Banner

BERITA SUKACITA BESAR

Lukas 2:10

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa”

Dari Injil Lukas kita meyakini bahwa Yesus lahir malam hari. Itu sebabnya ada lagu terkenal berjudul “Malam Kudus”. Dokter Lukas juga menulis bahwa Yesus lahir dalam keadaan penolakan. Tidak ada rumah atau penginapan yang menampung kelahiran Yesus. Semua tempat penginapan dan rumah-rumah penuh karena memang waktu itu adalah hari sensus. Jadi semua orang orang Betlehem yang sudah tersebar di Palestina kembali ke Betlehem. Betlehem adalah kota kelahiran raja Daud, suku Yehuda. Yehuda adalah suku terbesar di Israel. Jadi kalau semua orang Betlehem pulang kampung tentu penginapan dan rumah-rumah pasti penuh.

Padahal waktu itu sudah waktunya bagi Maria untuk bersalin. Karena tidak ada tempat, akhirnya Yesus lahir di kandang binatang. Diyakini lahir di kandang, sebab kemudian Yesus dibaringkan di sebuah palungan. Palungan adalah tempat makanan ternak. Begitu sederhana dan memprihatinkan kelahiran Yesus. Tidak ada orang yang mengetahui kelahiran Yesus. Berbeda dengan zaman sekarang, di mana kalau anak raja mau lahir pasti disiarkan ke seluruh dunia melalui berbagai media. Tetapi pemberitaan zaman kelahiran Yesus diberitakan dengan cara yang luar biasa, yaitu dengan mengutus malaikat turun ke dunia.

Menarik sekali bahwa berita kelahiran Yesus ternyata bukan disampaikan kepada kaum intelektual, pejabat, politisi atau orang-orang hebat lainnya. Malaikat Tuhan datang ke satu komunitas kecil yang berprofesi sebagai penggembala ternak. Di Palestina, penggembala ternak biasanya kaum remaja atau orangmuda. Malam itu mereka sedang di padang menjaga ternak. Itu sebabnya banyak orang menafsirkan bahwa Yesus lahir bukan pada bulan Desember. Sebab bulan Desember di Palestina adalah musim dingin. Jadi tidak mungkin para gembala ada di padang malam hari.  Namun kita tidak perlu terlalu mempersoalkan tanggal dan waktu. Yang terpenting adalah makna kelahiran Yesus, Juruselamat kita.

1.    Jangan takut!

Malaikat yang menyampaikan berita kelahiran Yesus bukan sekedar malaikat, tetapi malaikat dengan kemuliaan Tuhan bersinar (ayat 9). Sinar di sini bukanlah sinar/cahaya karena tenaga listrik, tetapi cahaya dari surga. Sehingga waktu malaikat Tuhan datang, seluruh kawasan Efrata menjadi terang benderang. Ketika para gembala melihat cahaya yang besar itu, mereka menjadi takut.

Semua manusia memiliki rasa takut. Sekarang ini paling sedikit ada 4 jenis ketakutan besar yang seringkali mencekam manusia :

1.       Ketakutan bencana alam. Indonesia mempunyai sekitar 100 gunung berapi, dan 90 di antaranya aktif. Satu saja gunung berapi meletus mengakibatkan dampak buruk yang sangat besar. Namun kita bukan hanya takut karena letusan gunung berapi. Baru-baru ini terjadi banjir besar di Quensland, Australia. Satu negara bagian itu terendam air. Australia negara maju, tetapi mereka tidak berdaya menghadapi bencana banjir. Bangkok, kota besar itu sampai hari ini masih terendam banjir. Belum lagi bencana longsor. Sekarang dunia ketakutan dengan climate changes (perubahan iklim). Dewasa ini terjadi perubahan iklim yang mendadak dan tidak menentu di seluruh dunia. Dunia mengalami ketakutan dengan ragam bencana alam.  

2.       Ketakutan masalah ekonomi / keuangan. Sekarang negara-negara di benua Eropah mengalami goncangan ekonomi. Negara-negara besar seperti Italia, Yunani, Spanyol, Portugal hampir bangkrut akibat hutang yang terlalu besar. Pada tahun 2008 kita masih ingat resesi yang menimpa Amerika, negara super-power. Tahun 1998 di negara kita terjadi krisis moneter. Masalah ekonomi menjadi ketakutan besar bagi penduduk dunia.

3.       Ketakutan krisis moral manusia. Tujuh negara di Eropah sudah mengesahkan undang-undang perkawinan sejenis. Dan juga tujuh negara bagian Amerika sudah menyetujui perkawinan sejenis. Belum lagi masalah kawin-cerai yang semakin marak termasuk di Indonesia. Orang tidak malu lagi untuk kawin-cerai. Demikian juga dengan korupsi. Di Indonesia korupsi semakin merajalela. Semakin hari moral manusia semakin rusak. Dan rusaknya moral manusia menjadi ketakutan besar.  

4.       Ketakutan soal keamanan. Sekarang perampokan, pemerkosaan, penculikan semakin sering terjadi. Belum lagi terorisme yang tidak ada habis-habisnya. Personil keamanan yang banyak tetap tidak mampu menjaga keamanan. Ketidakamanan menjadi ketakutan besar manusia.

Hampir semua manusia di bumi mengalami ketakutan. Tetapi berita yang disampaikan malaikat Tuhan kepada gembala Efrata adalah JANGAN TAKUT. Hari ini, berita ini juga disampaikan bagi kita.

2.    Berita baik tentang sukacita besar (ayat 10). Dalam bahasa Inggris berbunyi : “I bring you good news (tidings) of great joy”. Malaikat Tuhan membawa satu berita baik, kabar baik, yaitu sukacita besar (great joy). Ini adalah sukacita di dalam Yesus. Sukacita besar ini hanya bisa kita miliki kalau kita menerima Yesus. Sukacita ini bukan hanya waktu Natal tetapi sukacita yang setiap hari, sukacita karena keselamatan, sukacita karena pertolongan Tuhan, sukacita karena kesembuhan. Karena itu Alkitab banyak mencatat tentang sukacita ; beribadah dengan sukacita (Mazmur 100:2), berdoa dengan sukacita (Filipi 1:4), memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:7), dll. Di dalam Tuhan harus sukacita, jangan merengut atau bersungut-sungut. Hampir 3 juta orang Israel tidak masuk tanah Kanaan karena menjadi pengikut Tuhan tetapi selalu bersungut-sungut. Jadilah orang Kristen yang mempunyai sukacita yang besar.

3.    Untuk seluruh bangsa (to all people). Sekarang, penduduk dunia sekitar 7 miliar dengan ribuan kelompok etnis, suku, bangsa dan bahasa. Segala suku, bangsa, bahasa Tuhan cinta. Bandingkan Yohanes 3:16. Kasih Allah adalah untuk semua manusia, termasuk untuk penduduk Indonesia yang kini mencapai 237,5 juta jiwa. Tahun depan penduduk Indonesia akan mencapai 245 juta. Tuhan mengasihi bangsa Indonesia yang besar ini. Tuhan ingin supaya penduduk Indonesia mengalami sukacita yang besar. Sukacita karena Yesus lahir dalam hidup manusia.

Apa yang kita perbuat setelah kita menerima sukacita besar? 1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”. Kita harus menjadi umat Tuhan yang memberitakan, menyaksikan dengan perkataan, dengan mulut, dengan perbuatan, dengan sikap kita bahwa Allah kita besar. Kita menjadi alat pemberitaan perbuatan yang besar dari Dia. Perbuatan Yesus yang besar adalah telah mengangkat kita dari maut kepada hidup yang kekal. Karena itu, jadilah pemberita-pemberita tentang Yesus dengan cara apapun. Jangan malu sebagai pengikut Yesus, tetapi beritakanlah perbuatanNya yang besar. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 11 Desember 2011 (Ibadah II)

BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...