusan ribu orang? Sebagai suatu peringatan bahwa dulu dunia pernah dibinasakan dengan air bah. Tuhan ijinkan air bah kecil-kecilan terjadi seperti tsunami dan banjir bandang, sebagai peringatan bahwa mudah saja kalau Tuhan mau menghukum manusia.
Namun, dunia tidak akan dibinasakan lagi oleh air bah atau banjir tetapi oleh api. (Baca 2 Pet 3:7). Dunia akan dibinasakan dengan api setelah Yesus datang kembali. Tetapi kenapa sekarang sudah tahun 2010 belum terjadi juga? Nah, Allah sengaja mengacaukan almanak kita supaya orang tidak berpatokan kepada penghitungan kalender. Sebab kalau Yesus seandainya datang tahun 2000, maka sebelum tahun itu orang masih berbuat jahat, mungkin tahun 1999 orang mulai masuk gereja, lalu enam bulan kemudian sungguh-sungguh bertobat, dan tepat tahun 2000 Tuhan mau datang semua manusia baru percaya Yesus. Itu sebabnya Tuhan kacaukan perhitungan kalender kita sehingga tidak ada yang tahu secara tepat dan akurat kapan kedatangan Yesus kedua kalinya.
Tetapi tanda-tanda akhir, zaman Tuhan tunjukkan lebih jelas lagi pada tahun 2010 ini. Ada api-api yang keluar melalui gunung Merapi. Tiga tahun lalu melalui lumpur panas di Sidoarjo. Sekarang dunia juga sedang dilanda ketakutan oleh global warming (pemasanan global). Ini hanya sebagai peringatan saja bahwa nanti dunia ini akan dibinasakan oleh api. Sebab seringkali kita dininabobokan oleh kehebatan kemajuan dunia ini. Namun Tuhan kini mengingatkan kita melalui banjir bandang, gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan bencana alam lainnya, bahwa akhir dari zaman akhir kian dekat.
Walaupun letusan gunung berapi mencemaskan, namun Tuhan belum membinasakan dunia ini dengan api. (2 Petrus 3:7). Nanti kalau Tuhan datang keduakalinya, Ia membinasakan dunia dengan api, maka semua kemegahan dunia, keglamouran dunia akan hangus lenyap. Gedung-gedung tinggi dan megah agak ambruk dan lenyap dibakar dengan api. Karena itu kita bersyukur kalau dunia ini masih dipelihara oleh Tuhan sehingga kita masih bisa hidup, bisa berbisnis, bisa berusaha, bisa sekolah, dan menikmati hidup ini, sambil beribadah kepada Tuhan.
Ada tiga penyebab sehingga dunia ini masih dipelihara dan belum dibinasakan Tuhan :
1. Supaya gereja disempurnakan. (2 Petrus 3:11,12,14). Sekarang Tuhan berikan waktu kepada gereja untuk berusaha menjadi lebih kudus, saleh, bertobat sungguh dan lebih setia ikut Tuhan. Sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Dan biasanya di hari Natal orang-orang yang jarang beribadah akan datang. Karena itu di jemaat kita mempersiapkan acara Natal ini sebaik mungkin walaupun dengan biaya yang sangat besar, tetapi biarlah di hari Natal ini orang-orang diingatkan betapa mereka harus menerima Yesus selaku Juruselamat, berusaha setia beribadah, berusaha hidup suci, bertobat sungguh-sungguh, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Sekarang Tuhan masih sabar, sebab Tuhan ingin anak-anakNya bertumbuh, patuh, tidak keras kepala. Kita bukan hanya sekedar beribadah, tetapi musti berusaha untuk kudus dan tidak bernoda. Kita sendiri tidak sanggup, tetapi Roh Kudus akan menolong kita. Hidup kerohanian kita perlu semakin meningkat. Karena itu jaga anak-anakmu supaya hidup dalam Tuhan. Dorong keluargamu supaya beribadah dan sungguh-sungguh dalam Tuhan, bertumbuh dalam iman dan menjadi gereja sempurna, tidak bercacad dan bernoda.
2. Agar lebih banyak jiwa selamat. (2 Petrus 3:9,15). Tujuan kedua kenapa kota Medan, Indonesia bahkan seluruh dunia masih dipelihara adalah supaya semakin banyak orang bertobat. Indonesia adalah negara keempat di dunia yang paling banyak penduduknya, setelah China, India, dan Amerika. Tuhan mau supaya sebanyak mungkin orang Indonesia mendengar Injil. Karena itu di jemaat kita setiap hari Kamis ada Ibadah Doa. Kita berdoa untuk keselamatan suku-suku di Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia. Mungkin kita tidak bisa menjangkau mereka, tetapi melalui doa kita bisa mohon supaya Tuhan kirim para penginjil kepada mereka. Kita berusaha supaya lebih banyak orang yang diselamatkan, apakah melalui doa kita, melalui uang kita yang kita korbankan bagi pelayanan penginjilan, kesaksian hidup kita, dlsb.
3. Disimpan, untuk kemudian dibakar oleh api. 2 Petrus 3:7. Sesuai dengan salinan aslinya, ayat ini seharusnya berbunyi “Tetapi oleh firman itu juga, langit dan bumi yang sekarang terpelihara dan disimpan untuk api hari penghakiman dan kebinasaan orang fasik.” Dunia ini disimpan dan disiapkan untuk api. Jadi orang-orang dunia juga sedang dipersiapkan untuk mangsa api yang menghanguskan dunia. Dunia dengan segala keglamourannya sedang dipersiapkan untuk api. Global warming, lumpur panas, awan panas, abu vulkanik hanyalah pendahuluan dari kebinasaan dalam lautan api.
Waktu Yesus datang kembali, anak-anak Tuhan yang masih hidup akan diangkat ke awan-awan, ke angkasa, dan yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan lalu berkumpul di udara. Kemudian dunia akan dibakar habis. Sesudah itu semua anak Tuhan turun lagi ke dunia, tinggal di dunia yang sejahtera, bebas dari dosa, bebas dari bencana alam, bebas dari penyakit, teror dan peperangan. Semua hidup dalam damai sejahtera selama 1000 tahun. Anak Tuhan hidup dalam kebenaran dan memerintah bersama Kristus di dunia ini. Dan sesudah itu barulah datang langit dan bumi yang baru.
Namun, sementara kita menunggu kedatangan Tuhan Yesus kembali, serta Kerajan 1000 tahun damai, ada jaminan dari Tuhan bagi kita. Baca I Petrus 1:5. Semua anak-anak Tuhan dijamin, dipelihara oleh kuasa/kekuatan Allah dan oleh iman kita yang dari Firman Kristus.
I Petrus 5:7. Kata 'memelihara' dalam bahasa Yunani digunakan kata “melei” atau “melo”, yang artinya peduli, memperhatikan, menjaga dan memelihara. Berarti Tuhan peduli, Tuhan memperhatikan serta menjaga dan memelihara anak-anak Tuhan. Karena itu jangan kuatir dalam hidup ini, sebab Tuhan selalu peduli dan memperhatikan hidup kita. Serahkanlah segala kekuatiranmu pada Yesus, karena Ia peduli dan memelihara kita.
Jadi, tanda-tanda akhir zaman Tuhan ijinkan terjadi, supaya kita bangkit, berusaha keras untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Tuhan pasti memelihara kita. Serahkan kuatirmu, penyakitmu, kesukaranmu, masalahmu, kepada Tuhan karena Tuhan peduli, memperhatikan dan memelihara. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 7 November 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |