Banner

Terang Yang Bertambah Terang

Amsal 4:18

“Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”

Kata kunci dalam ayat ini adalah orang benar. Cahaya yang dipancarkan orang benar bukanlah cahaya seperti halnya kita memegang lilin yang menyala. Tetapi orang benar itu sendirilah lilin-lilin yang menyala. Kehidupan orang benar seperti cahaya fajar. Cahaya fajar yang terbit menandakan kegelapan sudah berlalu. Bandingkan I Korintus 5:17, kita adalah ciptaan yang baru di dalam Kristus. Kita menanggalkan keduniawian, kegelapan dan memancarkan terang Illahi. Terang itu bukan sekedar bercahaya tetapi kian terang. Kerohanian kita harus terus mengalami peningkatan. Berarti ada perjuangan, ada pergumulan, ada upaya yang terus menerus. Sebab ada capaian yang harus diraih yaitu rembang tengah hari atau terang yang sempurna (TL). Terang yang sempurna itu menunjukkan kepada kesempurnaan dari kehidupan kerohanian kita. Terang itu jangan sampai berkurang apalagi padam, seperti yang digambarkan Yesus dalam perumpamaan lima gadis yang bodoh dan lima gadis yang bijaksana. Lima gadis yang bodoh terangnya padam pada waktu mempelai datang. Tetapi terang dari lima gadis yang bijaksana terus menyala sampai kedatangan mempelai.

Dalam Injil Matius 5 dan Lukas 8, Yesus berkata bahwa kehidupan orang percaya digambarkan sebagai garam dan terang. Tetapi ada tiga penghalang besar yang menghalangi terang itu berfungsi. Pertama, gantang. Gantang adalah satu wadah yang dipakai untuk mengukur suatu ukuran. Berarti gantang sangat berhubungan dengan ukuran-ukuran ekonomi. Misalnya, kalau ke gereja saja Anda sudah hitung-hitungan; ongkosnya sekian, kolektenya berapa, maka bisa berakibat tidak jadi beribadah. Kita selalu didorong untuk berjalan dengan iman, bukan dengan hitung-hitungan logika.

Kedua, tempayan. Saya menggambarkan tempayan ini dengan kebiasaan hidup yang buruk. Yohanes 4:4-30. Seorang perempuan Samaria setiap jam 12 siang selalu datang ke sumur Yakub dengan tempayannya. Setiap hari hal ini dilakukannya. Tetapi setelah Kristus mempengaruhi seluruh hidupnya, maka ia pun meninggalkan tempayannya dan pergi ke desa di dekatnya memberitakan Kristus. Ia meninggalkan tempayannya, sebagai gambaran meninggalkan hidupnya yang lama, karena hidupnya sudah menjadi tempayan yang baru.

Yohanes 2:1-11. Pada perkawinan di Kana ada 6 tempayan yang berhubungan dengan tradisi orang Yahudi. Tetapi Yesus mengubah tempayan-tempayan menjadi tempat yang bisa memberkati orang banyak. Caranya mengisinya penuh air dan mengubahnya menjadi anggur, bahkan anggur yang terbaik. Yesus telah mengubah tempayan-tempayan yang tadinya hanya untuk kebiasaan-kebiasaan orang Yahudi saja, tetapi sekarang menjadi tempat yang bisa memberkati banyak orang. Tanggalkan kebiasaan-kebiasaan Anda kalau tidak membantu pertumbuhan kerohanian kita untuk mencapai terang yang sempurna.

Penghalang yang ketiga adalah tempat tidur. Tempat tidur menunjukkan tentang kemalasan. Seringkali kita ingin beribadah tetapi tubuh lemah dan kemudian memilih untuk tidur. Kalau kemalasan tidak dilawan, maka terang kita akan berkurang. Lihat saja, kalau Anda mulai malas berdoa dan melakukannya dua tiga kali maka seterusnya akan malas berdoa. Karena itu, segala sesuatu yang tidak mendukung kerohanian kita, harus dihalaukan sebab itu bisa menghalangi terang kita. Terang supaya berfungsi dengan baik, harus diletakkan di atas kaki dian. Kaki dian ada di Tabernakel. Kita harus berada di bait Allah, dalam kehendak Tuhan.

Salah satu contoh orang benar dalam Alkitab yang mewujudkan terang hidupnya melalui kehidupannya adalah Yusuf. Yusuf mempunyai 3 fase kehidupan ; pertama 17 tahun. Ini waktu baginya di rumah, dididik orang tuanya dan belajar punya karakter yang baik. Fase kedua 13 tahun, yakni dari umur 17 sampai 30 tahun. Ini pengalaman yang pahit sekali, Yusuf dibenci saudaranya, difitnah dan dituduh. Fase ketiga adalah diberkati berlimpah-limpah sama seperti arti nama Yusuf yaitu bertambah-tambah.

Konsep hidup Yusuf secara keseluruhan dinubuatkan oleh Yakub ayahnya  dalam Kejadian 49:22-26, yang saya bagi dalam tiga konsep. Pertama promotion.  Artinya diangkat Tuhan dari bawah ke atas lebih tinggi dari saudaranya. Kedua, protection. Artinya Yusuf dilindungi Allah Yakub. Lengan orang yang hendak memanahnya tinggal liat (tidak bisa bergerak). Perlindungan dari yang Mahatinggi meluputkan Yusuf dari segala bentuk ancaman. Firaun sangat kagum kepada Yusuf. Baca Kejadian 41:37-38. Konsep ketiga adalah production. Segala sesuatu yang dikerjakan Yusuf pasti berhasil ; jadi pembantu berhasil, jadi pelayan di penjara berhasil. Yakub berkata bahwa Yusuf adalah tumbuhan muda yang dahan-dahannya naik mengatasi tembok (Kejadian 49:22). Berarti melewati batas kemampuan, batas alamiah, artinya ada faktor supra-natural dalam hidup Yusuf.

Yusuf saya gambarkan sebagai lilin-lilin atau terang yang bercahaya. Seluruh hidupnya dipenuhi oleh terang. Terang-terang itu adalah :

1.   Kebenaran. Kejadian 37:2, Yusuf melaporkan kepada ayahnya kejahatan saudara-saudaranya. Yusuf tidak kompromi kepada kejahatan. Yang dia inginkan dalam hidupnya adalah kebenaran. Kebenaran memberkati hidupnya dan membuatnya diterima dan dipercaya orang.

2.   Keyakinan. Kejadian 37:5-10. Dua kali Tuhan memberikan kepadanya mimpi tentang berkas-berkas saudaranya yang tunduk kepada berkasnya. Juga mimpi tentang matahari, bulan dan 11 bintang yang menyembah kepada Yusuf. Selama 13 tahun ia tetap yakin bahwa itu karunia Tuhan dan pasti menjadi kenyataan. 13 tahun kemudian, Saudara-saudaranya sujud kepadanya, dan ayahnya juga datang kepadanya di Mesir.

3.   Ketaatan. Kejadian 37:13. Yakub memerintahkan Yusuf untuk menemui saudara-saudaranya yang menggembalakan domba. Tetapi ketika bertemu saudara-saudaranya, ia dijual kepada Saudagar Midian. Tetapi ketaatan Yusuf bagaikan lilin yang menyala, sampai kemudian ia menjemput ayahnya ke Mesir..

4.   Kesabaran. Kejadian 37:19-20. Yusuf tidak melawan ketika hendak dibunuh dan dimasukkan dalam sumur oleh saudara-saudaranya. Ia sabar menghadapi kesukaran. Sebab penglihatannya ditujukan ke depan, bahwa kelak ia akan menjadi berkas yang tegak berdiri.

5.   Kesetiaan. Kejadian 39:2-8. Yusuf pernah hidup di rumah Potifar orang Mesir tetapi tidak menjadi orang Mesir. Kemudian jabatannya naik menjadi penguasa atas seluruh harta kekayaan Potifar. Namun ia tidak sombong, tetap hidup sebagai pelayan. Dan ketika istri potifar menggodanya, ia melarikan diri, menjaga kekudusannya di hadapan Tuhan.

6.   Pelayanan. Kejadian 39:22-23. Ketika dipenjarakan oleh Potifar, Yusuf menjadi pelayan dalam penjara. Bahkan semua urusan pelayanan di penjara dipercayakan kepada Yusuf.

7.   Kemuliaan. Dalam Kejadian 41 diceritakan bagaimana Yusuf dipakaikan baju kerajaan, dinaikkan ke atas kereta kerajaan dan semua orang harus memberi hormat kepadanya.  Ini kemuliaan yang luar biasa. Orang Ibrani menjadi raja di tanah Mesir. Tetapi yang menarik justru dalam Kejadian 45:8 – Yusuf berfungsi sebagai bapa bagi Firaun. Raja Firaun melihat Yusuf sebagai bapa. Bapa yang menunjukkan jalan, bapa yang memperlihatkan apa yang belum kelihatan. Yusuf menjadi terang yang sampai rembang tengah hari.

Kebenaran, keyakinan, ketaatan, kesabaran, kesetiaan, pelayanan sampai kemuliaan Yusuf semua menggambarkan terang yang tidak pernah padam. Terang yang terus bertambah hari demi hari, tahun demi tahun. Akhirnya ia mencapai terang yang besar, rembang tengah hari, terang yang sempurna. Jadilah kita menjadi orang benar yang terang kehidupan kita terus bertambah-tambah. Puji Tuhan.

Ringkasan Khotbah Pdt. FSH. Palit, Minggu, 26 Desember 2010 (Ibadah Raya  II)

BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...