Yesaya 28:10-11
“Sebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!" Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini.”
Dewasa ini mata dunia tertuju ke negara-negara besar di benua Asia yaitu China dan India. Kedua negara ini adalah negara yang populasi penduduknya sangat banyak. Namun di samping itu, negara-negara ini juga mempunyai kekuatan ekonomi dan sumber daya manusia yang luar biasa. Tentu kita sebagai bangsa Indonesia cemburu kepada kedua negara ini khususnya dalam soal kemajuan dan keberhasilan mereka. Tetapi setelah saya selidiki, ternyata di negara-negara ini tampil orang-orang Kristen yang mau bayar harga untuk keselamatan bangsanya. Sekarang, setiap hari hari ribuan orang percaya kepada Yesus di kedua negara ini.
Ayat di atas kedengarannya sederhana, tetapi kalau kita mau diberkati dan dipulihkan Tuhan, kita musti harus melakukan Firman Tuhan. Musti hidup sesuai apa yang Tuhan kehendaki. Kasih, iman, dan sukacita kita harus terus bertambah-tambah. Bahkan dalam ayat 11 dikatakan orang yang berlogat ganjil dan berbahasa asing yaitu orang-orang yang dipenuhkan Roh Kudus harus menyampaikan Kabar Baik kepada semua kaum, suku dan bahasa. Ladang Tuhan sudah menguning tetapi pekerja sedikit ; sekitar 4 milyar dari penduduk planet bumi ini dan 200 juta dari penduduk Indonesia belum percaya kepada Tuhan. Di China, India dan Vietnam saya menemukan bahwa semua jemaat aktif melayani, sehingga tidak heran kalau setiap harinya ribuan orang bertobat. Kenapa mereka bisa melayani? Karena mau belajar, mau menambahkan ini dan menambahkan itu.
Kita harus berbuah bagi Tuhan. Bagaimana supaya bisa berbuah dan buahnya itu lebat? Harus menambahkan kesetiaan, musti hidup sesuai kehendak Tuhan, musti banyak belajar Firman Tuhan. Kita tidak boleh puas dengan apa yang sudah kita lakukan di waktu lalu dan juga yang kita kerjakan hari ini. Kita harus bekerja lebih giat lagi untuk Tuhan. Iman kita harus bertambah besar. Kita harus semakin rukun, bukan terpecah-pecah.
Anak-anak Tuhan di Indonesia belum mempunyai dampak yang begitu besar bagi bangsa ini. Terbukti bahwa bangsa kita masih banyak hutang, korupsi, dan kriminalitas terus meningkat. Karena itu kita masih perlu meningkatkan iman, kasih dan kesatuan gereja. Gereja mula-mula diberkati luar biasa karena mereka sehati dan sepikir.
Ada dua hal besar yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan gereja. Pertama adalah mengerjaka amanat Agung Tuhan Yesus, yakni menjangkau jiwa sebanyak-banyaknya bagi Kerajaan Sorga (Matius 28:19). Sorga akan bersukacita ketika satu orang yang berdosa bertobat. (Lukas 15:10). Bayangkan kalau puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan orang bertobat, pasti akan ada pesta besar di sorga. Saya yakin, ketika sorga bersukacita maka langit terbuka dan pintu-pintu berkat dibukakan bagi kita semua. Yang kedua adalah kesatuan gereja Tuhan, yang merupakan doa Yesus sampai hari ini (Yohanes 17:21). Kesatuan gereja sangat menentukan untuk pemulihan besar terjadi.
Seharusnya hidup kita di dunia ini harus digunakan sebaik-baiknya. Masa hidup kita sangat singkat. Baca Mazmur 90:10 “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan.....” Saya dipanggil Tuhan menjadi hambaNya umur 45 tahun. Sekarang saya sudah umur 70 tahun. Dalam hidup yang Tuhan anugerahkan kepada saya, saya belajar untuk menggunakan sepenuhnya bagi Tuhan. Dan janji Tuhan selalu digenapi dalam hidup saya ; tidak pernah jadi ekor tetapi menjadi kepala, tidak pernah turun tetapi naik, tidak pernah jadi buangan tetapi selalu istimewa, tidak pernah jadi pecundang tetapi pemenang terus. Dari Sabang sampai Merauke saya menyuarakan supaya gereja Tuhan bangkit menjadi calon mempelai wanita Kristus yang bijaksana, cantik, dewasa, bukan calon mempelai yang bodoh. Tuhan akan bergairah apabila kita cantik, dewasa dan bijaksana. Dan buah kedewasaan rohani kita adalah jiwa-jiwa yang dibawa kepada Tuhan.
Kisah Para Rasul 7:54. Ayat ini mengisahkan tentang Stefanus, sahid pertama dalam Alkitab. Stefanus melayani Tuhan dengan segenap hati bahkan memberikan seluruh hidupnya bagi Tuhan. Namun ia juga mendapat banyak perlawanan sampai akhirnya Stefanus dirajam dengan batu. Lemparan batu ke tubuhnya tentu sangat menyakitkan, tetapi Alkitab tidak mencatat bahwa Stafanus mengeluh kesakitan. Demikian juga ketika Sadrakh, Mesakh, Abednego dilemparkan ke dapur api di Babel, mereka bertiga tidak terbakar. Sebab ternyata di perapian menyala itu mereka bukan hanya tiga orang tetapi menjadi empat orang. Tuhan bersama dengan mereka. Yesus mengangkat kesakitan Stefanus ketika dirajam dengan batu. Ketika Stefanus dilempari batu karena Injil, maka Yesus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa. (Kisah 7:55). Yesus terpesona dan kagum kepada kesetiaan pelayanan Stefanus. Yesus berdiri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Stefanus yang meninggal karena Injil. Bahkan saya meyakini bahwa Yesus bukan hanya berdiri tetapi juga tepuk-tangan kepada Stefanus. Bandingkan Yehezkiel 21:14,17. Kalau Anda melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Tuhan, Tuhan terpesona dan bertepuk tangan.
Ada dua akibat tidak berbuah. Pertama, dikutuk. (Matius 21:19). Suatu kali Yesus melihat pohon ara yang lebat daunnya. Tetapi Tuhan tidak menemukan buah pohon ara itu. Yesus berkata : "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. Tuhan akan mengutuk atau tidak memberkati orang yang tidak berbuah. Kedua, ditebang. (Lukas 13:6-9). Di sini Yesus menyampaikan perumpamaan tentang sebuah pohon ara yang tumbuh di kebun anggur. Namun sudah tiga tahun ditunggu tetapi tidak menghasilkan buah. Karena itu pemilik kebun anggur berkata untuk menebangnya. Tetapi pengurus kebun itu berkata : “biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" Kalau kita tidak berbuah akan dipotong. Artinya keselamatan kita diambil dan diberikan kepada orang lain. Kaki Dian dipindahkan kepada orang lain.
Karena itu selagi ada kesempatan, berbuahlah bagi Tuhan. Waktu yang singkat ini kita gunakan untuk pemulihan kerohanian kita. Baca Kisah Para Rasul 3:21 – “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” Kristus akan tinggal di sorga sampai kita semua menjadi dewasa. Ambil langkah sekarang untuk setia, sungguh-sungguh melayani Tuhan. Ketakutan seringkali menghambat kita untuk tidak berani melangkah. Tetapi ingat, setiap hari Firman Tuhan mengingatkan untuk jangan takut. Kalau kita ingin diberkati lebih, berbuah lebih banyak bagi Tuhan. Saya sangat yakin Tuhan akan memberikan yang lebih indah bagi kita. Sekarang Tuhan sedang merenda kita supaya menjadi indah dan layak menjadi mempelai wanita Kristus. Tuhan memberkati
Ringkasan Khotbah Pdt. Ir. E.R. Situmorang (Jakarta), Minggu, 14 November 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |