Ibrani 9:12-14
Pada zaman Torat, satu kali dalam satu tahun imam besar Harun harus masuk ke ruang mahakudus di Tabernakel Musa, membawa darah lembu jantan. Darah lembu jantan itu dipercikkan 7 kali di atas tutup pendamaian. Darah yang dipercikkan itu menguduskan dosa imam besar Harun dan seluruh keluarganya (Imamat 16:6-14). Imam besar Harun juga harus membawa darah domba jantan ke ruang mahakudus untuk dipercikkan di atas tutup pendamaian. Darah domba itu akan menghapus dosa seluruh orang Israel. Imamat 16:15-17. Selain membawa darah lembu jantan dan domba jantan, Harun juga harus membawa abu lembu jantan ke ruang mahakudus. Lembu yang ditumpahkan darahnya, tubuhnya dibakar, dan abunya dibawa ke ruang mahakudus. Bilangan 19:9. Peristiwa ini terjadi sekali dalam satu tahun pada Hari Raya Pendamaian. Setelah Harun melakukan itu barulah dosa orang Israel ditahirkan. Tiap tahun Imam Besar harus membawa darah lembu jantan, domba jantan dan abu lembu jantan ke ruang Mahakudus, tempat Tabut Allah.
Waktu itu, seluruh orang Israel hening di perkemahannya. Mereka menunggu apakah imam besar Harun diterima oleh Tuhan. Sebab kalau tidak, mereka harus menanggung akibat dari dosa mereka, yaitu binasa. Tetapi waktu kemuliaan Tuhan turun di atas Tabut Allah sebagai pertanda bahwa Tuhan menerima pendamaian yang dilakukan Imam Besar, maka seluruh orang Israel bersukaria sebab dosa mereka ditahirkan oleh Tuhan. Dan yang ditahirkan adalah dosa lahiriah atau badaniah.
Sekarang, kita tidak lagi berada dalam zaman Torat tetapi di zaman anugerah. Di zaman anugerah, yang melakukan pendamaian antara manusia dengan Allah adalah darah Yesus. Imam Besar kita bukanlah Harun tetapi Yesus, Anak Allah. Pada Hari Raya Pendamaian, Imam Besar Harun melintasi kemah mulai dari halaman, ruang kudus lalu ke ruang maha kudus. Tetapi Yesus melintasi kemah yang lebih besar dan sempurna yaitu Gereja Tuhan. (Bd. 1 Korintus 3:16). Ruang Mahakudus itu bukan di dunia ini tetapi sorga, tempat Allah berdiam. Sekarang kita mempunyai Imam Besar Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dan semua orang percaya adalah imam-imam. (1 Petrus 2:9).
“betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat...” Ibrani 9:14. Yesus bukan hanya menyucikan tubuh atau lahiriah kita tetapi juga menyucikan hati nurani kita. Apabila hati nurani kita kudus maka tubuh kita juga pasti kudus. Roma 6:6. Darah Yesus menguduskan pikiran, kehendak, intelektual kita. Penyebab utama timbulnya persoalan-persoalan dunia seperti korupsi, terorisme, gay, dll, adalah hati runani yang belum dikuduskan, masih dikuasai dosa.
Di Eropah, sudah ada 6 negara yang undang-undangnya melegalkan perkawinan sejenis. Bahkan 7 negara bagian Amerika Serikat sudah mengijinkan perkawinan sejenis. Kenapa dunia ini semakin bejat? Karena dosa. Karena itulah, darah Yesus bukan saja menyucikan tubuh kita tetapi terutama jiwa, hati nurani kita. Torat hanya bisa menguduskan lahiriah orang Israel, tetapi darah Yesus sanggup menguduskan kita sampai kedalaman batin. Dan korban darah Yesus adalah sekali untuk selamanya. Ibrani 10:10.
Darah Kristus adalah darah yang sangat mahal. Karena itu kita musti jaga, hargakan dan hormati korban darah Yesus. Jangan pernah menganggap remeh akan darah Yesus (Ibrani 10:29). Ada akibat atau hukumannya apabila kita meremehkan darah Kristus.
Beberapa puluh tahun lalu, seorang jemaat di Pulau Jawa, tidak setuju dengan adanya Perjamuan Kudus. Sehingga setiap kali perjamuan kudus, setelah mengambil roti dan air anggur, ia langsung pulang. Tetapi satu ketika, setelah perjamuan, ia mengambil roti dan memasukkannya ke kantongnya lalu pulang. Tetapi di tengah jalan, ia lihat ada darah yang mengalir dari kantongnya. Ternyata dari roti yang di kantongnya keluar darah. Lalu ia ingat firman Tuhan tentang perjamuan kudus. Tuhan membukakan mata rohaninya, dan dengan cara itu ia bertobat.
Juga, satu keluarga di Jawa, ketika Perjamuan Kudus mereka langsung pulang. Hal itu terjadi berulangkali. Tetapi satu kali ketika mereka pulang dan melewati lintasan kereta api, mobil mereka ditabrak kereta api dan satu keluarga itu tewas. Manusia tidak menghukum mereka, tetapi Tuhan menghukumnya.
Apa tujuan darah Yesus menebus kita? Ibrani 9:14 – Supaya kita beribadah kepada Allah yang hidup.
Kata ibadah dalam bahasa aslinya memiliki pengertian : menyembah Tuhan, melayani Tuhan dan berkomunikasi dengan Tuhan. Inilah istimewanya orang Kristen. Kekristenan bukan sekedar agama tetapi pertemuan dengan pribadi Tuhan. Waktu Yesus mati di Golgota, tirai yang membatasi ruang kudus dan mahakudus robek. Sehingga orang bisa langsung melihat ke ruang mahakudus. Oleh darah Yesus kita bisa bertemu langsung dengan Tuhan.
Karena itu jangan lewatkan waktu Tuhan di mana kita semua bisa beribadah kepada Tuhan, bisa menyembah, bisa berdoa, bisa melayani Tuhan. Nurani kita dikuduskan oleh Tuhan, supaya nurani kita berkomunikasi dengan Tuhan. Ibrani 10:19-25. Oleh darah Yesus yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Saya akhiri khotbah ini dengan sebuah kesaksian : dimana Minggu lalu, kami suami istri agak stress. Sebab anak bungsu kami, Keren, harus wisuda hari Sabtu, 27 Agustus 2011 di Perth, Australia. Persoalannya, visa Keren belum keluar dari Kedubes Australia di Jakarta. Kami tunggu-tunggu sampai tanggal 25 belum keluar juga. Dan baru keluar hari Jumat, 26 Agustus pkl. 10.00 wib, dan diambil pkl. 12.00 wib. Waktu sudah mepet. Tgl 27 Agustus pagi wisuda, tetapi tgl 26 siang anak kami belum ada tiket ke Perth. Apalagi ramai yang berangkat mau liburan hari Raya Idul Fitri. Tiket sulit sekali dan sangat mahal. Tetapi karena pertolongan Tuhan, karena anugerah Tuhan, maka akhirnya kami semua bisa hadir di acara Graduation Ceremony Curtin University Australia tersebut pada hari Sabtu, 27 Agustus 2011. Kenapa hal luar biasa ini bisa terjadi? Keren, bisa terbang malam itu juga via Bali, dan tiba di Perth jam 02 pagi. Sembilan jam sebelum wisuda. Kemudian saya dan istri dapat penerbangan dari Singapura, dan walaupun terlambat beberapa jam, juga bisa tiba di Perth. Karena anugerah Tuhan. Darah Yesus telah membuka pintu yang tertutup ke tahta anugerah (Ibrani 4:16) dan menerima pertolongan kuasa Tuhan yang besar pada waktunya.
Puji Tuhan!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu, 4 September 2011 (Ibadah Raya I)
| BACA JUGA INI : |