Matius 14:23-31, Markus 6:45-51.
Kita tentu sudah tahu kisah ini, yaitu Yesus berjalan di atas air. Setelah orang banyak pulang, Yesus memerintahkan murid-muridNya berangkat lebih dulu ke seberang. Dengan kata lain, mereka disuruh duluan dan Yesus akan menjumpai mereka di sana. Setelah berlayar, mereka menghadapi badai besar. Mereka kepayahan mendayung perahu karena gelombang besar. Kira-kira jam 3 petang, Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air. Ketika Yesus datang badai itu pun berhenti. Ini mujizat yang sangat mengagumkan.
Ada 4 point yang saya sampaikan dari kisah ini :
1. Engkau pasti berhasil. Kita pasti berhasil melewati semua badai kita. Yesus berkata engkau akan ke seberang, dan Ia akan menjumpai mereka di seberang. Kalau Yesus mengatakan demikian, berarti engkau pasti sampai di seberang.
Roma 8:28 “....Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Segala keadaan dan kondisi, masalah dan kesukaran, badai dan pergumulan, akan dirangkaikan Allah untuk mendatangkan kebaikan. Tetapi itu tidak berlaku untuk semua orang, melainkan hanya kepada mereka yang mengasihi Dia, yang mengikuti rencana Allah.
Yusuf, sebelumnya sudah mendapat mimpi dari Allah bahwa ia akan menjadi besar. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Ia dipukuli, dijual sebagai budak, difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara. Tetapi semua peristiwa itu dirangkaian Tuhan untuk kebaikan Yusuf, yang akhirnya menjabat sebagai raja muda Mesir.
Kita harus tahu bahwa kalau kita mengasihi Tuhan, maka sekalipun keadaan itu nampaknya buruk, tetapi Tuhan mengerjakannya untuk kebaikan kita. Tuhan pasti membawa kita ke seberang. Sehingga kita menjadi pemenang bahkan lebih dari pemenang atas semua masalah dan persoalan kita. Roma 8:37.
Mungkin Anda sedang menghadapi badai, jangan takut! Anda pasti berhasil, sampai di seberang sebab Tuhan yang memerintahkan kita ke seberang.
2. Akan ada percobaan. Tuhan tidak pernah berkata bahwa kita tidak akan mengalami pergumulan hidup. Sangat disayangkan beberapa hamba Tuhan hanya berkhotbah tentang berkat-berkat tanpa pernah menyampaikan tentang adanya badai dan pergumulan dalam perjalanan iman. Yesus tahu persis bahwa akan ada badai tetapi Ia tetap menyuruh murid-muridNya untuk pergi ke seberang. Bisa saja Yesus katakan tunggu jangan pergi dulu, sebab sebentar lagi akan ada badai. Yesus tahu ada badai, tetapi murid-muridNya pasti berhasil melewatinya.
Yakobus 1:12 berkata bahwa berbahagialah orang yang bertahan dalam percobaan. Sebab ada mahkota yang besar bagi mereka yang bertahan. Allah sudah mempersiapkan sesuatu yang besar bagi mereka yang berhasil melewati percobaan.
Dalam Mazmur 23 kita membaca tentang Tuhan adalah Gembala yang baik. Apabila Tuhan Gembala kita maka kita tidak akan kekurangan. Ia menuntun di padang yang berumput hijau, membimbing ke air yang tenang. Janji ini sangat manis dan indah. Tetapi dalam ayat 4,5 kita temui ternyata selain berada di padang rumput dan air tenang, juga ada lembah bayang-bayang maut, di mana musuh mengintai dari segala sisi. Siapa yang membawa mereka ke sana? Gembala. Kita bisa mengalami lembah bayang-bayang maut, tetapi kita pasti melewatinya dan sampai di seberang.
3. Tuhan peduli dengan keadaanmu. Yesus melihat dan memperhatikan murid-murid yang kepayahan melawan badai. Allah peduli dan mengetahui masalah semua orang. Tetapi apakah kepedulian Tuhan untuk semua orang ? Tidak. Malam itu tentu banyak perahu nelayan yang dihantam badai. Tetapi Yesus hanya datang kepada murid-muridNya dan menolong mereka. Setiap hari ada banyak hal-hal yang buruk terjadi di dunia ini. Tetapi Tuhan lebih peduli kepada masalah umatNya, dan Dia akan datang menolong kita.
Yesaya 58:9 “Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!” Kalau kita mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh maka Tuhan pasti menjawab doa kita dan memberikan pertolongan.
2 Tawarikh 16:9 “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” Allah mencari orang yang sungguh hati terhadap Dia untuk menunjukkan kekuatanNya. Kalau hati kita sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan, maka Tuhan akan membawa kita menerobos masalah dan melakukan mujizat. Tetapi ingat, Tuhan hanya memberikan jawaban dan mujizat kepada orang-orang yang sepenuh hatinya diserahkan kepada Tuhan. Kalau kita orang percaya, melayani Tuhan, kita punya hak untuk berseru kepada Yesus dan Ia pasti datang di tengah-tengah badai hidupmu.
Badai apapun yang engkau sedang alami sekarang, berserulah kepada Nama Tuhan, dan Tuhan pasti datang dan membuat badaimu menjadi tenang.
4. Tetap tujukan pandanganmu kepada Yesus. Ketika mata Petrus tetap fokus kepada Yesus, ia dapat berjalan di atas air. Ia tidak perduli dengan gelombang sebab matanya tertuju kepada Yesus. Tetapi waktu ia mulai rasakan terpaan angin badai, ia mulai takut dan tenggelam.
Banyak orang, termasuk orang Kristen, ketika di tengah badai mereka mulai palingkan pandangan dari Yesus. Mereka fokus kepada badai-badai mereka. Kalau engkau mulai perhatikan gelombangmu maka engkau akan tenggelam sama seperti semua orang di dunia ini. Orang dunia, ketika mereka mengalami badai mereka tenggelam. Sebab mereka tidak punya pengharapan, tidak tahu kepada siapa mereka pergi. Karena itu, kalau anda berada di tengah badai, tetap tujukan pandanganmu kepada Yesus. Badai mungkin tetap bergelora, tetapi karena Yesus, engkau bisa berjalan di atas permukaan badai. Kolose 3:1.
Kerapkali kita mengalami kesukaran, kita harus terus menaruh percaya kepadanya karena Ia sudah berjanji untuk menjumpaimu di seberang. Kalau Tuhan katakan berjumpa denganmu di seberang maka di tengah-tengah badai gelombangmu itu Tuhan datang dan menyelamatkanmu. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Rev. Jerry Stott (Amerika Serikat), Minggu 6 November 2011 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |