Matius 22:34-40
Dewasa ini banyak pakar bermunculan. Ada pakar politik, pakar hukum, pakar ekonomi, dlsb. Tetapi orang Farisi adalah pakar atau ahli-ahli Taurat. Mereka mengetahui betul seluruh hukum Taurat. Satu kali, salah seorang dari orang Farisi mencoba menguji Yesus dengan pertanyaan yang sulit yaitu apa hukum yang terutama dalam hukum Taurat. Sebab seperti sudah kita ketahui bahwa ada 10 hukum inti dari Taurat, tetapi di samping itu masih banyak lagi hukum-hukum yang termasuk dalam hukum Taurat.
Yesus menjawabnya dengan mengutip Ulangan 6:5 berbunyi : “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Ayat ini sudah sangat sering kita baca dan dengar. Namun harus kita akui bahwa meskipun kita sudah menerimanya berkali-kali, kita belum mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya. Pengasihan kita kepada Tuhan umumnya hanya karena kebutuhan. Ketika kita butuh sesuatu, seperti butuh kesembuhan dari penyakit, butuh penyelesaian dalam masalah keuangan, dlsb, barulah kita mencari Tuhan, beribadah. Tetapi ketika keadaan baik-baik saja, seringkali kita melupakan Tuhan. Seringkali kita hanya ingin dikasihi tetapi tidak mau mengasihi Tuhan.
Yesus berkata bahwa mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya adalah hukum yang terutama. Seringkali kita mendapat banyak masalah dalam hidup karena kita tidak tahu mana yang terutama. Ada orang yang stress dalam pekerjaan karena tidak tahu apa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu dalam bekerja. Yesus berkata bahwa yang terutama dalam hidup ini adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan.
Dari Efesus 1:15-18, kita belajar dua hal penting tentang bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Di sini Rasul Paulus bersyukur dengan iman dan kasih yang luar biasa dari jemaat Efesus. Tetapi ternyata Paulus tidak berpuas diri dengan keadaan jemaat tersebut. Seringkali kita gampang puas dengan keadaan rohani kita. Ada yang sudah puas kalau sudah bisa beribadah 1 kali seminggu. Ada lagi yang sudah puas kalau sudah bisa mengikuti satu ibadah wadah pelayanan. Paulus tidak demikian. Ia berdoa lagi buat jemaat itu, supaya mereka semakin bertumbuh, dan semakin mengasihi Tuhan.
Ada dua hal penting dalam doa Paulus sehubungan dengan mengasihi Tuhan :
1. Supaya mengenal Tuhan dengan benar (ayat 17). Ada ungkapan berkata : tidak kenal maka tidak sayang. Sebagai anak Tuhan, kita perlu mengenal Bapa kita. Kita akan sulit bahkan mustahil bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati kalau kita tidak mengenal akan pribadi Tuhan. Apalagi Tuhan itu adalah Roh, tidak bisa dilihat oleh mata jasmani kita. Karena itulah Paulus berdoa, supaya Tuhan mengaruniakan Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Tuhan dengan benar.
Banyak orang mempunyai intelektual yang tinggi, tetapi belum tentu ia mengetahui dan mengenal akan Tuhan. Karena itu, untuk mengenal Tuhan, perlu Roh Kudus. Roh Kudus akan memimpin kita untuk mengenal Tuhan. Roh Kudus memberikan hikmat bagi kita untuk memahami kasih dan anugerah Tuhan yang besar bagi kita.
Alkitab berkata bahwa Firman Tuhan itu adalah Allah sendiri. Artinya ketika kita membaca Firman Tuhan, kita sedang belajar untuk mengenal pribadi Tuhan. Untuk itu kita perlu wahyu. Wahyu artinya penyingkapan atau penyataan. Sesuatu yang tidak kita mengerti dalam FirmanNya akan disingkapkan Tuhan dengan RohNya. Semakin mengerti Firman Tuhan berarti semakin mengenal Tuhan. Dan semakin kita mengenal Tuhan, mengenal kebaikan dan kasihNya, semakin kita mengasihi Dia.
2. Supaya mata hatimu terang (ayat 18). Mata yang dimaksud di sini bukanlah mata jasmani tetapi mata rohani yaitu iman. Fungsi mata adalah untuk melihat. Mata rohani kita harus terang, harus bisa melihat akan pengharapan yang terkandung dalam panggilan Tuhan. Penting sekali kita bisa melihat dengan iman akan berkat besar yang Tuhan sediakan bagi kita. Baik berkat-berkat di dunia ini apalagi berkat keselamatan hidup kekal di sorga.
Kejadian 49:14-15 “Isakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang meniarap diapit bebannya, ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri itu permai, maka disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi budak rodi.” Ini adalah nubuatan Yakub kepada salah seorang anaknya bernama Isakhar. Isakhar adalah orang yang ketika melihat sesuatu itu baik dan permai, ia menyerahkan dirinya sepenuhnya, bahkan rela menjadi budak. Karena itu penting sekali kita bisa melihat dengan iman akan berkat luar biasa yang telah Tuhan tentukan bagi kita. Hal itu akan mendorong kita untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
Dalam Matius 13:44, Yesus menyampaikan bahwa "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” Dalam perumpamaan ini digambarkan bahwa Kerajaan sorga itu adalah seperti harta yang sangat berharga. Orang itu rela menjual semua yang dimilikinya demi mendapatkan harta itu. Seringkali kita menganggap bahwa perkara rohani itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sehingga kita kurang bersemangat mengikut Tuhan. Tetapi kalau kita tahu bahwa Tuhan itu penting dan berharga maka kita pasti mengasihi Dia dengan sepenuhnya. Karena itu, kita perlu mengoreksi diri, apakah mata rohani kita masih terang, masih bisa melihat yang pengharapan Tuhan sediakan bagi kita.
Yohanes 4:21 – “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Ini adalah berkat ketika kita mengasihi Tuhan, yaitu kita dikasihi Tuhan dan Tuhan menyatakan diriNya kepada kita. Saya yakin, ketika Tuhan menyatakan diriNya, menyatakan kuasaNya kepada kita, maka hidup kita pasti berubah ; usaha Anda pasti diberkati berlipat ganda, posisi Anda di pekerjaan pasti meningkat, dan keluarga Anda pasti diberkati luar biasa dengan kerukunan dan kebahagiaan. Karena itu, marilah kita mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya. Tuhan Yesus memberkati
Ringkasan Khotbah Pdm. Amos Sinaga, Minggu 28 Agustus 2011 (Ibadah Raya I)
| BACA JUGA INI : |