Banner

Menjadi Garam dan Terang untuk Kemuliaan Allah

Matius 5:13-16

Ada tiga hal utama dalam perikop ini, yaitu : kamu adalah garam dunia, kamu adalah terang dunia, dan Bapa dipermuliakan. Walaupun berat, status ini harus kita sandang sejak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sebuah bongkahan garam sebelum digunakan harus dihancurkan terlebih dahulu. Dan ketika dimasukkan ke masakan, maka garam itu akan larut dan tidak kelihatan lagi. Tetapi waktu dicicipi, baru terasa citarasa yang luar biasa dari garam tersebut. Pada umumnya manusia sulit menghilangkan penampilan eksistensi. Semua yang dikerjakan maunya kelihatan. Memberi atau melayani ingin diketahui orang. Padahal Firman Tuhan berkata : apa yang diberikan tangan kanan janganlah diketahui tangan kiri, dan apa yang diberikan tangan kiri janganlah diketahui tangan kanan (Matius 6:3). Tetapi yang terpenting adalah bahwa segala perbuatan kita Yesus tahu dan perhatikan. Fokus kita bukanlah dilihat atau diketahui orang, tetapi bagaimana hidup kita bisa ‘dicicipi’ orang, yakni menjadi berkat bagi orang lain.

Kolose 3:5-9. Segala sesuatu yang buruk dalam hidup kita harus larut atau dibuang. Seringkali ada kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita lakukan sehingga membuat kita tidak menjadi berkat bagi orang lain. Dunia akan memuliakan Bapa apabila kita menjadi garam dan terang. Bulan Natal ini merupakan momentum yang sangat baik bagi kita untuk memperbaiki hidup dengan mengijinkan Tuhan bekerja dalam hidup kita.

Yesaya 49:6 - "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." Akhir tahun merupakan kesempatan bagi kita untuk mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan bagi Tuhan. Pada umumnya manusia gampang bangga dan puas dengan apa yang sudah dilakukan. Tetapi Tuhan berkata terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hambaKu. Artinya, tidak ada rasa puas dalam pelayanan, tidak ada rasa puas dengan pemberian-pemberian kita. Pelayanan dan pengorbanan kita terlalu sedikit dibandingkan dengan pengorbanan yang diberikan Allah melalui anakNya Yesus Kristus. Selanjutnya Tuhan berkata : “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Target kita sangat besar dan luas, yaitu seluruh bangsa-bangsa di dunia. Tuhan ingin menjadikan kita menjadi terang sampai ke ujung bumi. Hidup kita dinikmati semua orang. Persoalannya adalah apakah anda mau dipakai Tuhan menjadi alatNya.

Ada sebuah ilustrasi tentang seorang kaya yang tidak memiliki keturunan sebagai ahli warisnya. Ia juga seorang ateis, tidak percaya kepada Tuhan. Karena tidak punya ahli waris, akhirnya ia menulis wasiat bahwa semua kekayaannya diserahkan kepada setan. Pengadilan bingung memutuskan warisan tersebut. Akhirnya rumah dan tanahnya dibiarkan bertahun-tahun tanpa ada yang menghuni. Lalu tumbuh rumput, dan laba-laba bersarang di rumah itu. Karena tidak ada orang yang menghuni, maka seluruh perabot dan fisik bangunan itu lapuk. Akhirnya setelah bertahun-tahun, tempat itu disebut orang tempat angker. Tidak ada orang yang berani mendekati rumah itu.

Dari ilustrasi ini kita diyakinkan bahwa apabila hati, tenaga, pikiran, kekayaan, kepandaian tidak dimanfaatkan buat Kerajaan Allah, maka sebenarnya anda sedang menyerahkannya kepada setan, kepada kuasa kegelapan. Karena itu, serahkanlah seluruh kemampuan dan hidup anda menjadi milik Tuhan. Ijinkan Tuhan memakai Anda menjadi garam dan terang bagi banyak orang.

Supaya bisa dinikmati, garam melalui banyak proses ; dicampur dengan makanan lainnya, diaduk, dibakar dengan api, digoreng dengan minyak, disiram dengan air panas, dlsb. Proses salib juga demikian. Yesus dalam kemanusiaanNya pernah berkata kalau boleh lalukanlah penderitaan ini. Tetapi akhirnya Yesus berkata, bukan kehendak-Ku tetapi biarlah kehendak-Mu yang jadi. Untuk menjadi garam, menjadi terang, dan mempermuliakan Bapa harus rela bayar harga.   Yesaya 48:10-11. Tuhan hanya memberikan kemuliaanNya kepada orang-orang yang mau dimurnikan atau yang mau masuk dalam proses. Tidak ada mahkota tanpa salib. Kemuliaan yang dijanjikan Allah hanya bisa kita terima apabila kita mau masuk dalam proses Allah. Dan kemuliaan Allah jauh lebih besar dari penderitaan yang kita alami.

Yohanes 11:3-4. Meskipun Lazarus dan saudaranya mengasihi Tuhan mereka juga masih mengalami sakit-penyakit. Ayub adalah orang yang saleh, jujur dan takut akan Tuhan, tetapi ia pun tidak luput dari proses. Banyak orang Kristen hanya ingin senang mengikut Tuhan. Kekristenan yang sesungguhnya adalah apabila kita mau didewasakan Tuhan melalui ujian. Melalui ujian kita belajar percaya, beriman dan bergantung penuh kepada Tuhan (Bd. Yohanes 11:15). Tetapi kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi kita jauh lebih besar dari penderitaan yang kita alami sekarang.  

Yudas 24 – “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya” Segala sesuatu dalam hidup ini adalah untuk kemuliaan Tuhan. Hidup kita, keluarga, usaha, pekerjaan, pelayanan bukanlah untuk kebanggaan kita, bukan supaya kita dimuliakan, tetapi supaya Allah dimuliakan.  Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.Ph Bolang (Jakarta), Minggu 4 Desember 2011 (Ibadah Raya II)

BACA JUGA INI :

Tanggapan untuk Artikel ini 

 
#1 Ivo Tambajong 2011-12-17 17:57
Puji Tuhan. Dengan adanya khotbah bapak menjadi berkat bagi kami. Dan membuat kami semakin kuat dalam melayani Tuhan di salah satu kampung di merauke.
Balas tanggapan
 

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...