LUKAS 2:25-35
Simeon adalah seorang yang benar dan saleh. Kehidupannya tidak pernah jauh dari Bait Allah. Kepada Simeon sudah diberitahukan Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias. Tetapi Roh Kudus tidak memberitahukan waktunya ia akan bertemu dengan Mesias. Menunggu bukanlah suatu perkara yang gampang. Tetapi Simeon lulus dalam hal menantikan kedatangan Juruselamat. Tetapi bisa kita bayangkan bagaimana pergumulan Simeon dalam menantikan hari kedatangan Mesias.
Untuk menghidupkan Firman yang diterima Simeon, ia selalu berada di bait Allah. Pemazmur Daud berkata : “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Mazmur 27:4). Daud merindu untuk diam di rumah Tuhan, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati baitNya. Saya pikir bahwa kerinduan Daud ini juga menjadi kerinduan kita semua orang percaya. Kita tidak mau sekedar percaya Yesus, sekedar bernyanyi, menyembah, berdoa, tetapi kita ingin masuk dan menikmati kebaikan dan kemuliaan Tuhan.
Apa rahasia kesetiaan Simeon ?
1. Hidupnya dipenuhi Roh Kudus (ayat 25) “...Roh Kudus ada di atasnya”. Dalam hidup ini Roh Kudus sangat kita perlukan. Roh Kudus membantu kita mempertahankan Terang Illahi yang ada dalam hidup kita. Sebab dalam hidup ini kita harus menjadi saksi Tuhan. Dunia sedang menantikan terang kita melalui perbuatan-perbuatan baik kita. Di mana dan kapan saja kita harus memancarkan Terang Kristus.
2. Roh Kudus berbicara kepadanya (ayat 26). Tuhan seringkali berbicara langsung di hati kita. Namun Firman Tuhan yang kita terima harus kita respon. Kita harus melakukan Firman Tuhan. Simeon bertahan dalam menantikan janji Tuhan, karena ia merespon janji Tuhan dengan selalu dekat kepada Tuhan. Dalam menunggu kedatangan Yesus kedua kalinya, kita semua harus menjadi jemaat yang aktif, jemaat yang gemar melakukan Firman Tuhan.
3. Digerakkan Roh Kudus (ayat 27). Kemungkinan besar, Simeon sudah lanjut usia ketika bertemu dengan bayi Yesus. Tetapi sangat luar biasa, sebab tepat pada waktunya Roh Kudus menggerakkannya untuk datang ke bait Allah. Arahnya tepat, waktunya tepat, situasinya tepat untuk bertemu dengan bayi Yesus yang dibawa oleh orangtuanya ke bait Allah. Roh Kudus tidak pernah salah dalam memimpin seseorang. Karena itu jangan ragu untuk meminta pimpinanan Roh Kudus. Roma 8:14 – 8:14 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah”. Sebagai anak Tuhan, kita harus tunduk kepada pimpinan Roh Kudus. Roh Allah akan menggerakkan kita kepada kehendakNya.
Sudah berapa tahun Anda menjadi anak Tuhan? Bagaimana kesetiaan Anda kepada Tuhan, apakah semakin meningkat. Ukuran kerohanian kita adalah sampai sempurna. Karena itu iman kita harus selalu meningkat, tidak boleh begitu-begitu saja. Jadilah 'simeon-simeon' di akhir zaman, yang berhasil dalam menantikan kedatangan Yesus keduakalinya. Minta selalu tuntunan Roh Kudus supaya kita tidak lemah. Tuhan Yesus memberkati
Ringkasan Khotbah Pdt. JV. Sumayku (Purbasari), Minggu, 19 Desember 2010 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |