Ayub 42:6
“Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu”. “Wherefore I abhor myself, and repent in dust and ashes. “
Kata ‘menyesal’ dalam Alkitab bahasa Inggris digunakan kata ‘repent’ artinya bertobat. Kita mengenal Ayub sebagai seorang yang luar biasa dalam kesetiaannya kepada Tuhan. Bahkan Alkitab mencatat bahwa Ayub tidak bercacat cela. Iblis dengan segala kemampuannya menggocoh Ayub dalam segala hal. Sepuluh orang anaknya meninggal seketika. Seluruh harta kekayaannya ludes dalam hitungan jam. Tentu musuh-musuhnya juga bersukacita atas penderitaan Ayub. Tetapi dalam kitab Ayub kita baca bahwa Ayub tidak goyah imannya. Namun keteguhan iman Ayub tidak membuat dia menjadi bangga diri. Dalam ayat di atas Ayub berkata : “aku bertobat dalam semuanya itu”. Bahkan ia duduk di atas abu, artinya menyamakan dirinya dengan abu.
Pertobatan adalah sesuatu yang sangat esensial dalam kehidupan Kristiani. Pesan utama pelayanan Yohanes pembaptis adalah pertobatan. Berita pelayanan Yesus juga adalah pertobatan. Berita pelayanan murid-murid Yesus juga adalah pertobatan. Pertobatan adalah berita yang terus menerus disampaikan. Dan setiap pertobatan selalu diiringi dengan kemenangan.
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, perjalanan mereka penuh dengan mujizat. Mazmur 78. Siang hari Tuhan memberikan tiang awan, sehingga bangsa itu tidak kepanasan. Malam hari Tuhan berikan tiang api yang berfungsi sebagai penerang dan memberikan kehangatan bagi bangsa itu. Setiap pagi ada manna atau roti dari surga sehingga mereka tidak perlu bersusah payah mencari makanan. Ada batu yang menyertai mereka, di mana dari batu itu keluar air.
Namun, walaupun bangsa itu selama 40 tahun mengalami mujizat demi mujizat, mereka tidak bertobat. Israel membangkang kepada Tuhan dan FirmanNya. Padahal mereka dituntun Tuhan kepada satu negeri yang berlimpah susu dan madunya. Namun Israel kehilangan tujuan mereka dan fokus dengan mujizat sehari-hari. Tujuan yang sebenarnya bukanlah mujizat tetapi tanah Kanaan. Karena itu jangan pernah terlena dengan mujizat.
Dokter Lukas menuliskan surat kepada Theofilus, seorang non Yahudi tetapi cinta Tuhan. Dalam suratnya yang pertama, Injil Lukas, ia menguraikan tentang kelahiran Yesus, pelayananNya, kematian dan kebangkitan Yesus. Tetapi dalam suratNya yang kedua, yaitu Kisah Para Rasul, Theofilus mengisahkan tentang Paulus yang sebelumnya menyangkal Yesus, kemudian bertobat, penuh Roh Kudus, dan dipakai Tuhan luar biasa.
Bertobat berarti mengalami pembaharuan. Pertobatan identik dengan kirbat baru, hati baru.
Suatu hari Yesus menyembuhkan seorang lumpuh di kolam Betesda. Yesus berkata "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." Yohanes 5:14. Jangan berbuat dosa lagi artinya berhenti dengan segala kehidupan yang lama. Berhenti berbuat dosa. Kalau ia hidup dalam pertobatan maka ia akan survive. Tetapi kalau tidak, keadaannya bisa lebih buruk dari sebelumnya.
Matius 3:1-2. Yohanes pembaptis dengan berapi-api menyampaikan bahwa bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Apakah Anda hanya senang dengan mujizat Tuhan tanpa dibarengi dengan hidup yang bertobat. Beberapa anak Tuhan mengedar-edar dari satu gereja ke gereja lain demi mencari mujizat. Ada juga jemaat yang mengedar-edar dari satu gereja ke gereja lain demi khotbah yang enak didengar. Tetapi tidak sedikit anak Tuhan yang getol mencari mujizat, getol mencari pengkhotbah hebat, tetapi hidupnya masih jauh dari pertobatan. Masih suka menjelek-jelekkan orang lain. Masih gampang untuk berdusta. Ingat bahwa Kerajaan Allah itu bukanlah soal makanan dan minuman atau soal kenikmatan hidup. Roma 8:14. Coba kita hitung berapa kali kita berbohong dalam sehari. Padahal kita mengatakan bahwa hidup kita adalah kirbat yang baru tetapi sebenarnya masih tetap menjadi kirbat yang lama.
Matius 4:17, Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Berita utama pelayanan Yesus juga adalah pertobatan, bukan mujizat. Sebenarnya mujizat hanyalah sebagai down-payment dari pengiringan kita kepada Tuhan. Dan down-payment biasanya kecil. Tetapi sayangnya kita lebih senang dengan hal-hal yang kecil dan mengabaikan yang utama atau terbesar yaitu surga yang kekal.
Matius 10:7, Kisah 2:37-38, Kisah 1:3. Bukan hanya Yohanes dan Yesus yang menyampaikan berita pertobatan tetapi juga murid-murid. Tanpa pertobatan tidak mungkin orang masuk Kerajaan Allah. Bertobat berarti kembali kepada Firman Tuhan.
Jemaat Efesus diperintahkan untuk bertobat, sebab mereka meninggalkan kasih mula-mula. Wahyu 2:5. Dalam 1 Korintus 13:4-8 dijelaskan bahwa kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Apakah kita sudah hidup di dalam kasih. Atau kita masih perlu banyak bertobat?
Jemaat Laodikia juga disuruh untuk bertobat. Wahyu 3:19.
Karena itu, marilah kita hidup dalam pertobatan. Setiap pertobatan pasti diiringi dengan kemenangan dan keberhasilan. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. J. Pangalila (Kairagi, Manado), Minggu 20 November 2011 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |