Matius 6:1-18
Dalam ayat-ayat di atas Yesus mengajar tentang tiga hal, yaitu memberi, berdoa dan berpuasa. Ketiga hal ini merupakan hal-hal yang sudah lazim bagi kita. Ini adalah prinsip-prinsip ibadah. Yesus berkata bahwa setiap pemberianmu, puasamu, doamu, jangan dilakukan dengan munafik. Yesus menggunakan istilah yang sangat tajam sekali supaya kita perhatikan serius.
Tuhan tidak ingin kita beribadah :
1. Supaya dilihat orang lain. Tuhan tidak suka kalau kita memberi, berdoa, berpuasa supaya dilihat orang lain, lalu kita mendapat pujian.
2. Supaya diketahui orang lain. Ada juga yang berdoa dengan suara keras-keras atau Berpuasa dengan muka muram. Tujuannya supaya diketahui orang bahwa ia sedang berdoa atau berpuasa. Yesus berkata bahwa itu adalah ibadah yang munafik. Doa dan puasa yang demikian tidak berkenan di hadapan Tuhan.
3. Bermain dengan kata-kata. Saya pernah mendengar seorang hamba Tuhan berdoa dengan mengutip banyak ayat Firman Tuhan. Dia ditugaskan berdoa tetapi berkhotbah dalam doanya. Ada juga yang berdoa, tetapi di dalam doanya ia malah bersaksi tentang keberhasilan hidupnya. Sehingga ketika mendengar doanya orang menjadi tahu berapa banyak hartanya. Ada juga orang Kristen disuruh berdoa makan tetapi malah berdoa syafaat; berdoa untuk pemerintah, korban bencana alam, bahkan berdoa untuk semua anak-anaknya. Juga pernah seorang pemuda berdoa seperti berpuisi, sehingga ketika amen semua yang mendengar tepuk tangan.
Kita tidak bisa bertele-tele dalam doa dan bermain dengan kata-kata. Saya percaya doa yang demikian tidak didengarkan oleh Tuhan. Tuhan bukan melihat mulut atau kecakapan kita berbicara tetapi Tuhan melihat hati.
Kalau anda mau berdoa syafaat masuklah ke dalam kamar. Di sana Anda bisa panjang lebar menaikkan permohonan kepada Tuhan. Tuhan tidak ingin kita memberi, berdoa, berpuasa supaya orang ketahui atau supaya orang dengar kata-kata kita yang bagus.
Saya juga tidak setuju kalau ada aksi dana di mana moderatornya seolah-olah ‘mengadu’ sesama jemaat untuk memberi persembahan yang melebihi persembahan jemaat lain. Itu persembahan munafik. Pemberian kita tidak disukai Tuhan apabila kita hanya ingin menunjukkan bahwa kita hebat. Dalam berkorban kita harus menggunakan cara Firman Tuhan yaitu dengan tindakan iman dan sukarela. Bahkan pemberian kita seharusnya jangan diketahui banyak orang. Di warta jemaat kita memang muncul nama-nama yang memberikan persembahan penambahan fasilitas gereja kita. Tetapi tujuannya adalah supaya yang memberi tahu bahwa persembahannya sudah diterima. Lain kali kita hanya cantumkan inisialnya saja. Biarlah hanya Tuhan yang tahu setiap pemberian kita.
2 Korintus 8:1-2. Pada zaman Rasul Paulus, jemaat suka memberi sekalipun mereka miskin dan dalam percobaan. Sekalipun mereka miskin tetapi kaya dalam kemurahan. Bahkan memberi lebih daripada yang diharapkan. Kunci memberi adalah pertama-tama kita memberi kepada Tuhan dan oleh kehendak Tuhan juga kepada hamba-hamba Tuhan.
Lukas 18:9-14. Di sini kita membaca tentang dua orang yang berdoa di rumah Allah. Satu orang adalah orang Farisi dan satu orang lagi adalah pemungut cukai. Dalam doanya, orang Farisi itu berkata bahwa ia adalah orang baik-baik, puasa dua kali seminggu, memberikan persepuluhan dari segala penghasilan, dlsb. Namun doanya tidak didengarkan Tuhan. Penyebabnya adalah karena ia sombong, merasa diri lebih hebat dari yang lain. Tetapi sebaliknya Tuhan justru mendengar doa pemungut cukai itu. Sebab ia merendahkan diri, mohon ampun kepada Tuhan atas segala dosa-dosanya.
Penting sekali kalau kita berdoa, minta ampun terlebih dahulu kepada Tuhan. Banyak orang Kristen hafal doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Tetapi sayangnya banyak yang tidak mengerti dan tidak melaksanakan doa itu. Akhirnya doa tidak berkuasa. Padahal dalam doa yang diajarkan Yesus kita dituntun untuk memuliakan Tuhan, mengagungkan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai Raja, memohon kebutuhan kita dan mengampuni orang yang berdosa kepada kita. Doa yang Yesus ajarkan begitu berkuasa kalau kita mengerti maknanya. Jadi sebenarnya kita bukan sekedar melafalkan tetapi harus mempraktekkan.
Ada tiga kebenaran Firman Tuhan dari Matius 6:1-18 :
1. Bapa melihat semua ibadah kita, pemberian kita, doa kita, puasa kita, walaupun orang lain tidak melihat dan tidak mengetahui.
2. Bapa mengetahui apa yang kita perlukan, sebelum kita berdoa. Jadi mengapa kita harus berdoa? Doa itu adalah tindakan iman. Kita perlu berdoa sebab Tuhan ingin melihat apakah ada sesuatu yang keluar dari diri kita.
Yakobus 5:16b. Ayat ini merupakan penuntun kita dalam berdoa. Untuk doa yang dijawab Tuhan kita harus menjadi orang benar. Kedua, kita harus percaya/beriman. Tuhan ingin melihat apakah ada iman di hati kita dan keluar melalui doa kita. Jadi supaya kita mengalami kuasa doa, kita harus hidup benar dan penuh dengan iman.
3. Bapa akan membalasnya, memberi upah. Kita pasti mendapat upah (reward) atas semua persembahan, doa, ibadah kita. Yang memberikan upah bukan pendeta tetapi Bapa di surga. Bapa di surga adalah Sumber segala berkat. Ingat, apa yang anda kerjakan dalam pekerjaan Tuhan, ada upah dari sorga menanti. Karena itu belajarlah untuk memberi kepada Tuhan atau mempersembahkan seluruh talenta Anda kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah berhutang tetapi selalu membalaskan upah. Apa yang anda perbuat Tuhan tahu dan Tuhan pasti balaskan. Tuhan Yesus memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 11 September 2011 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |