Mikha 6:8-9
Melalui nabi Mikha Tuhan menyampaikan kehendakNya kepada bangsa Israel. Namun Firman Tuhan ini bukan hanya kepada orang Israel, tetapi kepada semua manusia yang telah menikmati kebaikan Tuhan ; kaya atau miskin, jemaat atau hamba Tuhan, tuan atau hamba, di kota atau di desa, Tuhan tuntut untuk hidup sesuai kehendak Tuhan.
Mikha berkata : “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik....”. Kita telah menerima kebaikan Tuhan. Hidup kita dipulihkan Tuhan. Yohanes 1:12 berkata bahwa di dalam Yesus kita menjadi anak-anak Allah. Berarti sebelumnya kita bukanlah anak Allah tetapi anak Iblis. Namun sekarang hidup kita telah diubahkan menjadi anak Allah, yang penuh dengan rahmat dan kasih karunia.
Karena itu, setelah kita menerima kebaikan Tuhan, Tuhan menuntut supaya kita ;
1. Berlaku adil. Tuhan memandang bahwa manusia seringkali tidak berlaku adil. Di dunia ini ada kantor pengadilan, tetapi di sana pun sulit untuk mendapatkan keadilan. Orang dengan sengaja berbuat curang, tidak jujur, berat sebelah. Itu sebabnya Tuhan mengharapkan supaya anak-anakNya hidup dalam keadilan. Dalam rumah-tangga apakah anda sudah adil? Adilkah suami terhadap istri dan sebaliknya istri kepada suami. Apakah suami mengasihi istri dan istri menghormati suami. Apakah anak-anak taat kepada orangtua dan orangtua mengasihi mereka? Keadilan berarti keseimbangan antara hak dan kewajiban. Banyak orang getol menuntut haknya tetapi tidak mau melakukan kewajiban. Ada juga jemaat yang banyak menuntut pelayanan dari gembalanya. Tetapi apakah ia sudah melakukan kewajibannya sebagai anggota jemaat?
Sebagai orang yang sudah ditebus, dipelihara dan diselamatkan Tuhan, apakah kita sudah adil kepada Tuhan? Adilkah kita dalam soal ibadah, doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Tuhan sudah melakukan banyak hal yang indah dalam hidup kita seharusnya kita harus mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh.
Di dunia ini memang sukar mencari keadilan. Tetapi Tuhan menuntut anak-anakNya untuk hidup dalam keadilan. Hidup kita harus seimbang antara hak dan kewajiban. Itu sebabnya Yesus berkata : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.......” (Matius 7:12). Kepada sesama kita harus adil, terlebih lagi kepada Tuhan Allah kita.
2. Mencintai kesetiaan. Saya yakin bahwa kita semua pernah mengalami jatuh cinta. Beragam untaian kata atau pernyataan yang kita sampaikan sebagai ungkapan cinta kita. Dan salah satu ciri orang yang jatuh cinta adalah keinginan untuk selalu dekat, tidak mau jauh atau memisahkan diri dari yang dicintai. Bahkan ada yang rela melakukan apapun demi cinta.
Nabi Mikha berkata bahwa kita harus mencintai kesetiaan. Jangan pernah meninggalkan kesetiaan. Suami harus setia kepada istri, demikian juga istri harus setia kepada suami. Hubungan suami-istri adalah hubungan sampai mati.
Dalam kitab Rut pasal 1 kita temukan satu contoh tentang kesetiaan. Rut tidak mau berpisah dari Naomi, mertuanya, meskipun tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Malahan Rut berkata kepada Naomi : “bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku”.
Sebagai jemaat Tuhan kita harus setia kepada Tuhan. Setia beribadah, setia berkorban, setia melayani, setia berdoa, setia baca firman Tuhan. Tuhan menuntut kesetiaan dari anak-anakNya. Jangan pernah mencari-cari alasan untuk tidak beribadah. Tuhan sangat setia kepada kita, menjaga, melindungi dan memberkati. Maka kita harus setia kepada Tuhan.
3. Rendah hati. Firman Tuhan mengajar kita untuk saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:10). Jangan pernah meremehkan orang lain. Dulu saya sering diremehkan orang karena tubuh saya pendek. Tetapi sekarang saya alami kuasa Tuhan yang sangat besar menolong dan mengangkat hidup saya. Mari saling menghargai satu dengan lain. Tuhan tidak pernah membeda-bedakan anak-anakNya. Orang yang kaya, miskin, kulit putih, kulit hitam, sama di mata Tuhan. Jadi jangan pernah membeda-bedakan atau mengecilkan orang lain.
Tuhan menuntut kita menjadi orang yang rendah hati sebab orang yang rendah hati adalah orang yang mengakui kebesaran Tuhan. Pemazmur berkata : “Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi”. (Mazmur 94:17). Daud berkata : “hanya dekat Allah saja aku tenang”. (Mazmur 62:2). Pemazmur mengakui bahwa bukan karena harta kekayaan sehingga hidupnya damai melainkan hanya karena Tuhan. Orang yang tidak mau berserah dan mengandalkan Tuhan adalah orang sombong. Mari rendah hati di hadapan Tuhan supaya Tuhan mengangkat kita pada waktunya.
Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Kita harus menjaga hati kita supaya hati kita berfungsi benar di hadapan Tuhan. Apabila hati kita benar maka kita pasti berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup rendah hati. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. Yosua Sinukaban (Kabanjahe), Minggu 16 Oktober 2011 (Ibadah II)
| BACA JUGA INI : |