Kisah 16:25-26
Kira-kira apa reaksi kita atau apa yang anda lakukan ketika Iblis menyerang hidup kita. Mungkin kita diserang melalui penyakit, masalah berat, dlsb. Sayangnya banyak orang percaya ketika Iblis menyerang mereka justru bersembunyi. Penyebabnya adalah karena orang itu tidak punya iman, tidak sepenuhnya percaya kepada Yesus.
Paulus dan Silas adalah rekan sepelayanan. Sebelumnya Silas adalah seorang muda yang mengikut kepada Paulus. Saya pikir bahwa Silas begitu bersemangat bersama Paulus. Ini merupakan pelayanan pertamakalinya bagi Silas dan Paulus. Tentu mereka berharap supaya Tuhan memberikan kemudahan dalam pelayanan. Namun ternyata berbeda. Suatu kali ketika mereka sedang berjalan, ada seorang pemudi yang berprofesi sebagai petenung mengikuti mereka dan selalu mengejek kedua hamba Tuhan ini. Hal itu sangat menggangu Paulus dan Silas, sampai mereka tidak tahan lagi. Dan saat mereka lihat, wanita itu penuh dengan roh jahat. Saat itu juga Paulus dan Silas mengusir keluar roh jahat dari pemudi itu. Lihat, sebagai orang percaya kita punya otoritas. Saya percaya, dengan kuasa Yesus segala roh-roh jahat tunduk, sakit penyakit sembuh, kemiskinan dihalaukan.
Seringkali ketika Iblis menyerang, kita malah memohon supaya Iblis berhenti dan meninggalkan kita. Padahal sebenarnya Iblis takut kepada kita sebab di dalam kita ada kuasa Yesus. Kuasa Yesus jauh lebih besar dari kuasa Iblis. Kuasa Yesus jauh lebih besar dari segala masalah dan persoalan kita. Karena itu kalahkanlah Iblis dan segala tipu-muslihatnya dengan kuasa Yesus. Jangan pernah memohon Iblis untuk pergi, tetapi gunakan otoritas Illahi untuk mengusirnya. Namun perlu kita ketahui bahwa Iblis tidak takut dengan doa yang hanya lima menit. Atau Iblis tidak takut kalau kita hanya makan / menerima Firman Tuhan satu kali dalam sehari. Kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh. Doa yang menghasilkan kuasa. Bukan hanya sekedar membaca dan menerima Firman, tetapi harus Firman iman. Firman yang menghasilkan iman.
Mujizat kelepasan roh jahat dari perempuan petenung itu, menjadi berita besar. Orang-orang yang dirugikan dengan kesembuhan itu menghasut penguasa untuk kemudian menjebloskan Paulus dan Silas ke penjara. Ini juga menjadi pelajaran rohani bagi kita. Mungkin kita merasa bahwa kita sudah melakukan apa yang sudah Tuhan katakan. Tetapi pada saat itu kita mendapati masalah ataupun jalan buntu. Mungkin keuangan kita bermasalah, atau tubuh kita sakit. Respon sebagian besar orang percaya ketika dalam keadaan demikian adalah mengunjungi gembala, minta belas kasihan dan mohon didoakan.
Suatu kali seorang anak Tuhan datang kepada saya. Dia minta didoakan akan vonis dokter atas penyakitnya. Saya katakan tidak perlu didoakan. Ia kaget. Ia memelas lagi dan berkata bahwa Bapak Pendeta tidak mengerti penyakit yang dialaminya. Saya katakan bahwa ia tidak sakit. Dia berkata bahwa dokter sudah memvonisnya dimana hidupnya tinggal beberapa bulan lagi. Saya katakan bahwa ia bohong, lalu saya ambil Alkitab. Saya menyampaikan tentang kebenaran, bahwa 2000 tahun yang lalu Yesus mati di kayu salib untuk menyembuhkan kita dari penyakit. Untuk menerima kesembuhan dari penyakit, kita hanya perlu percaya kepada Firman Tuhan, percaya bahwa Yesus sudah berkorban untuk kesehatan kita. Dokter bisa menjatuhkan vonis tetapi hanya Tuhan yang bisa menentukan masa hidup manusia. Yesus tetap hidup, tetap menyembuhkan, dan membebaskan, dan sekarang kita bisa menerima kuasa Yesus.
Dalam penjara Paulus dan Silas tidak meratapi apa yang mereka alami. Justru dalam penjara, pada waktu tengah malam, saat semua orang sedang tidur, Paulus dan Silas menyanyi memuji Tuhan. Mungkin saja ada orang yang terganggu dengan suara Paulus dan Silas, bahkan mungkin menyuruh mereka supaya diam dan tidur. Tetapi kedua hamba Tuhan ini tetapi menyembah Tuhan, bernyanyi dan berdoa. Ketika anda melakukan kebenaran Firman Tuhan, jangan kaget kalau ada orang yang melarang bahkan menghakimi perbuatan anda. Tetapi jangan berhenti, lakukanlah kehendak Tuhan, bukan kehendak manusia.
Kisah PR 16:26 Akan tetapi (suddenly (bhs Inggris) = tiba-tiba) terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Kuasa Tuhan tidak terjadi besok, minggu depan atau satu hari kemudian, tetapi saat itu juga, tiba-tiba. Saat itu juga atau tiba-tiba Tuhan memberikan kemerdekaan dan menyatakan kuasaNya kepada Paulus dan Silas. Ingat, kita tidak harus menunggu hari tua baru Tuhan berkati. Tuhan juga tidak hanya memberkati kita di masa muda. Tetapi saat kita tahu memuji Tuhan maka disitu Tuhan pasti bekerja.
Saat itu juga belenggu mereka terlepas. Di mana ada Roh Tuhan di situ ada kebebasan. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menarik Roh Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa Roh Tuhan tinggal dalam puji-pujian umatNya (Mazmur 22:4). Jadi kalau anda perlu kelepasan, anda butuh Roh Tuhan. Untuk menghadirkan Roh Tuhan kita harus belajar menyembah Dia. Karena kalau kita memuji Tuhan maka Tuhan hadir di sana. Tentu kalau Tuhan hadir maka Iblis tidak bertahan tinggal di sana. Ketika Iblis pergi maka segala penyakit, kemiskinan, persoalan hidup, juga pergi. Kita mengalami kemerdekaan seutuhnya.
Alkitab juga mencatat bahwa terjadi gempa bumi. Mengapa harus gempa bumi? Bumi ada dalam kuasa si jahat. I Yohanes 5:19. Iblis berada di dalam bumi. Karena itu pada saat kita menyembah dan memuji Tuhan, markas besar Iblis dan neraka akan goncang. Pujian dan penyembahan menggoncang sorga dan neraka, langit dan bumi.
Karena itu senangkanlah hati Tuhan. Sebagaimana kita kalau meminta sesuatu kepada manusia, kita pasti memohon, melakukan apa yang disukainya, dlsb. Bukankah manusia segambar dengan Tuhan? Maksud saya, kalau kita mau mengundang Tuhan hadir dalam hidup kita, senangkanlah hatinya, puji dan muliakan Tuhan. Tuhan pasti hadir dan memberikan kebebasan kepada kita. Kasihi Yesus maka Yesus juga pasti mengasihimu. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Ps. Del Augusta (California, USA), Minggu 22 Januari 2012 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |